Bedanya memberikan rekomendasi akan seorang Ustadz dan menjadikan seorang Ustadz sebagai standart

Leave a comment

Memberikan rekomendasi dan menjadikan standar itu adalah dua hal yang berbeda.

Misal :
Rasulullah mewanti wanti akan bahaya Da’i Da’i penyeru kepada pintu neraka jahanam.

Ini namanya standar

Lalu Fulan yang ingin mengikuti nasehat Rasulullah itu, merekomendasikan untuk silakan simak saja kajian para asatidz yang tergabung di TV dan Radio A.

Karena sepengetahuan Fulan, para asatidz yang tergabung di TV dan Radio A itu insya Allah jelas manhaj nya, dan tegas terhadap kebid’ahan serta manhaj manhaj yang menyimpang.

Nah ini namanya rekomendasi, bukan standar.

****
Bolehkah kita menolak rekomendasi itu? Boleh saja, nggak masalah. Lha wong ini bukan standar.

Bolehkah kita menuduh orang orang yang memberikan rekomendasi itu, sebagai orang orang yang menetapkan rekomendasi nya sebagai standar?

Tidak boleh donk. Ini namanya kebodohan dan kebohongan.

Tapi ada “sebagian” orang yang bisanya hanya taqlid, yang menjadikan itu sebagai standar, bukan rekomendasi. Bolehkah sample yang “cacat” ini kita jadikan framing untuk melancarkan tuduhan itu?

Boleh, kalau hati antum ada penyakit nya. Tidak boleh, jika antum cukup ilmiah memahami bahwa itu sample yang tidak valid.

Advertisements

Buku Tahdzir dan Penjelasan akan Kesesatan IM

Leave a comment

“Ngapain piknik ke sarang ular? Mending saya piknik ke kebun binatang sambil ditemani oleh pawangnya.”

****
Berikut adalah edisi “pamer” sebelum saya pulang balik dari mudik (karena buku buku saya disimpan di tempat ortu. Tempat kontrakan saya nggak cocok buat simpan buku banyak banyak hehe).

Dua buku pada foto di bawah ini adalah terjemahan dari kitab :

1. Kitab Syaikh Ahmad An Najmi ( المورد العذب الزلال فيما انتقد على بعض المناهج الدعوية من العقائد والأعمال)

Versi asli bahasa Arab free ebook bisa diunduh di sini :

http://www.alnajmi.net/downloads-action-show-id-127.htm

Judul kitab terjemahan nya itu sebenarnya menurut saya terlalu bombastis.

Kitab ini sebenarnya tidak hanya fokus membahas masalah Ikhwanul Muslimin, dengan berdasarkan sumber sumber Ikhwanul Muslimin itu sendiri.

Akan tetapi kitab itu sebenarnya terdiri dari lima bagian besar :

A. Aqidah, manhaj, dan pokok pondasi dakwah para Rasul

B. Hizbiyyah merupakan kebid’ahan dan bukan manhaj para Nabi. Berikut juga penjelasan mengenai keburukan keburukan hizbiyyah

C. Penjelasan terperinci akan penyimpangan Ikhwanul Muslimin dari manhaj Salaf Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Terdapat 25 point mengenai IM yang dibahas dengan detail oleh Syaikh disana.

Dan kemudian ditutup dengan penjelasan info bahwa firqoh Qutbiyyah dan Sururiyah itu merupakan pecahan dari firqoh Ikhwanul Muslimin.

Beliau membahas juga mengenai Qutbiyyah dan Sururiyah di sana, namun tidak sebanyak porsi pembahasan mengenai IM yang mencakup seratusan halaman.

D. Penjelasan terperinci akan penyimpangan Jamaah Tabligh dari manhaj Salaf Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

E. Penutup berupa wajibnya berjalan di atas manhaj nabi dalam berdakwah, celaan terhadap bid’ah dan Ahlul Bid’ah, berikut pujian dan penjelasan terhadap ghuroba dan orang-orang yang komitmen di atas sunnah.

*
2. Kitab Syaikh Salim bin Ied Al Hilali, ( الجماعات الإسلامية في ضوء الكتاب والسنة), yang versi terjemahan nya dipecahkan sampai menjadi 2 jilid.

Disini Syaikh membahas banyak jamaah Islam dalam timbangan Al Qur’an dan As Sunnah. JT, IM, HT, dan lain lain dibahas disini. Dan seperti kebiasaan Syaikh Salim dan masyaikh Salafiyyin lainnya, sumber sumber referensi dari kitab kitab para tokoh dan dokumen dokumen resmi lainnya yang terkait dengan jamaah jamaah itu, sangat kuat sekali rujukan nya.

Versi asli bahasa Arab free ebook bisa diunduh di sini :

http://www.moswarat.com/books_view_710.html

***
Bagi orang yang ingin meneliti atau ingin mengetahui kritik penyimpangan manhaj, terutama jamaah-jamaah yang terperosok ke dalam perangkap Hizbiyyah dan penyimpangan manhaj.

Maka dua kitab itu sudah mencukupi untuk dijadikan referensi. Antum tidak perlu repot repot “babat alas” dan piknik ke sarang ular, karena sudah ada orang yang kompeten yang sudah mewakili itu untuk anda.

Metode ini juga dipakai oleh Syaikh ibn Baz, ketika beliau menyebutkan bahwa Ikhwanul Muslimin itu sudah dikritik oleh orang orang khowas (spesialis) dan Syaikh ibn Baz menerima serta menyadarkan kepada hasil penelitian itu. Tentu saja mafhumnya dengan dipadukan kepada pergaulan dan wawasan Syaikh ibn Baz yang luas.

Silakan lihat kumpulan fatwa Syaikh ibn Baz serial nomer 3 yang sudah saya terjemahkan.

***
Lho, tapi katanya Syaikh ibn Baz tidak menyesatkan Ikhwanul Muslimin?

Ah, siapa bilang?

Saya sudah kumpulkan 7 buah fatwa Syaikh ibn Baz Mengenai Ikhwanul Muslimin, dan sudah saya jelaskan beberapa kesalahan fahaman dan framing yang dilakukan oleh Ikhwanul Muslimin akan sebagian fatwa Syaikh ibn Baz itu.

Silakan baca seluruh 7 buah serial Kumpulan Fatwa Syaikh ibn Baz yang sudah saya susun itu.

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/12/serial-kumpulan-fatwa-syaikh-ibn-baz-mengenai-ikhwanul-muslimin/

***
Btw sejauh yang saya tahu, kitab kitab terjemahan ini sudah tidak dicetak lagi. Jadi sudah lumayan langka nih buku.

Tapi kan tadi sudah saya kasih link download kitab asli yang versi bahasa Arab nya. Jadi itu sudah bisa dijadikan kompensasi kan?

Dah gitu aja

Kitab referensi agar mudah untuk mempelajari IM

****

Ada tambahan referensi baru, tapi masih berbahasa Arab :

Al hudud Al Fashilah

Link  download :
en.calameo.com/read/0001319102f4adf7d60d2

Kumpulan pemahaman penting yang mudah difahami dalam masalah Tawassul dan Tabarruk

Leave a comment

Dasar pemahaman :

1. Pemahaman yang penting mengenai Tawassul dan Tabarruk

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/12/pemahaman-yang-penting-mengenai-tawassul-dan-tabarruk/

*
Detail point-point pemahaman penting mengenai Tabarruk :

2. Kesalahan mengqiyaskan Tabarruk kepada Rasulullah guna ber-Tabarruk kepada orang Sholeh selain Rasulullah. Ini adalah pendapat salah yang mutlaq harus dibenarkan, guna menjaga Aqidah Ummat

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/12/pemahaman-penting-mengenai-tabarruk-kesalahan-mengqiyaskan-tabarruk-kepada-rasulullah-guna-ber-tabarruk-kepada-orang-sholeh-selain-rasulullah-ini-adalah-pendapat-salah-yang-mutlaq-harus-dibenarkan/

3. Perincian penjelasan berdasarkan petunjuk hadits dan kenyataan sejarah, bahwa seluruh barang peninggalan bekas Rasulullah, yang secara syariat boleh digunakan untuk Tabarruk, telah tiada pada zaman kita sekarang.

Sehingga semua klaim bahwa ini adalah barang bekas peninggalan Rasulullah, hanyalah merupakan kedustaan dan hal yang tidak bertanggung jawab semata.

Demikian juga Tabarruk napak tilas tempat tempat bersejarah lainnya.

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/12/pemahaman-penting-mengenai-tabarruk-3/

4. Tabarruk kepada makam Rasulullah itu terlarang, demikian juga tawassul dan istighotsah kepada makam Rasulullah. Apalagi terhadap makam selain Rasulullah, baik itu makam orang Sholeh, wali, ulama, sunan dan makam makam lainnya.

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/12/pemahaman-penting-mengenai-tabarruk-4/

5. Tabarruk dengan benda yang terdapat ayat-ayat Al Qur’an yang ditulis, digantung, disimpan, dijadikan jimat, rajah, ataupun dicampur dengan tulisan lain yang tidak jelas maksudnya.

Baik itu dengan tujuan tolak bala, untuk mendapatkan kesaktian, guna perlindungan, mendatangkan rezeki, dan lain lain yang semisal.

Maka itu adalah Tabarruk yang haram, merendahkan kesucian ayat-ayat Al Qur’an walaupun orang melakukannya tidak tahu, dan wajib untuk diingkari.

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/12/pemahaman-penting-mengenai-tabarruk-5/

*
Buku referensi yang direkomendasikan dalam memahami Tawassul dan Tabarruk :

6. Buku yang direkomendasikan, yang komprehensif dalam membahas masalah Tabarruk

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/12/buku-yang-direkomendasikan-yang-komprehensif-dalam-membahas-masalah-tabarruk/

7. Buku yang direkomendasikan dan komprehensif dalam membahas masalah Tawassul

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/12/buku-yang-direkomendasikan-dan-komprehensif-dalam-membahas-masalah-tawassul/

Pemahaman penting mengenai Tabarruk -5

1 Comment

Pemahaman penting mengenai Tabarruk :

Tabarruk dengan benda yang terdapat ayat-ayat Al Qur’an yang ditulis, digantung, disimpan, dijadikan jimat, rajah, ataupun dicampur dengan tulisan lain yang tidak jelas maksudnya.

Baik itu dengan tujuan tolak bala, untuk mendapatkan kesaktian, guna perlindungan, mendatangkan rezeki, dan lain lain yang semisal.

Maka itu adalah Tabarruk yang haram, merendahkan kesucian ayat-ayat Al Qur’an walaupun orang melakukannya tidak tahu, dan wajib untuk diingkari.

——-
Tabarruk dengan Al Qur’an itu yang disyariatkan adalah dengan cara membacanya, mempelajari nya, mengamalkan nya, berdoa dan berdzikir dengan nya, dan melakukan ruqyah dengan Al Qur’an.

Adapun Tabarruk dengan menggantungkan jimat (Tamimah) yang berasal dari Al Qur’an, maka para ulama berbeda pendapat dalam masalah itu.

Dan yang rojih, adalah hal itu dilarang atas nama saddudz dzaroi (tindakan antisipasi untuk menghindari madhorot), dan juga melihat realita yang ada di masyarakat Islam sekarang ini.

Silakan lihat penjelasan dari Disertasi Syaikh Nashir Al Juda’i, yang saya foto pada halaman 318-324 tersebut.

Yakni dengan catatan bahwa yang digantung kan adalah benar-benar murni hanya ayat Al Qur’an saja. Tidak disertai tulisan lain, ataupun gambar, ataupun simbol, angka, huruf, dan lain lain semisal.

Adapun ta’liq Syaikh ibn Baz terhadap Fathul Majid Syarh Kitabut Tauhid tulisan Syaikh Abdurrahman Alu Syaikh. Maka Syaikh ibn Baz berkata bahwa pendapat Salaf dari kalangan Sahabat yang membolehkan untuk memakai jimat (Tamimah) yang murni hanya bertuliskan ayat Al Qur’an itu.

Yang mana pendapat ini berasal sahabat Abdullah bin Amr rodhiyalloohu anhu, yang kemudian diikuti oleh ulama setelah nya dari kalangan selain Sahabat.

Maka Syaikh ibn Baz berkata bahwa riwayat yang dinisbatkan kepada Abdullah bin Amr itu lemah, dan juga sebenarnya tidak sesuai untuk konteks masalah jimat (Tamimah) yang murni bertuliskan ayat Al Qur’an.

Syaikh ibn Baz berkata, bahwa Abdullah bin Amr menggantungkan papan bertuliskan ayat-ayat Al Qur’an di papan kecil di leher anak anak itu dengan tujuan agar anak anak kecil itu menghafalnya.

Bukan dengan tujuan untuk jimat (Tamimah) guna Tabarruk kepada Al Qur’an.

Inilah argumentasi dan penjelasan yang benar. Maka dari itu tidak boleh ber Tabarruk dengan menggantungkan ataupun membawa ataupun yang semisal dari ayat-ayat Al Qur’an. Larangan ini juga dikuatkan oleh perkataan sahabat utama lainnya seperti Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas.

Lihat foto akan ta’liq (catatan) Syaikh ibn Baz pada hal 244 di footnote Fathul Majid. Lihat juga kelengkapan Fathul Majid dan ta’liq Syaikh ibn Baz pada hal 244 – 247, yang saya foto semuanya agar dapat memberikan faedah yang lebih sempurna.

***
Versi buku asli berbahasa Arab dalam bentuk PDF, dari disertasi doktoral Syaikh Nashir Al Juda’i dapat diunduh secara gratis di :

http://saaid.net/book/open.php?cat=1&book=11098

Sedangkan Fathul Majid syarh kitabut Tauhid Syaikh Abdurrahman Alu Syaikh dengan tahqiq dan ta’liq (catatan) dari Syaikh ibn Baz, yang versi asli berbahasa Arab. Dapat diunduh secara gratis di :

http://waqfeya.com/book.php?bid=8230

****
Adapun jika yang digantungkan itu bukan ayat Al Qur’an; atau ayat Al Qur’an tapi dicampur dengan tulisan selainnya. Baik itu berupa simbol simbol, gambar, angka, coretan, atau yang lain-lain. Yang mana ini sebenarnya adalah jampi jampi syaitan.

Ataupun jika cara pembuatan tulisan Al Qur’an yang dijadikan jimat itu, harus ada syarat syarat tertentu dan melalui ritual tertentu. Dan demikian juga dengan cara pemakaian dan perawatan jimat tersebut.

Ataupun yang ditulis dengan menggunakan bahan bahan najis dan menjijikkan, atau harus dengan metode tertentu.

Maka ini mutlaq harom dan terlarang. Inilah tipuan syaitan atas nama Tabarruk kepada ayat-ayat Al Qur’an.

Dan inilah yang umumnya ada di sebagian masyarakat Muslim. Yang mana mereka tertipu menggantungkan jimat karena ada tulisan Al Qur’an nya disitu, ataupun bahkan hanya sekedar tulisan Arab yang dia tidak faham karena dikira ayat-ayat Al Qur’an, karena saking awamnya dia.

***
Jimat-jimat, rajah, dan lain lain yang semisal ini wajib untuk diingkari dan bahkan dibakar guna dimusnahkan agar ayat-ayat Al Qur’an tidak dihinakan oleh permainan Syaitan dan para dukun yang berkedok agama ini.

Jika dalam proses pemusnahan ataupun penghilangan jimat ini mengalami gangguan dari jin jin yang bersarang akibat jimat haram itu, maka lawanlah dengan Tabarruk kepada Al Qur’an yang sesuai dengan syariat. Baik itu dengan dzikir dan do’a yang berasal dari Al Qur’an atau yang diajarkan Rasulullah, ataupun dengan ruqyah syar’iyyah.

Tabarruk yang salah -1Tabarruk dan Jimat -1Tabarruk dan Jimat -2Tabarruk dan Jimat -3Tabarruk dan Jimat -4Tabarruk dan Jimat -5Tabarruk dan Jimat -6Tabarruk dan Jimat -7Tabarruk dan Jimat -8Tabarruk dan Jimat -9Tabarruk dan Jimat -10Tabarruk dan Jimat -11Tabarruk dan Jimat -12

Buku yang direkomendasikan dan komprehensif dalam membahas masalah Tawassul

1 Comment

Jika postingan saya sebelumnya khusus mengenai rekomendasi buku mengenai Tabarruk, maka sekarang ini rekomendasi buku khusus mengenai Tawassul.

Berikut adalah daftar isi komprehensif mengenai Tawassul, yang bisa digunakan sebagai acuan ringkas dengan hanya berdasarkan mengetahui daftar isinya, dari buku yang merupakan kumpulan dari buah karya Syaikh Al Albani dan Syaikh Al Utsaimin yang dijadikan satu. (Lihat foto yang saya sertakan).

Judul asli, ( صحيح التوسل انواعه و أحكامه) “Shohih Tawassul : Jenis-jenis dan hukum-hukum nya”.

Diterjemahkan oleh Akbar Media menjadi “Shahih Tawassul : Perantara Terkabulnya Doa”

***
Buku terjemahan ini sebenarnya berasal dari dua buku yang dijadikan satu, yakni :

1. Buku (التوسل انواعه و أحكامه) “Tawassul : Jenis-jenis dan hukum-hukum nya” yang semula ditulis oleh Syaikh Albani.

Yang mana setelah berlalu 20 tahun kemudian buku itu diedit, disusun lagi, ditambahkan, dan ditakhrij lagi ayat-ayat dan hadits hadits nya oleh Syaikh Muhammad ‘Id Al Abbasi. Yang mana setelah disodorkan kepada Syaikh Albani, beliau mensetujuinya dan meringkasnya lagi agar lebih mudah difahami.

Maka kitab itupun dirubah judulnya sehingga menjadi ( صحيح التوسل انواعه و أحكامه) “Shohih Tawassul : Jenis-jenis dan hukum-hukum nya”

2. Berbagai rekaman ceramah dan tanya jawab Syaikh Al Utsaimin mengenai Tawassul, yang kemudian dikumpulkan dan disusun transkrip nya dalam bentuk tulisan oleh Syaikh Abu Laits Al Atsary.

Yang mana kumpulan kedua buku menjadi satu itu dipertahankan judulnya yang ( صحيح التوسل انواعه و أحكامه) “Shohih Tawassul : Jenis-jenis dan hukum-hukum nya” dan diterjemahkan oleh Akbar Media.

****
Buku asli berbahasa Arab dalam bentuk PDF, yang dapat diunduh secara gratis dari dua buku yang dijadikan satu itu, maka terus terang saya belum menemukan nya.

Saya hanya baru menemukan pdf free download dari kitab Syaikh Albani yang asli saja, yang berjudul (التوسل انواعه و أحكامه) “Tawassul : Jenis-jenis dan hukum-hukum nya”

Silakan download di sini :

http://waqfeya.com/book.php?bid=9180

Adapun kumpulan transkrip yang sudah disusun dalam bentuk buku oleh Syaikh Abu Laits Al Atsary, dari berbagai rekaman ceramah dan tanya jawab Syaikh Al Utsaimin mengenai Tawassul.

Maka saya juga belum menemukan free ebook nya.

***
Secara garis besar, terdapat 5 tema besar dari tulisan Syaikh Albani, yang harus kita fahami seputar Tawassul :

1. Tawassul ditinjau dari kacamata Bahasa dan Al Qur’an

2. Wasilah Kauniyah dan Syar’iyyah

3. Tawassul yang disyariatkan dan bentuknya yang beraneka ragam

4. Tawassul yang Syubhat (tidak jelas), yang mana Tawassul syubhat itu ditolak dan tidak diterima disisi Allah

5. Syubhat-syubhat pengekor hawa nafsu seputar Tawassul dan bantahan nya

Adapun dari Syaikh Utsaimin, maka terdapat 3 tema besar yang harus kita fahami seputar Tawassul :

1. Pengertian Tawassul menurut bahasa Arab

2. Bentuk-bentuk Tawassul

3. Tanya jawab seputar Tawassul bersama Syaikh Utsaimin.

***
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua dan mudah difahami. Baarokalloohu fiik

Shahih Tawasul dan Tabaruk -17Daftar isi Shohih Tawassul -1Daftar isi Shohih Tawassul -2Daftar isi Shohih Tawassul -3Daftar isi Shohih Tawassul -4Daftar isi Shohih Tawassul -5Daftar isi Shohih Tawassul -6

Fiqh Internet

Leave a comment

Suatu kenikmatan dan kelapangan yang Allâh berikan, maka jika itu biasa kita manfaatkan dalam ketaatan kepada Allah.

Maka itu adalah tanda keberkahan daripada nikmat dan kelapangan yang Allah berikan

***
Demikian juga sebaliknya, jika suatu kenikmatan dan kelapangan itu digunakan untuk bermaksiat kepada Allah.

Maka itu adalah tanda dari “istidroj” (sengaja dibiarkan dalam maksiat dan kesesatan, agar nanti di akhirat hukumannya lebih berat), dan tiadanya keberkahan dari nikmat dan kelapangan yang Allah berikan kepada kita.

***
Kalau misalnya digunakan hanya untuk senang senang dan hiburan saja, yang tidak berpahala dan juga tidak dosa maksiat bagaimana?

Al jawab, tidak mengapa asalkan secukupnya saja. Karena manusia itu butuh hiburan dan permainan untuk senang senang juga, asalkan tidak berlebihan.

“saa’atan, saa’atan” (sesekali waktu, sesekali waktu) kalau kata Rasulullah.

Bahkan senang senang dan hiburan itu perlu ketika kita dilanda kebosanan dan futur dalam beramal. Daripada digunakan untuk bermaksiat, maka ya mending digunakan untuk yang senang senang asal nggak dosa.

***
Kembali ke bahasan awal.

Jadi di era modern ini nikmat dan kelapangan yang umumnya paling mudah didapatkan itu adalah, “kuota internet”.

Hal ini jangan diremehkan, karena inilah salah satu nikmat dan kelapangan yang dekat dengan kita yang senantiasa diakses lewat HP kita, gadget kita, atau laptop kita.

Maka dari itu gunakanlah kenikmatan Internet ini guna ketaatan kepada Allah. Bisa dengan menulis, share tulisan, lihat video kajian atau dengar video kajian, unduh ebook ulama, ambil faedah dengan banyak membaca tulisan berkaitan dengan manhaj, dan lain lain.

Nah ini adalah tanda dari keberkahan Internet kita.

Kalau yang jomblo bagaimana?

Kalau yang jomblo ya gunakan nikmat dan kelapangan internet kita dalam kebaikan juga. Bantu bantu dakwah. Dan cari jodoh untuk mengakhiri masa lajang sebenarnya juga gpp. Asal cara dan wasilah nya sesuai. Awas lho ya, hehe.

Kalau yang faqir kuota gimana?

Ya itu derita antum… . Sabar saja ya.

Buku yang direkomendasikan, yang komprehensif dalam membahas masalah Tabarruk

1 Comment

Berikut adalah daftar isi komprehensif mengenai Tabarruk, yang bisa digunakan sebagai acuan ringkas dengan hanya berdasarkan mengetahui daftar isinya, dari Disertasi doktoral Syaikh Dr. Nashir Al Juda’i. (Lihat foto yang saya sertakan).

Judul asli, (التبرك انواعه و أحكامه) “Tabarruk : Jenis-jenis dan hukum-hukum nya”.

Diterjemahkan oleh Pustaka Imam Syafi’i menjadi “Tuntutan Mengambil Berkah”

Buku asli berbahasa Arab dalam bentuk PDF, dapat diunduh secara gratis di :

http://saaid.net/book/open.php?cat=1&book=11098

***
Secara garis besar, terdapat 4 tema bab pokok yang harus kita fahami seputar Tabarruk :

1. Perkara-perkara yang diberkahi
2. Mencari berkah (Tabarruk) yang disyariatkan
3. Tabarruk yang dilarang
4. Sebab, dampak, dan upaya meluruskan Tabarruk yang dilarang

***
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua dan mudah difahami. Baarokalloohu fiik

Tabarruk yang salah -1Daftar Isi kitab Tabarruk -1Daftar Isi kitab Tabarruk -2Daftar Isi kitab Tabarruk -3Daftar Isi kitab Tabarruk -4Daftar Isi kitab Tabarruk -5Daftar Isi kitab Tabarruk -6Daftar Isi kitab Tabarruk -7Daftar Isi kitab Tabarruk -8Daftar Isi kitab Tabarruk -9Daftar Isi kitab Tabarruk -10

Older Entries