Halal bagi orang lain untuk mentahdzir, Harom Bagimu untuk mentahdzir

Leave a comment

Bolehkah seorang kyai mengatakan ke murid-muridnya: Jangan ngaji di sana karena aqidahnya bukan asy’ariyah maturudiyah dan juga karena mereka keras soal bid’ah?

Jawab: Monggo.

Bolehkah seorang ustadz jihadis menasehati muridnya: “Jangan ngaji ke Fulan karena dia pernah ngisi bareng BNPT, bahkan sudah ditahdzir oleh Lajnah Ad Daimah”?

Jawab: Silakan.

Bolehkan seorang musyrif harokah menghimbau: “Jangan ngaji ke salafi karena mereka lebih suka kritik harokah lain daripada bersatu” ?

Jawab: Tafadhdhol.

Bolehkah seorang ustadz salafi mewanti-wanti: “Ngajilah ke yang bermanhaj salaf, dan jangan ngaji ke yang belum jelas”?

Jawab: Antum tukang tahdzir.

Copas dari seseorang. Boleh di copas lagi, dan di copas lagi. Multilevel copas.

Nb : upline saya ust-dos Setyanto Umar Hanif

Tahdzir itu juga salah satu wasilah Dakwah

Leave a comment

Banyak yang mengenal, rujuk, dan akhirnya berpegang dengan manhaj Salaf justru melalui wasilah kritik ilmiah, nasehat, hujjah, dan tahdzir.

(tentu saja semua dengan taufiq dan hidayah dari Allah)

Jadi dakwah itu tidak mesti harus selalu meng entertain orang, retorika kata yang indah, dan yang adem adem saja.

Tahdzir perkataan “Semua dianggap Salafi”

Leave a comment

Yang tidak pernah ditahdzir istrinya atau orangtua nya, coba ngacung. Nggak ada kan?

Maka dari itu, mari kita lihat dulu esensi tahdzir nya.

***
Pernyataan “Semua diianggap Salafi” misalnya.

Kita lihat dulu,
masak orang yang mentakwil sifat sifat Allah yang banyak tersebar di negara ini juga dianggap Salafi?

Padahal buku buku induk manhaj Salaf tegas mengatakan, bahwa ini menyimpang dari manhaj Salaf.

Khowarij dalam wajah Takfiri dan Haroki, juga nanti jangan jangan bisa dianggap Salafi pengikut manhaj Salaf juga nih.

Nah berarti pemahaman ini Salah. Bahkan ini jauh lebih muwazanah dan lebih Pluralis Manhaj dibandingkan yang heboh sebelumnya sebenarnya.

***
Jika pemahaman salah ini kemudian disebar luaskan, maka berarti perlu ditahdzir dan diingatkan akan bahaya pemahaman ini nggak?

Nah, faham kan maksudnya?

***
Maka dari itu mengenal manhaj Salaf itu hendaklah berdasarkan ilmu dan dalil dalilnya yang terperinci.

Jangan hanya berdasarkan modal feeling dan popularitas. Atau yang instan instan model tematik.

Yang namanya popularitas zaman sekarang ini, dengan menggunakan sosial media marketing dan networking akan sangat mudah untuk dibikin dan diorbitkan.

Maka dari itu ketika sosial media marketing ini dikritisi dengan peringatan akan bahaya, maka banyak yg nggak suka dan menggoreng nya kan?

Ya, karena ada kepentingan untuk mengorbitkan seseorang dan menjatuhkan seseorang disitu.

Masalah esensi manhaj dan tahdzir dianggap tidak perlu dan sengaja dikaburkan di sini.

Sekarang sudah mulai faham kan, kenapa ekspose nya ini demikian besar dan sengaja di viral kan?

Tahdzir itu tanda sayang dan perhatian

Leave a comment

Kalau yang saya fahami “Galak itu sebenarnya artinya tanda sayang”. Apalagi tahdzir….

Maka dari itu kalau ada orang yang memberikan peringatan bahaya kepada kita, maka itu artinya dia sayang sama kita sebenarnya.

Coba kalau nggak sayang, dibiarkan saja paling antum sama dia. Mau “kejeglong” dan ketipu ya itu ya urusanmu….

Tapi kan faktanya tidak. Dia rela kamu tuduh macem macem hanya semata mata rasa kasih sayang nya kepada dirimu….

***
Rasulullah cinta dan sayang nggak sama Ibunda Aisyah?

Ya, tentu. Beliau cinta dan sayang kepada ibunda Aisyah…

Pernah nggak beliau “galak” dan memperingatkan akan suatu bahaya kepada ibunda Aisyah?

Iya, pernah….

Nah, tuh kannn….
Ingat, “benci” itu kadang kadang artinya “benar-benar cinta”….

Maka karena bencinya saudaramu jika sampai terjadi apa-apa dengan mu, maka terkadang dia harus rela untuk menjadi “orang jahat” demi melindungi mu.

Biterhamen kalau istilahnya, Bibir Tersenyum Hati Menangis….

Pluralis Manhaj – Group Remang-remang

Leave a comment

Gerombolan remang remang itu sudah mulai mudah terlihat dan mudah untuk dibedakan oleh semua orang.

Alhamdulillah, step one accomplished.

Jadilah orang yang membuka pintu kebaikan dan menutup pintu keburukan

Leave a comment

Jadilah orang orang yang merupakan kunci untuk membuka pintu pintu kebaikan, dan menutup pintu pintu keburukan. Dan jangan menjadi yang sebaliknya.

Dua tipe manusia ini pada hakekatnya akan saling berselisih antara satu sama lain, hingga yang satu mengikuti yang lain.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ النَّاسِ ناسا مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ ، وَ إِنَّ مِنْ النَّاسِ ناسا مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مفتاحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مفتاحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ

“Sesungguhnya diantara manusia, ada orang yang menjadi pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan, namun ada juga orang yang menjadi pembuka pintu keburukan dan penutup pintu kebaikan.

Maka berbahagialah orang-orang yang Allah jadikan kunci kebaikan ada pada kedua tangannya. Dan celakalah orang-orang yang Allah jadikan kunci keburukan ada pada kedua tangannya”

(HR Ibnu Majah, dan selainnya, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah)

Buah Pembinaan Aqidah Terhadap Riba

Leave a comment

Sejak dulu dulu, bahaya dan peringatan akan bahaya riba dan profesi yang berhubungan dengan riba sudah ada.

Namun gairah dan awareness nya baru tampak beberapa tahun belakangan ini Alhamdulillah.

Mungkin ini buah dari pembinaan Aqidah masyarakat yang secara bertahap. Sebab jika tanpa Aqidah yang benar, maka peringatan akan bahaya riba hanya akan menjadi sekedar penghias pengetahuan saja.

IMHO

Older Entries Newer Entries