Kumpulan tulisan dan nasehat mengenai realita Ikhwanul Muslimin, tahdzir, dan yang berkaitan dengan itu

Leave a comment

1. Qatar ditahdzir dan di-hajr Saudi mengenai masalah terorisme

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/berita-resmi-dari-saudi-mengenai-mengapa-saudi-memutuskan-hubungan-diplomatik-dengan-qatar/

2. Syi’ah Houthi dan Iran mendeklarasikan dukungannya kepada Qatar pasca diboikot.

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/qatar-diboikot-dukungan-syiah-malah-datang/

3. Mengenang tulisan saya mengenai sikap pro IM ketika dulu raja Salman berkunjung ke Indonesia

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/04/03/pengikut-im-di-indonesia-dan-inkonsistensi-mereka-terhadap-saudi-ketika-datangnya-raja-salman/

4. Hizbiyyah

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/hizbiyyah/

5. Rukun Hizbiyyah menurut Syaikh Muqbil

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/rukun-hizbiyyah/

6. Sekilas info mengenai pangkalan militer terbesar Amerika di Qatar

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/pangkalan-militer-amerika-di-qatar/

7. Sekilas info mengenai hubungan diplomatik dan hubungan ekonomi antara Qatar dan Israel

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/hubungan-diplomatik-qatar-israel/

8. Berita resmi mengenai telepon kenegaraan yang inisiatif dilakukan oleh Emir Qatar ke Presiden Iran

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/telepon-kenegaraan-resmi-qatar-iran/

9. Ancaman dan denda di UAE bagi warganya yang menunjukkan simpati kepada Qatar di media online

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/hukuman-uae-jika-ada-warganya-yang-memberikan-simpati-kepada-qatar-di-medsos/

10. Harapan agar orang yang terperangkap ke dalam firqoh IM mendapatkan pencerahan melalui kasus Qatar ini

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/harapan-terhadap-orang-yang-terperdaya-dengan-firqoh-im-kasus-qatar/

11. Mengenang tulisan saya yang terdahulu mengenai faksi faksi IM

https://kautsaramru.wordpress.com/2016/09/23/faksi-faksi-ikhwanul-muslimin-im/

Itu adalah apa yang pernah saya tulis mengenai faksi-faksi Ikhwanul Muslimin beberapa waktu yang lalu.

Link Republika yang cantumkan di bawah, sayang sekali konten nya sudah dihapus.

Akan tetapi karena Republika hanya me-reproduce wawancara yang dilakukan oleh News Agency El Wathon di Mesir terhadap Kholid Az Za’farani selaku peneliti Ahli mengenai Ikhwanul Muslimin, maka konten aslinya masih bisa dilihat di situs asli El Wathon yang berbahasa Arab.

Lihat : http://m.elwatannews.com/news/details/1311685

Jika misal ingin yang sudah diterjemahkan, maka saya sudah pernah menterjemahkan nya pada buku Free ebook saya berikut ini pada Bab 11, topik ke 29, hal 363 – 369.

Silakan lihat Free ebook tersebut di :
https://kautsaramru.files.wordpress.com/2016/12/meninggalkan-syubhat-dan-kembali-kepada-ilmu-yang-jelas-dan-tegas-mengenai-pemerintahan1.pdf

 

12. Share berita bahwa Rabithah Alam Islami memberhentikan Syaikh Yusuf Al Qordhowy dari keanggotaannya di Al Majma Al Fiqh Al Islami

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10154697301938634&id=683333633

13. Syaikh Yusuf Al Qordhowy

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/syaikh-yusuf-al-qordhowy-qatar/

14. Mauqif (Sikap) Ahlus Sunnah terhadap orang yang menyimpang manhaj nya

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/mauqif-sikap-ahlus-sunnah-terhadap-orang-orang-yang-menyimpang-manhaj-nya-kasus-qatar/

15. Qoul Syaikh Yusuf Al Qordhowy mengenai Qatar dan revolusi Arab Spring

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/bukti-seruan-dan-pujian-syaikh-yusuf-al-qordhowi-terhadap-qatar-dalam-masalah-revolusi-arab-spring/

16. Bersyukur bahwa berbagai gelombang demo angka cantik dulu tidak berhasil ditunggangi agar terjadi revolusi, sebagaimana revolusi Arab Spring

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/teriakan-revolusi-dan-demo-angka-cantik-di-indonesia/

17. Bani Tamim dan Qatar?

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/bani-tamim-dan-qatar/

18. Mengenai pernyataan Al ittihad Al alami lil Ulama’il Muslimin (Persatuan Ulama Islam Internasional)

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/antara-al-ittihaad-al-aalami-li-ulamai-al-muslimin-yusuf-al-qordhowi-dan-qatar/

19. Mengenai dua buah buku kritik terhadap Syaikh Yusuf Al Qordhowy yang pernah saya baca

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/buku-kritik-terhadap-yusuf-al-qardhowy/

20. Kekaguman Syaikh Yusuf Al Qordhowy terhadap hasil pemilu perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu pada tahun 1996

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/kekaguman-syaikh-yusuf-al-qordhowy-terhadap-hasil-pemilu-perdana-menteri-israel-benjamin-netanyahu-pada-tahun-1996/

21. Syaikh Yusuf Al Qordhowy berbicara mengenai ISIS, pemimpinnya Abu Bakar Al Baghdadi, dan hubungannya dengan Ikhwanul Muslimin

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/syaikh-yusuf-al-qordhowy-abu-bakar-al-baghdady-isis-dan-hubungannya-dengan-ikhwanul-muslimin/

22. Penjelasan Syaikh Yusuf Al Qordhowy mengenai hubungan IM dan ISIS yang senada dengan penjelasan Ustadz Syafiq Basalamah

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/hubungan-antara-im-dan-isis-ustadz-syafiq-basalamah/

23. Fir’aun pun juga sok bijaksana injaksini

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/firaun-pun-juga-sok-bijaksana-injaksini/

24. Ibadah yang lebih tinggi nilainya daripada i’tikaf : menjelaskan dan menerangkan kepada umat mengenai Ahlul Bid’ah, pemikirannya, dan firqoh organisasi nya

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/ibadah-yang-lebih-tinggi-nilai-nya-dibandingkan-itikaf-menjelaskan-dan-menerangkan-kepada-ummat-mengenai-para-ahlul-bidah-pemikiran-nya-dan-firqoh-organisasi-nya/

25. Free ebook : Kitab Dakwah Al Ikhwanul Muslimin dalam timbangan Islam

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/kitab-dakwah-al-ikhwanul-muslimin-dalam-timbangan-islam/

26. Qobil membunuh Habil maka bukan berarti mereka tidak bersaudara dan punya hubungan : IM dan ISIS

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/isis-dan-im-saudara-seakar-pemikiran-dan-saudara-historis/

27. IM, Al Qaeda, dan ISIS

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/im-al-qaeda-dan-isis/

28. Dakwah Hizbiyyah dan ambisi kekuasaan “faksi pertama”

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/faksi-politik-im-dan-yang-mengikuti-jalannya/

29. Memahami bagaimana IM bisa bertransformasi menjadi ISIS

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/memahami-bagaimana-im-bisa-bertransformasi-menjadi-isis/

30. Tambahan referensi ilmiah untuk memahami transformasi pemikiran IM ke ISIS

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/buku-islam-radikal-telaah-dari-im-hingga-isis/

31. Ikhwanul Muslimin : Sebuah Catatan Kelam?

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/ikhwanul-muslimin-sebuah-catatan-kelam/

32. Kritik terhadap penyimpangan Syaikh Yusuf Al Qordhowy, dalam masalah toleransi terhadap penyimpangan para Ahlul Bid’ah dan pembiaran untuk tidak meluruskan kebid’ahannya .

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/11/kritik-terhadap-penyimpangan-syaikh-yusuf-al-qordhowy-toleransi-yang-terlalu-berlebihan-terhadap-ahlul-bidah/

33. Hubungan tanpa status di balik tandzim sirriyah

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/11/hubungan-tanpa-status-di-balik-tandzim-sirriyah/

34. Serial Kumpulan Fatwa Syaikh ibn Baz Mengenai Ikhwanul Muslimin – 1

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/11/serial-kumpulan-fatwa-syaikh-ibn-baz-mengenai-ikhwanul-muslimin-1/

35. Serial Kumpulan Fatwa Syaikh ibn Baz Mengenai Ikhwanul Muslimin – 2

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/11/serial-kumpulan-fatwa-syaikh-ibn-baz-mengenai-ikhwanul-muslimin-2/

36. Serial Kumpulan Fatwa Syaikh ibn Baz Mengenai Ikhwanul Muslimin – 3

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/11/serial-kumpulan-fatwa-syaikh-ibn-baz-mengenai-ikhwanul-muslimin-3/

37. Menolak lupa

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/11/menolak-lupa/

38. Ini adalah berita dari CNN, berarti harus langsung ditolak

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10154745241693634&id=683333633

39. Serial Kumpulan Fatwa Syaikh ibn Baz Mengenai Ikhwanul Muslimin – 4

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/11/serial-kumpulan-fatwa-syaikh-ibn-baz-mengenai-ikhwanul-muslimin-4/

40. Serial Kumpulan Fatwa Syaikh ibn Baz Mengenai Ikhwanul Muslimin – 5

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/11/serial-kumpulan-fatwa-syaikh-ibn-baz-mengenai-ikhwanul-muslimin-5/

41. Tulisan ringan : Manhaj Piknik dan atas nama pengalaman dalam sorotan

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/11/tulisan-ringan-manhaj-piknik-dan-atas-nama-pengalaman-dalam-sorotan/

42. Tabaruk dengan bekas peninggalan Nabi pada zaman ini?

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/11/tabaruk-dengan-bekas-peninggalan-nabi-pada-zaman-ini/

43. Semua klaim barang peninggalan Rasulullah, yang mana kadang sering digunakan untuk tabaruk, tidak valid dari kacamata sejarah

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/11/semua-klaim-barang-peninggalan-rasulullah-yang-mana-kadang-sering-digunakan-untuk-tabaruk-tidak-valid-dari-kacamata-sejarah/

44. Serial Kumpulan Fatwa Syaikh ibn Baz Mengenai Ikhwanul Muslimin – 6

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/12/serial-kumpulan-fatwa-syaikh-ibn-baz-mengenai-ikhwanul-muslimin-6/

45. Selayang pandang mengenai sikap hizbiyyah, yang mewajibkan loyal, fanatik, dan patuh tanpa syarat, terhadap Ikhwanul Muslimin.

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/12/contoh-sikap-hizbiyyah-ikhwanul-muslimin/

46. Bekerjasama dengan orang orang Sekuler demi kepentingan Revolusi?

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/12/bekerjasama-dengan-orang-orang-sekuler-demi-kepentingan-revolusi/

47. Serial Kumpulan Fatwa Syaikh ibn Baz Mengenai Ikhwanul Muslimin – 7

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/12/serial-kumpulan-fatwa-syaikh-ibn-baz-mengenai-ikhwanul-muslimin-7/

Advertisements

Memahami bagaimana IM bisa bertransformasi menjadi ISIS

1 Comment

Ustadz Muhammad Arifin Badri membagi IM menjadi 3 faksi aliran :

1. Aliran Hasan al-Banna

Dalam mengembangkan jaringannya, Hasan al-Banna lebih mementingkan terbentuknya suatu jaringan sebesar-besarnya, tanpa perduli dengan perbedaan yang ada di antara mereka.

Kelompok ini senantiasa mendengungkan slogan:

نَجْتَمِعُ عَلَى مَا اتَّفَقْنَا عَلَيْهِ وَيَعْذِرُ بَعْضُنَا بَعْضًا فِيْمًا اخْتَلَفْنَا فِيْهِ

“kita bersatu dalam hal yang sama, dan saling toleransi dalam setiap perbedaan antara kita”.

Tidak mengherankan bila para penganut ini siap bekerja sama dengan siapa saja, bahkan dengan non Muslim sekalipun, demi mewujudkan tujuannya.

Prinsip-prinsip agama bagi mereka sering kali hanya sebatas pelaris dan pelicin agar gerakannya di terima oleh masyarakat luas. Tidak heran bila corak politis nampak kental ketimbang agamis pada kelompok penganut aliran ini.

Karenanya, dalam perkumpulan dan pengajian mereka, permasalahan politik, strategi pergerakan dan tanzhîm sering menjadi tema utama pembahasan. [end of quote]

***
Komentar saya : Aliran hizbiyyah dengan corak politik IM seperti ini, tampaknya yang paling banyak terdapat di Indonesia.

***
2. Aliran Sayyid Quthub

Setelah bergabungnya Sayyid Quthub ke dalam barisan Ikhwânul Muslimîn, terbentuklah aliran baru yang ekstrim pada tubuh Ikhwânul Muslimîn. Pemikiran dan corak pergerakannya lebih mendahulukan konfrontasi. Ia menjadikan pergerakan Ikhwânul Muslimîn terbelah menjadi dua aliran.

Melalui berbagai tulisannya Sayyid Quthub menumpahkan ideologi ekstrimnya. Tanpa segan-segan ia mengkafirkan seluruh pemerintahan umat Islam yang ada, dan bahkan seluruh lapisan masyarakat yang tidak sejalan dengannya.

Karenanya ia menjuluki masjid-masjid umat Islam di seluruh penjuru dunia sebagai “Tempat peribadatan jahiliyyah. [end of quote]

***
Komentar saya : Aliran Sayyid Quthb ini adalah aliran prototype ideologi Takfir, yang kemudian akan dikembangkan lagi oleh aliran ketiga.

***
3. Aliran Muhammad Surûr Zaenal Abidin

Setelah pergerakan Ikhwânul Muslimîn mengalami banyak tekanan di negeri mereka, yaitu Mesir, Suria, dan beberapa negeri Arab lainnya, mereka berusaha menyelamatkan diri.

Negara yang paling kondusif untuk menyelamatkan diri dan menyambung hidup ketika itu ialah Kerajaan Saudi Arabia. Hal itu itu karena penguasa Kerajaan Saudi saat itu begitu menunjukkan solidaritas kepada mereka yang ditindas di negeri mereka sendiri.

Lebih dari itu, pada saat itu kerajaan Saudi sedang kebanjiran pendapatan dari minyak buminya, mereka membuka berbagai lembaga pendidikan dalam berbagai jenjang, sehingga mereka kekurangan tenaga pengajar. Jadi, keduanya saling membutuhkan.

Untuk itu, mereka diterima dengan dua tangan terbuka oleh otoritas Pemerintah Saudi Arabia. Selanjutnya, mereka pun dipekerjakan sebagai tenaga pengajar di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di sana.

Di sisi lain, Pemerintah Mesir, Suria dan lainnya merasa terbebaskan dari banyak pekerjaannya. Mereka tidak berkeberatan dengan sikap Pemerintah Saudi Arabia yang memberikan tempat kepada para pelarian Ikhwânul Muslimîn, sebagaimana ditegaskan oleh Pangeran Nayif bin Abdul Azîz di atas.

Selama tinggal di Kerajaan Saudi Arabia inilah, beberapa tokoh gerakan Ikhwânul Muslimîn berusaha beradaptasi dengan paham yang diajarkan di sana.

Sebagaimana kita ketahui, Ulama’-Ulama’ Saudi Arabia adalah para penerus dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhâb rahimahullah yang anti-pati dengan segala bentuk kesyirikan dan bid’ah.

Sehingga, selama mengembangkan pergerakannya, tokoh-tokoh Ikhwânul Muslimîn turut menyuarakan hal yang sama. Hanya dengan cara inilah mereka bisa mendapatkan tempat di masyarakat setempat.

Inilah faktor pembeda antara aliran ketiga dari aliran kedua, yaitu adanya sedikit perhatian terhadap tauhid dan sunnah. Walaupun pada tataran aplikasinya, masalah tauhid acap kali dikesampingkan dengan cara membuat istilah baru yang mereka sebut dengan tauhîd hakimiyyah. [end of quote]

***
Komentar saya : Aliran Muhammad Surur atau yang yang lebih dikenal dengan Sururiyah ini, adalah tahap awal dari transformasi aliran Takfir dan aliran politik IM.

Yang semula hanya bersumber kepada Hasan Al Banna dan Sayyid Quthb, berubah menggunakan pondasi kedok qoul Ibnu Taimiyyah, Kitab kitab Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dan fatwa para ulama Najd yang sesuai dengan kepentingan mereka.

Hasan Al Banna dan Sayyid Quthb tetap dihormati, namun qoul mereka sudah tidak begitu signifikan lagi digunakan karena kurang ilmiah. Pelintiran pelintiran dari qoul Ibnu Taimiyyah, Kitab kitab Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dan fatwa para ulama Najd yang umumnya digunakan.

***
Sumber : https://muslim.or.id/2492-siapakah-tokoh-di-balik-radikalisme-dan-terorisme.html

***
Analisa :
Dengan adanya aliran sesat ketiga ini, IM jadi memiliki senjata baru.

Dari sinilah muncul istilah Salafi Haroki dan Salafi Jihadi.

Sangat disayangkan, niat baik Saudi ternyata malah berbalik merugikan diri mereka sendiri.

Perkembangan selanjutnya muncullah juga semacam Al Qoidah, Al Jamaah Al Islamiyyah , dan ISIS. Yang mana mereka menggunakan qoul Ibnu Taimiyyah, Kitab kitab Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dan fatwa para ulama Najd untuk membenarkan ideologi takfir dan terorisme mereka.

Dari sini kita lihat urutan pewarisan dan modifikasi pondasi pemikiran Takfir dan terorisme IM adalah sebagai berikut :

1. IM aliran Hasan Al-Banna
Mewariskan manhaj hizbiyyah terhadap semua organisasi pergerakan.

2. IM aliran Sayyid Quthb
Mewariskan prototipe pemikiran takfir dan terorisme yang masih belum sempurna, dan masih kurang memiliki “syubhat ilmiah”.

3. IM aliran Sururiyah
Menyempurnakan pemikiran takfiri dan terorisme dengan berdasarkan “cherry picking” qoul Ibnu Taimiyyah, Kitab kitab Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dan fatwa para ulama Najd untuk membenarkan ideologi takfir dan terorisme mereka.

Semua aliran itu saling melengkapi dan berkolaborasi, hingga muncullah organisasi organisasi baru yang melepaskan diri dari IM seperti Al Qoidah (Al Qaeda). Al Qaeda nanti juga akan pecah lagi menjadi ISIS.

Aliran resmi IM umumnya masih berkiblat ke aliran Hasan Al banna. Namun pengaruh aliran IM yang lain juga ikut mewarnai.

****

Tanya :

apa yang menyebabkan mereka mudah mengkafirkan?

Jawab :

“Gemes” sama pemerintah dan ingin menjatuhkan nya

Tanya :

Kenapa femikiran mereka begitu mudah ya masuk ke kampus kampus ,bagaimana ustad?

Jawab :

Karena mereka senantiasa menempatkan personil personil mereka di tempat tempat strategis, termasuk kampus.

Sehingga “agent” mereka memperlancar akses untuk masuk ke berbagai tempat yang ingin “dikuasainya”.

Lihat juga penjelasan saya yang terdahulu :

https://kautsaramru.wordpress.com/2017/10/03/faksi-politik-im-dan-yang-mengikuti-jalannya/

Komentar :

Dan tmbhan lg ustadz.. Krn mereka ktika menjaring anggota baru (yaitu para mahasiswa br) mereka tdk mengenalkan identitas asli mereka.. mereka hny blg ini lembaga dakwah.. adk adk mhsswa br pgn Join biasanya pgn belajar agama… Stlh 2-3 thn akhire adk adk ini br sadar kog lama lama msk k partai.. bbrp ada Keluar, bbrp ada yg sdh pw..
.
Klo dr awal mereka mgtkan bhw mreka dr partai x, tentu mahasiswa br tdk trtarik

Jawab :

Jenjang anggota IM itu bertahap, yang pendukung atau rekrutmen baru itu masuk sebagai anggota liqo.

Nanti kalau loyal, Hizbi, dan melewati proses seleksi, bisa diangkat menjadi anggota inti alias anggota usrah.

Usrah artinya keluarga. Sudah dianggap sah masuk anggota mafia underground jadinya

Komentar :

Betul semua itu..ya kaya gtu di kampus2, kalo dari awal bilg kami partai x, dan background kami mafia underground yg menggurita di sono sini ya dah ilfill tuh maba

Komentar :

Ana kenal dr sma kuliah juga ikut mentoring… Alhamdulillh kerja ketemu kajian sunnah..

Komentar :

Klik aja dgn darah muda, ideologi pergerakan mereka kan sesuai dgn jiwa muda yg menggebu2

Komentar :

Karena cocok sama jiwa muda yg berapi-api, sok kritis dan mudah berontak

***

Tanya :

Selama ini, saya kira Pak Surur itu Salafiyun yg kemakan fahamnya Sayyid Quthb
Ternyata kebalik ya, beliaunya Quthbiyyun yg terms ngaruh salafy

Jawab :

Muhammad Surur itu Petinggi IM wilayah Syria yang melarikan diri ke Saudi, terus hijrah lagi ke Inggris

Lihat : https://en.m.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Surur

***

Tanya :

Kalau hari ini IM nggak dikasih tempat di Arab Saudi, wajar.. dulu terusir, ditampung, malah bertingkah.. bikin ulah..

Apakah ada kritikan mereka terhadap Qatar sebagaimana kritikan kepada Arab Saudi? Hubungan Qatar Amerika? Pangkalan militer Amerika ?

Jawab :

Selama menguntungkan dan membantu perjuangan qiyadah, maka ya harus dipuji puji dan dibela mati matian donk.

Nanti kalau sudah nggak menguntungkan, boleh deh dikritik

***

Tanya :

Yusuf Qaradhawi aliran yg mana ustadz?

Jawab :

Aliran Hasan Al Banna kecenderungan nya saya lihat.

Tapi beliau pro revolusi dan yang menyuruh secara terang terangan di talkshow acara TV, untuk membunuh Khadafi ketika ada kekacauan Libya waktu Arab Spring

***

Komentar :

Baru ngerti… salafi haroki dan salafi jihadi ternyata munculnya dari itu2 juga. Syukron tadz… baarokallohu fiik.

Kritik terhadap lomba cepat cepatan dan banyak banyakan khatam Al Qur’an di bulan ramadhan

Leave a comment

Membaca Al Qur’an sambil difahami dan ditadaburi maknanya itu sebenarnya jauh lebih ditekankan dan jauh lebih diperintahkan oleh Allah, dibandingkan dengan hanya sekedar membaca Al Qur’an tanpa mengetahui maknanya.

Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman,

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quraan ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad [48] : 24)

Banyak ayat-ayat yang semisal dengan ini.

***
Ini bukan berarti membaca Al Qur’an tanpa mengetahui maknanya itu tidak boleh dan tidak berpahala.

Membaca Al Qur’an tanpa faham maknanya itu tetap boleh, merupakan ibadah, dan berpahala.

Akan tetapi membaca Al Qur’an dengan mengetahui maknanya itu, sebenarnya jauh lebih lezat, jauh lebih indah, dan jauh lebih memberikan bekas di hati bagi orang yang membacanya.

Pahalanya juga insya Allah lebih besar dibandingkan dengan hanya sekedar baca tanpa memahami artinya.

Maka dari itu karena kita ini orang Ajam (non Arab), kita sebaiknya jangan lomba cepat cepatan dan banyak banyakan khatam Al Qur’an di bulan ramadhan ini.

Baca tidak perlu ngebut ngebut, tapi yang penting itu sambil difahami artinya. Syukur syukur bisa sekalian mengambil ilmu dari situ, maka itu lebih utama bagi kita.

Maka dari itu, mari kita coba rubah dulu paradigma kita.

Sururiyun : Perang Teluk 1990-1991

Leave a comment

Apa yang terjadi setelah perang teluk 1990-1991, fitnah invasi Saddam Husain ke Kuwait?

Quote :

Muhammad Mis’ary berkata, “Pendapatku pribadi bahwa Syaikh Ibnu Bazz telah sampai pada fase kerusakan akal karena usia tua… tetapi aku tidak melihat kufur bawwah (nyata) padanya…” (pernyataan Lajnah Difa’ ‘An Huquq Syar’iyyah, London kamis 22/10/1415 H bertepatan dengan 23/3/1995 M).

Salman Al-Audah menuduh para ulama saudi seperti Syaikh bin Baz dan Syaikh Al-Utsaimin bukanlah rujukan ilmiah yang shahih dan terpercaya. (Majalah Al-Ishlah Al-Imaratiyyah edisi 223-228/ 1-3/12/1992 hal. 11).

Safar Al-Hawaly menuduh para ulama Saudi Seperti Syaikh Ibnu Baz dan Syaikh Utsaimin tidak mengerti waqi’ (Realita umat) (kaset Fafirru II).

Abdurrahman Abdul Khaliq mengatakan bahwa Syaikh Al-Allamah Al-Mufassir Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithy adalah perpustakaan yang berjalan tetapi sudah usang cetakannya sehingga perlu direvisi! (Khuthuth Raisiyyah Liba’tsil Ummah Islamiyyah hal. 78 sebagaimana dalam jama’ah wahidah hal. 41 oleh Syaikhuna Al-Allamah Rabi’ bin Hadi Al Madkhali). Abdurrahman Abdul Khaliq mengatakan bahwa ulama Salafiyyin adalah ulama haidh dan nifas. (Khuthuth Raisiyyah Liba’tsil Ummah Islamiyyah hal. 40).

***
Quote :

Sarana-Sarana Sururiyyah

Kelompok ini memiliki tiga sarana utama untuk melariskan pemikiran mereka, tiga sarana ini adalah:

Pertama, Manhaj Muwazanah,

yaitu manhaj yang mengharuskan bagi siapa saja yang mengkritik kesalahan person, tulisan ataupun kelompok untuk menyebutkan kebaikan dan kejelekannya secara bersamaan, karena ini adalah sikap yang adil menurut mereka. (Masalah ini telah kami bahas dalam Majalah Al-Furqon edisi 8 th. III hal 29-30 dengan judul “Ketimpangan Manhaj Muwazanah”).

Kedua, Fikih Waqi’,

yaitu fikih politik barat, dan memahami program rahasia mereka terhadap islam dan kaum muslimin. Tujuan pencetusan fikih waqi’ ini adalah mengangkat orang-orang barisan mereka ke barisan para ulama dan sekaligus merendahkan citra para ulama dengan slogan ini, yakni para ulama tersebut tidak memahami waqi’ (Masalah ini juga telah kami bahas dalam majalah Al-Furqon Edisi 10 th. III hal. 22-26 dengan judul “Fiqh Waqi/pemahaman Realita”).

Ketiga, tatsabut,

yaitu mengelabui umat bahwa mereka adalah orang-orang yang selalu meneliti dengan cermat semua berita-berita yang sampai, dengan cara ini mereka melariskan pemikiran-pemikiran mereka dan menghindar dari segala macam bantahan dan kritikan kepada mereka. Sarana ini digunakan mereka sebagai senjata pembelaan dan sekaligus senjata untuk menyerang, senjata untuk membela pemikiran-pemikiran, perkataan-perkataan, dan perbuatan-perbuatan mereka, dan sekaligus menyerang siapa saja yang mengkritik dan menjelaskan kesalahan mereka.

***
Quote :
Kelompok Sururiyyah adalah para “da’i politik”, maka perkataan-perkataan dan sikap-sikap mereka penuh kontradiksi sebagaimana para politikus pada umumnya, di antara kontradiksi mereka adalah:

1. Mereka melarang pemerintah Saudi Arabia meminta-minta bantuan orang-orang musyrik untuk menahan kebrutalan Saddam Husein, kemudian mereka mengatakan boleh meminta bantuan kepada kaum Rafidhah dan komunis untuk menahan Kabul dari serangan Amerika!!!

2. Mereka melarang orang-orang Kuwait meminta bantuan orang-orang musyrik untuk mengusir dan mengeluarkan Saddam Husein yang menduduki Kuwait, kemudian mereka membolehkan diri-diri mereka meminta suaka politik ke negeri kafir, bahkan kemudian bermukim di negeri kafir, bahkan dengan resmi menjadi warga negara kafir!

3. Mereka menyerukan keadilan terhadap semua makhluk, termasuk kaum komunis dan syaitan, dan mewajibkan untuk menyebutkan kebaikan dan keburukan mereka, tetapi hal ini tidak mereka lakukan terhadap para ulama-ulama Salafiyin yang berseberangan dengan mereka, mereka cela para ulama Salafiyin dan mereka juluki dengan julukan-julukan yang keji.

Sumber: https://muslim.or.id/268-waspadailah-fitnah-sururiyyah.html

Ebook : Meninggalkan Syubhat dan Kembali kepada Ilmu yang jelas dan tegas mengenai Pemerintahan

Leave a comment

Alhamdulillaah, bi idznillah Free Ebook kami yang terbaru sudah selesai kami kerjakan. ebook ini berjudul :

“Meninggalkan Syubhat dan Kembali Kepada Ilmu yang Jelas dan Tegas Mengenai Pemerintahan yang Dipimpin Seorang Muslim Pada Zaman ini. Yang mana pemerintahan dan sistemnya dipenuhi dengan ketidak idealan, kedzoliman, dan kekufuran”

Silakan download di sini :

https://kautsaramru.files.wordpress.com/2016/12/meninggalkan-syubhat-dan-kembali-kepada-ilmu-yang-jelas-dan-tegas-mengenai-pemerintahan1.pdf

***

Berikut adalah sedikit pengantar dari kami mengenai buku ini :

Pembuatan buku ini mulai terpikir ketika saya hampir menyelesaikan tulisan berseri saya yang berjudul :
“Syubhat perlawanan dan pemberontakan kepada pemerintah yang dzolim atas nama sejarah dan fitnah yang menimpa sebagian Salaf”.

Ketika itu saya berpikir, alangkah baiknya jika tulisan berseri ini saya kumpulkan menjadi satu buku dengan digabungkan dengan tulisan-tulisan saya yang lain yang memiliki kaitan tema yang sama, yang dulu pernah saya tulis. Berikut juga sebagian tulisan asatidz yang bermanfaat yang pernah saya ikut menshare nya.

Atas dasar pemikiran itu maka saya mulai “bongkar-bongkar” dan menyusun ulang tulisan-tulisan saya terdahulu, berikut juga sebagian tulisan asatidz yang bermanfaat yang pernah saya ikut menshare nya, untuk dijadikan sebuah buku berupa free ebook yang insya Allah semoga bermanfaat.

Buku ini kemudian saya berikan judul :
“Meninggalkan Syubhat dan Kembali Kepada Ilmu yang Jelas dan Tegas Mengenai Pemerintahan yang Dipimpin Seorang Muslim Pada Zaman ini. Yang mana pemerintahan dan sistemnya dipenuhi dengan ketidak idealan, kedzoliman, dan kekufuran”

Dari penelusuran tulisan saya yang terdahulu, dan juga sebagian tulisan asatidz yang bermanfaat, saya kemudian menetapkan 14 bab yang relevan dan sesuai alur pemahamannya dengan tema dari judul buku ini. Untuk kemudian saya turunkan tulisan-tulisan yang sesuai dengan bab tersebut.

Ketiga belas bab yang saya susun dalam buku ini adalah :
1. Dalil-dalil yang jelas dan tegas mengenai pemerintahan Islam yang jaa-ir (Bengkok. Yakni tidak adil, sewenang-wenang, dan dzolim)

2. Syubhat perlawanan dan pemberontakan kepada pemerintah yang dzolim atas nama sejarah dan fitnah yang menimpa sebagian Salaf

3. Bahaya faham pengkafiran dan fanatisme golongan Jama’ah akibat salah memahami Hadits masalah Bai’at

4. Bagaimana cara pemimpin terpilih dalam pandangan Syariat Islam dan Manhaj Salaf

5. Hubungan dakwah Islam berdasarkan manhaj Salaf dengan Politik

6. Teori konspirasi bukanlah dasar untuk memahami agama

7. Perincian masalah berhukum tidak dengan hukum Allah, Undang-undang buatan, dan konstitusi

8. Memelintir perkataan umum ulama untuk menghukumi masalah khusus

9. Tuduhan Murji’ah

10. Menjelaskan faham-faham kufur dan bid’ah yang masuk ke dalam pemerintahan dan masyarakat

11. Haroki, Takfiri, Khowarij, dan Terorisme

12. Pluralisme Manhaj, manhaj muwazanah, Hizbiyyah, dan polemik Ukhuwah

13. Serial Logical Fallacy (Kesalahan logika atau gagal faham) yang digunakan sebagai alasan untuk menolak Sunnah

14. Kemudahan dalam memahami Agama dengan berdasarkan Sunnah dan manhaj Salaf

Pembagian empat belas bab diatas kiranya cukup mewakili judul yang diketengahkan, dan –insya Allah- semoga buku ini ringan serta mudah untuk difahami.

Diperkenankan untuk men-share free ebook ini, kepada orang yang antum rasa memerlukan ilmu atau nasehat seputar masalah ini.

Kami sendiri menyadari besarnya fitnah yang menimpa ummat seputar masalah ini, dan pentingnya ummat untuk meninggalkan syubhat serta kembali kepada Ilmu yang jelas dan tegas. Yakni kembali kepada sunnah Rasulullah shalalloohu ‘alaihi wa sallam, dan mengikuti manhaj Salaf yang dipraktekkan oleh para Sahabat beserta orang-orang yang mengikuti mereka dengan Ihsan.

Semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua, dan dapat menjadi pemberat amal timbangan kami di akhirat kelak. Baarokalloohu fiik

Tangerang Selatan dan Jakarta, akhir Desember 2016 M / Robi’ul Awwal 1438

Abu Maryam Kautsar Amru bin Syamsudin bin Muhammad Ja’far

Ketika Ummat sudah mulai berbondong bondong mengikuti Manhaj Salaf, dan Haroki ingin meraih jumlah massa yang sangat banyak dan belum matang Aqidah nya itu

Leave a comment

Bagi yang pernah baca buku Madarikun Nadzor fis Siyasah (Pandangan Tajam Terhadap Politik) tulisan Syaikh Abdul Malik Romadhon Al Jazairi, berikut juga ibroh kejadian di Aljazair sebagai negara asal sang penulis.

Maka antum pasti faham akan apa yang ditulis oleh Wikipedia, mengenai Partai FIS yang ada di Aljazair ini.

***
Copas from Wikipedia :

Sampai tahun 1988, satu-satunya parpol di Aljazair ialah partai pemerintah, FLN. Setelah terjadi pemberontakan dan penentangan terhadap pemerintahan dan FLN, Presiden Aljazair saat itu Chadli Bendjedid, yang notabene merupakan Sekretaris Jenderal FLN, melakukan reformasi dengan mengizinkan berdirinya berbagai parpol baru. Pada 1989 berdirilah FIS atas desakan masyarakat yang mayoritas Muslim. Mereka kecewa sebab satu-satunya partai yang dibentuk pada masa Presiden Boumedienne yakni FLN yang berasaskan sekuler gagal mewujudkan kemajuan.

Sebagai parpol Islam wajarlah FIS kemudian mengangkat isu seputar Islam. FIS menyodorkan program-program yang memikat simpati masyarakat Aljazair seperti ekonomi kerakyatan, mendukung terwujudnya kehidupan yang lebih Islami, demokratisasi, dan pemerintahan yang lebih dekat kepada Daulah Islam dibanding Barat.

Dalam waktu yang singkat FIS berhasil menarik simpati masyarakat Aljazair yang mayoritas Islam. Hasilnya pada pemilu putaran pertama 20 Juni 1991, FIS memenangkan 54% suara dan mendapat 188 (81%) kursi di parlemen. Umat Islam Aljazair menyambut gembira kemenangan ini dan berharap FIS memenangkan pemilu putaran kedua. Sesuai dugaan, pada pemilu putaran kedua Desember 1991, FIS menang besar.

Kemenangan FIS pada pemilu putaran I dan II menunjukkan jika rakyat Aljazair menginginkan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan Islami.

Diawali 11 Januari 1992 saat Presiden Chadli Benjedid mengundurkan diri setelah partainya keok dalam pemilu atas desakan sebagian anggota kabinetnya, terutama pihak militer.

Mereka tak rela jika sebuah parpol Islam memimpin di sana sebab membahayakan kedudukannya. Kemudian penguasa militer membubarkan parlemen Aljazair dan membatalkan hasil pemilu.

Lalu militer melalui Mohammed Boudiaf mendirikan Dewan Tinggi Negara yang menjalankan pemerintahan sementara dan menyatakan Aljazair dalam keadaan darurat. Dewan Tinggi Negara ini menjadi penguasa baru Aljazair. Pengadilan yang direkayasa memberangus FIS dan menjadikannya sebagai parpol terlarang, ribuan orang baik anggota maupun pendukungnya ditangkap, dipenjara, dan sebagian lainnya ditindas, dianiaya, hingga dibunuh.

Pemimpin FIS Abassi Madani dan Ali Belhadj dipenjarakan. Namun akhirnya Mohammed Boudiaf tewas di tangan Letnan Mohammed Bumaaraf yang berusia 26 tahun.

Lihat : https://id.m.wikipedia.org/wiki/FIS

***

Kalau misal belum faham, maka silakan download dan baca bukunya dulu di sini.

Lihat : https://drive.google.com/file/d/0B5IPsHNYkn4rdWpoWjRXdHRQVlU/view

Buku fenomenal, terjemahan dari madarikun nadzor fis siyasah jilid 1. Ini file bentuk djvu, harap install juga aplikasi yang bisa membaca file djvu

 

Pencela Utsman bin Affan dari kalangan penulis kontemporer

Leave a comment

Prof Ali Ash Shollabi telah mendaftar deretan nama buku dan penulis kontemporer yang mengalami kesalahan dalam membahas sejarah Kholifah Utsman, hingga memberikan kesimpulan yang mendiskreditkan Kholifah Utsman.

Beliau sendiri telah membantah dan menjelaskan analisa analisa penulis kontemporer yang mendiskreditkan Kholifah Utsman itu, pada buku beliau yang lain “Utsman bin Affan” yang khusus menjelaskan mengenai sejarah Utsman bin Affan.

*Foto ini diambil dari buku beliau “Muawiyah bin Abi Sufyan”

pencela-utsman-dari-penulis-kontemporer

Older Entries