Samahatu Al ‘Allamah Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz -rahimahullaah- ditanya tentang “Al-Ikhwanul Muslimun” pada majalah “Al-Majallah” edisi (806), tanggal 25 Shafar 1416 H (hlm. 24) [sekitar tahun 1995 M -pent].

Berikut adalah pertanyaannya.

*
Soal ke 28 dari tanya jawab yang dilakukan majalah “Al-Majallah” kepada Syaikh ibn Baz.

Soal :

Samahatusy Syaikh, Harokah (organisasi pergerakan Islam) “Al-Ikhwan Al-Muslimin” telah masuk ke Mamlakah (kerajaan Saudi Arabia) sejak beberapa periode waktu yang lalu.

Dan Ikhwanul Muslimin itu memiliki kegiatan yang penuh semangat, yang nampak di antara kalangan para penuntut ilmu.

Bagaimana pendapat anda tentang Harakah Ikhwanul Muslimin ini? Dan seberapa jauh kesesuaian Harokah Ikhwanul Muslimin ini dengan Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah?”

[exodus IM masuk ke Saudi mulai pada awal tahun 50 – an, ditampung oleh Saudi pasca pembunuhan perdana menteri Mesir Mahmud an-Nukrashi Pasha oleh anggota IM. Satu setengah bulan kemudian, pembunuhan itu dibalas dengan pembunuhan misterius kepada Hasan Al-Banna pada tahun 1948 -pent]

*
Jawab :

Harokah Ikhwanul Muslimin telah dikritik oleh para kalangan khowash (kalangan yang khusus meneliti mengenai masalah IM) dari para Ahli Ilmu (Ulama);

Ikhwanul Muslimin dikritik karena mereka tidak memiliki semangat untuk melakukan kegiatan dakwah kepada tauhid (secara hakiki), tidak mengingkari kesyirikan, dan tidak mengingkari berbagai macam kebid’ahan.

Ikhwanul Muslimin memiliki wasilah dan cara khusus tersendiri dalam dakwah mereka [umumnya hanya berfokus kepada sekitar politik, kekuasaan, dan teori konspirasi – pent].

Yang mana wasilah dakwah mereka ini, menyebabkan mereka hanya memiliki sedikit semangat dan kegiatan mereka untuk berdakwah kepada Allah.

[Berdakwah kepada Allah dalam arti yang sebenarnya. Murni hanya membahas masalah agama, dengan tanpa tendensi politik kekuasaan- pent].

Dan metode wasilah khusus mereka itu juga, mengakibatkan tiadanya pengarahan bimbingan menuju kepada aqidah yang Shohih, sebagaimana ini yang seharusnya Ahlus Sunnah wal Jama’ah lakukan dalam dakwahnya .

Maka sepatutnya bagi Ikhwanul Muslimin untuk memiliki perhatian kepada dakwah Salafiyyah.

Baik itu dalam dakwah untuk mentauhidkan Allah dengan sebenar benar makna Tauhid. Melakukan dakwah pengingkaran terhadap peribadahan kepada kuburan. Mengingkari ketergantungan kepada orang-orang yang sudah mati. Terhadap ibadah istighatsah (meminta tolong saat tertimpa musibah) kepada penghuni kuburan, seperti istighotsah yang dilakukan kepada kuburan Al Husain, Al Hasan, Al Badawy, dan yang semisalnya.

Wajib bagi mereka Ikhwanul Muslimin untuk memiliki perhatian dan memulai dakwah mereka terhadap perkara yang sangat prinsip dan mendasar ini. Yakni berdakwah kepada makna dari kalimat Laa ilaaha illallaah (Tidak ada yang berhak untuk disembah dan diibadahi dengan cara peribadahan dan penyembahan yang hak, kecuali Allah semata), karena ini merupakan pokok dasar agama.

Dan inilah juga apa yang mula mula pertama kali didakwahkan oleh Nabi Muhammad Shalalloohu alaihi wa sallam ketika berada di Mekkah, yakni berdakwah untuk mentauhidkan Allah dengan sebenar benar tauhid.

Kebanyakan para Ulama mengkritik Ikhwanul Muslimin karena masalah ini, yaitu karena :

– Tidak adanya semangat dan perhatian khusus untuk berdakwah mentauhidkan Allah semata saja [karena sibuk berfokus kepada agenda politik, kekuasaan, dan konspirasi – pent], dan berdakwah untuk mengikhlashkan ibadah agar murni hanya diserahkan kepada-Nya saja.

– Tidak adanya pengingkaran kepada kebid’ahan akan suatu hal yang diada adakan oleh orang-orang bodoh, adanya semangat dan perhatian khusus untuk berdakwah mentauhidkan Allah semata saja [karena sibuk berfokus kepada agenda politik, kekuasaan, dan konspirasi – pent], dan berdakwah untuk mengikhlashkan ibadah agar murni hanya diserahkan kepada-Nya saja.

– Tidak adanya pengingkaran kepada kebid’ahan akan suatu hal yang diada adakan oleh orang-orang bodoh, seperti menggantungkan (nasib diri mereka) kepada orang-orang yang telah mati, ber-istighatsah kepada kuburan orang yang telah mati tersebut, bernadzar kepada orang orang mati, dan melakukan penyembelihan bagi orang orang penghuni kubur yang telah meninggal itu. Ini karena semua hal itu adalah syirik besar [yang harus diingkari dan didakwahi – pent] .

Para Ulama juga mengkritik Ikhwanul Muslimin karena mereka tidak memiliki perhatian kepada Sunnah :
– Baik itu dalam masalah mengikuti Sunnah,

– Dalam masalah tiadanya perhatian mereka terhadap hadits Nabi yang mulia,

– Dan tiadanya perhatian terhadap segala sesuatu yang para Salaful Ummah berada di atasnya, di dalam masalah hukum hukum syariat.

[Salaful Ummah yakni pendahulu Ummat dari kalangan Sahabat, Tabi’in, dan Tabiut Tabi’in – pent]

Dan masih banyak lagi yang saya dengar, berkenaan dengan kritik yang diberikan oleh saudara kami para ulama kepada Ikhwanul Muslimin.

Kita meminta kepada Allah agar Dia memberikan taufik kepada Ikhwanul Muslimin, dan agar Dia memberikan bantuan supaya Ikhwanul Muslimin dapat memperbaiki kondisi mereka [yang dikritik oleh para ulama itu -pent].

****
Soal jawab dengan majalah “Al-Majallah” ini juga dimuat dalam situs resmi Syaikh ibn Baz. Lihat pada tanya jawab no 28 :

http://www.binbaz.org.sa/life-article/268/139

Dimuat juga di dalam situs resmi Darul Ifta Saudi Arabia. Lihat :

http://www.alifta.net/Fatawa/fatawaChapters.aspx?languagename=ar&View=Page&PageID=973&PageNo=1&BookID=4

***
Transkrip teks Arab asli :

فتوى الشيخ عبدالعزيز بن باز :
سئل الشيخ عبد العزيز بن عبد الله بن باز -رحمه الله تعالى -عن (الإخوان المسلمون) في مجلة المجلة العدد (806) تاريخ :25/2/1416(ص24) ، وهذا نص السؤال و

س28 : سماحة الشيخ حركة ( الإخوان المسلمين ) دخلت المملكة منذ فترة وأصبح لها نشاط واضح بين طلبة العلم ، ما رأيكم في هذه الحركة؟ وما مدى توافقها مع منهج السنة والجماعة؟

ج28 : حركة الإخوان المسلمين ينتقدها خواص أهل العلم؛ لأنه ليس عندهم نشاط في الدعوة إلى توحيد الله إنكار الشرك وإنكار البدع ، لهم أساليب خاصة ينقصها عدم النشاط في الدعوة إلى الله ، وعدم التوجيه إلى العقيدة الصحيحة التي عليها أهل السنة والجماعة . فينبغي للإخوان المسلمين أن تكون عندهم عناية بالدعوة السلفية ، الدعوة إلى توحيد الله ، وإنكار عبادة القبور والتعلق بالأموات والاستغاثة بأهل القبور كالحسين أو الحسن أو البدوي ، أو ما أشبه ذلك ، يجب أن يكون عندهم عناية بهذا الأصل الأصيل ، بمعنى لا إله إلا الله ، التي هي أصل الدين ، وأول ما دعا إليه النبي صلى الله عليه وسلم في مكة دعا إلى توحيد الله ، إلى معنى لا إله إلا الله ، فكثير من أهل العلم ينتقدون على الإخوان المسلمين هذا الأمر ، أي : عدم النشاط في الدعوة إلى توحيد الله ، والإخلاص له ، وإنكار ما أحدثه الجهال من التعلق بالأموات والاستغاثة بهم ، والنذر لهم والذبح لهم ، الذي هو الشرك الأكبر ، وكذلك ينتقدون عليهم عدم العناية بالسنة : تتبع السنة ، والعناية بالحديث الشريف ، وما كان عليه سلف الأمة في أحكامهم الشرعية ، وهناك أشياء كثيرة أسمع الكثير من الإخوان ينتقدونهم فيها ، ونسأل الله أن يوفقهم ويعينهم ويصلح أحوالهم

Advertisements