Jika kita sedang membaca Al Qur’an, baik sambil i’tikaf ataupun tidak sambil i’tikaf, dan kita dalam keadaan ngantuk baca salah salah.

Maka sebaiknya hentikan dulu baca Al Qur’an nya. Istirahat dulu atau tidur dulu asal jangan bablas, maka itu lebih baik.

Kalau minum kopi membantu, maka silakan minum kopi. Tapi kalau itu tidak bisa membantu, dan baca masih salah salah karena ngantuk. Maka tidur dulu saja sebentar.

Sejam dua jam tidur, lalu segar dan baca Al Qur’an lancar tidak salah salah. Maka itu lebih bagus dibandingkan dipaksakan sambil salah salah bacanya.

***
Apa dalilnya?
Dalilnya adalah mafhum daripada hadits berikut ini.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ يُصَلِّى فَلْيَرْقُدْ حَتَّى يَذْهَبَ عَنْهُ النَّوْمُ ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا صَلَّى وَهُوَ نَاعِسٌ لاَ يَدْرِى لَعَلَّهُ يَسْتَغْفِرُ فَيَسُبَّ نَفْسَهُ
“Jika salah seorang di antara kalian sholat dalam keadaan mengantuk. Maka hendaklah ia tidur terlebih dahulu hingga hilang ngantuknya.

Karena jika salah seorang di antara kalian tetap shalat dalam keadaan mengantuk, ia tidak akan tahu, mungkin ia bermaksud meminta ampun tetapi ternyata ia malah mencela dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 212 dan Muslim no. 786).

Hadits ini maksudnya adalah sholat malam yang dilakukan seorang diri. Adapun jika dalam sholat tarawih berjamaah, asalkan kita hanya makmum, maka tidak mengapa sholat sambil ngantuk ngantuk. Yang penting imamnya nggak ngantuk.

Illat dari larangan hadits itu adalah bacaan yang salah karena mengantuk. Dan illat ini bisa juga dibawa untuk masalah membaca Al Qur’an secara umum.

Karena kalau salah baca, maka itu bisa merubah arti. Dan ini fatal.

Jadi ibadah itu sewajarnya saja. Jangan khawatir ada waktu yang terbuang gara gara tidur sejenak.

Yang namanya ibadah dan amal sholeh itu jika dia ada suatu halangan atau udzur syar’i, padahal kita sangat ingin melakukannya. Maka kita tetap akan mendapatkan pahala seperti seakan akan kita melakukan nya.

Inilah keluasan daripada syariat Islam. Alhamdulillah