Akhir ramadhan ini kita sibuk i’tikaf, alhamdulillah. Tapi jangan lupa, bagi yang mampu persiapkan untuk zakat fithri nya juga ya.

Saya sudah pernah menulis berbagai macam masalah fiqh dan hikmah berkaitan dengan zakat fitri ini. Silakan lihat Free ebook saya pada halaman 194-218.

Cukup detail, insya Allah. Silakan merujuk ke sana jika berkenan.

Silakan unduh di :

https://kautsaramru.files.wordpress.com/…/ebook-hadiah-dan-…

***

Tanya :

apakah zakat fitri itu hanya untuk fakir miskin?
Dikampung saya zakat fitri dibagi utk fakr miskin, amil, dll
Bolehkah?

Jawab :

Para ulama berbeda pendapat mengenai siapakah zakat fitri ini diberikan.

Jumhur berpendapat untuk 8 asnaf, sama seperti halnya pembagian zakat seperti biasa.

Sedangkan ulama lain seperti Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qoyyim berpendapat zakat fitri itu hanya khusus untuk fakir dan miskin saja.

Saya sudah membahas nya pada Free ebook saya hal 212.

Tanya :

Di tempat saya karena amil jumlahnya sedikit mereka yg dapat paling banyak..
Kasihan yg lain

Jawab :

Amil zakat fitri itu beda dengan Amil zakat maal.

Amil zakat maal itu ditunjuk negara atau mendapatkan izin dari negara. Atas hal itulah mereka mendapatkan jatah dari 8 asnaf zakat.

Adapun Amil zakat fitri itu maka yang benar hanya “Panitia zakat fitri” saja bukan Amil. Karena kita boleh kok membagi bagikan sendiri zakat fitri kita.

Sehingga Amil atau panitia zakat fitri, jika dia bukan orang yang fakir atau miskin. Maka dia tidak mendapatkan bagian dari zakat fitri itu.

Walloohu A’lam

Tanya :

Itu yg yg saya sayangkan BU,,
Dikampung saya zakat fitrinya pakai amil berbentuk uang pula lagi,
Maka mereka yg paling banyak dapatnya karena semua uang yg terkumpul di bagi 8 asnaf dulu setelah itu baru di bagi ke jumlah per asnaf..
Karena amil paling sedikit tentu pembagiannya bisa ber jt2 perorang…

Bagaimana menjelaskannya tu BU?

Jawab :

Coba terangkan dulu saja secara fiqh kepada mereka.

Sampaikan hadits nya bahwa tujuan utama dari zakat fitri itu untuk fakir miskin. Menyalahi dalil donk kalau “Amil” dalam tanda kutip malah dapat yang paling besar.

Habis itu terangkan lagi, bahwa yang dimaksud Amil itu adalah yang ditunjuk pemerintah secara resmi. Jika tidak, maka ya panitia saja. Bukan Amil