I’tikaf itu ibadah pribadi, bukan ibadah berjamaah. Bukan pula suatu ibadah yang harus dikoordinir.

Tidak harus diisi jadwal kajian kajian tertentu sepanjang jadwal i’tikaf. Tidak harus juga terikat dengan diadakan program i’tikaf atau tidak, oleh DKM atau pengurus masjid.

Tinggal datang sendiri ke masjid, niat, berdiam diri. Sudah. Maka itu i’tikaf.

Antum ada hajat, keluar untuk cari makan sahur atau yang semisal di luar masjid. Maka itu tidak mengapa dan tidak memutus i’tikaf. Asal kembali lagi ke masjid ya tentu saja.

***

Tanya :

Masalahnya, masjid2 di tempat qt sering dikunci dan dimatikan lampu klo malam.

Jawab :

Bilang aja ke pengurus, minta izin mau i’tikaf. Beres

Komentar :

Gak semua masjid kasih izin, jd lah qt cari masjid tertentu saja tempat i’tikaf.

***

Tanya :

apa boleh itikaf di masjid sambil diselingi mendengarkan ceramah mp3 atau video ?

Jawab :

Boleh, tapi ini kurang “memutus” hubungan dengan dunia

***

Tanya :

kadangkala ana masjid sing dikunci, buka mung nek sholat jamaah 5

Jawab :

I’tikaf di emperan masjid juga gpp. Asal masih termasuk lingkungan masjid.

Paling yang dikunci itu cuma bagian dalam masjid. Pelataran luar masih bisa dipakai sholat