Ketika Qobil membunuh Habil, maka tidak berarti Qobil itu tiba-tiba menjadi bukan saudaranya Habil.

Bukan berarti juga Qobil “dipecat” dan tidak diakui sebagai anak dari Nabi Adam alaihis salaam.

Ketika para saudara Nabi Yusuf membuang Nabi Yusuf ke dalam sumur, maka ini bukan berarti para saudara Nabi Yusuf itu putus hubungan dan tidak mengakui hubungan persaudaraan yang mereka miliki dengan Nabi Yusuf.

****
Demikian pula gerakan pemikiran takfir, demo, aksi pembunuhan, serta terorisme yang terjadi.

Walaupun kadang kadang beda macam dan jalan yang ditempuh, namun mereka itu pada dasarnya saling bersaudara.

Sama sama satu akar pemikiran, dan juga memiliki hubungan historis antara satu sama lain.

Kadang faksi faksi di antara mereka itu saling mengkafirkan di antara mereka sendiri, dan bahkan juga saling membunuh.

Itu sudah lumrah terjadi di dunia Khowarij sejak dari zaman dulu.

Jadi bukan karena Qobil membunuh Habil, maka Qobil bukan saudara Habil. Demikian juga para faksi-faksi ini.

****
Kalau ada yang satu terang terangan dan beringas, sedangkan yang satu lebih elegan dan lebih oportunis. Maka ini wajar. Yang namanya saudara itu memang tidak harus persis sama.

Maka dari itu, penjelasan Syaikh Yusuf Al Qordhowy dan Ustadz Syafiq Reza Basalamah itu nggak salah.

Jika mungkin malu punya saudara semacam itu, maka itu wajar. Namun bukan berarti dipecat jadi saudara seakar pemikiran dan saudara historis organisasi kan?

***

Comment :

Meminjam istilah dari ustadz di Jakarta : mereka hanya ganti baju atau bajunya saja yang beda, adapun isi kepala atau pemikiran nya sama saja.

 

Advertisements