Melihat kisah bagaimana Ikhwanul Muslimin mengkhianati Saudi Arabia pada link tulisan di bawah ini, maka saya hanya bisa menghela nafas dan mengelus dada.

Lihat : http://m.gulfnews.com/news/gulf/saudi-arabia/how-the-muslim-brotherhood-betrayed-saudi-arabia-1.2039864

Sudah baik-baik mau ditampung oleh Saudi, dikasih kerjaan di Saudi. Eh demi menyebarkan ideologi revolusi dan dominasi politik nya. Saudi sang tuan rumah yang bersedia menampungnya, malah ditikam dari belakang.

Raja Faishal sebenarnya pernah memberikan peringatan kepada Ikhwanul Muslimin yang beliau tampung di Saudi, mengenai hal ini.

Quote :
King Faisal Bin Abdul Aziz, who ruled from 1964 to 1975, reportedly explained the refusal by telling the Muslim Brotherhood: “All Saudis are Muslims and as such they do not need an organisation to spread Islamic ideology.”

Benar perkataan الأمين العام (sekretaris jenderal) dari Haiah Kibarul Ulama di Twitter resmi mereka,

جماعة الإخوان ليس لهم عناية بالعقيدة، ولا بالسنة، ومنهجهم قائم على الخروج على الدولة؛ إن لم يكن في البدايات، ففي النهايات. #الأمين_العام

“Jamaah Ikhwan (Ikhwanul Muslimin) tidak memiliki niat perhatian serius dalam masalah Aqidah, dan tidak juga dalam masalah sunnah.

Manhaj mereka itu (Ikhwanul Muslimin) tegak dibangun diatas usaha revolusi pemberontakan terhadap negara. Yang mana jika mereka tidak bisa melakukan itu di awal, maka mereka akan melakukan itu di akhir. ” #Sekretaris_Jenderal

Lihat : https://twitter.com/ssa_at/status/876755235749994496

***
IM sebelumnya pernah melakukan revolusi dan pembunuhan politik selama beberapa kali di Mesir, tempat asalnya.

Kisah 1948
Quote :
“On December 28, 1948 Egypt’s prime minister, Mahmoud an-Nukrashi Pasha, was assassinated by Brotherhood member and veterinary student Abdel Meguid Ahmed Hassan, in what is thought to have been retaliation for the government crackdown.”

Akibat dari pembunuhan ini, 1 1/2 bulan kemudian, Hassan Al Banna dibalas dibunuh secara misterius, yang mana pembunuhan ini diyakini dilakukan oleh agen pemerintah Mesir.

Jumlah anggota Ikhwanul Muslimin pada tahun 1948 ini sudah mencapai sekitar 2 juta orang.

Hasan Al Hudhaibi kemudian menggantikan posisi Hasan Al Banna.

Situasi menghangat, mulai tahun 1950 an para exodus Mesir yang umumnya orang IM, hijrah dan diterima oleh Saudi Arabia. Dipekerjakan sebagai guru atau tenaga kerja pendidikan di Saudi.

Tapi tidak semua orang IM Mesir exodus hijrah ke Saudi, mereka masih memperjuangkan “revolusi” di Mesir.

Kisah 1952
Quote :
“In 1952, members of the Muslim Brotherhood are accused of taking part in arson that destroyed some “750 buildings” in downtown Cairo — mainly night clubs, theatres, hotels, and restaurants frequented by British and other foreigners — “that marked the end of the liberal, progressive, cosmopolitan” Egypt.”

Kisah 1954
Pada tahun 1954 terjadi percobaan pembunuhan yang gagal kepada Gamal Abdul Nashr, sehingga akibatnya Gamal Abdul Nashr membubarkan IM dan menjebloskan ratusan anggota nya di penjara.

Kisah 1966
Tahun 1966, Sayyid Quthub selaku peletak pemikiran ideologi garis keras dan takfiri IM, akhirnya dihukum gantung.

Kisah 1970
Tahun 1970 setelah era Gamal Abdul Nashr berlalu, presiden Anwar Sadat melepaskan para tahanan IM dan organisasi IM mulai dipulihkan.

Akan tetapi ketika Anwar Sadat melakukan perjanjian damai Camp David dengan Israel pada 1979, maka Anwar Sadat menjadi dimusuhi oleh IM dan dibunuh ketika parade Militer pada tahun 1981 oleh anggota sayap keras yang ditengarai memiliki afiliasi dengan IM.

Antum bisa cari di YouTube akan detik detik pembunuhan Anwar Sadat ketika parade Militer jika mau.

Ini nyata. Bukan fiksi seperti Joker menyamar menjadi polisi dan membuat keributan keributan ketika ada parade polisi dan gubernur Gotham City, pada salah satu serial Dark Knight.

Lihat rangkaian revolusi dan pembunuhan IM ini di : https://en.m.wikipedia.org/wiki/History_of_the_Muslim_Brotherhood_in_Egypt

***
Dan demikianlah keadaan berlangsung hingga terjadi juga revolusi Arab Spring pada tahun 2011 di berbagai negara Arab, yang mana Yusuf Al Qordhowy salah seorang tokoh rujukan IM sangat mendukung akan revolusi yang banyak memakan korban jiwa ini.

Lihat : https://youtu.be/n_90BSj0s_M

Yusuf Al Qordhowy juga pernah menfatwakan usaha pembunuhan kepada Muammar Gaddafi, untuk membebaskan rakyat Libya secara terang terangan di TV.

Lihat : https://youtu.be/QkWY0_yT0Bw

Hingga kemudian efek dari Arab Spring ini di Mesir adalah terangkat nya Mursi menjadi presiden Mesir, dan kemudian digulingkannya kembali Mursi melalui demo pada tahun 2013 dan kudeta Militer As Sisi.

Syaikh Muhammad Sa’id Ruslan, ulama Salafi Mesir yang terkenal keras terhadap IM, pernah menyampaikan Khutbah Jumat secara terbuka dengan mengambil judul ( القاتل السياسي تربية الإخوان) “Pembunuhan atas dasar kepentingan politik didikan Ikhwanul Muslimin”.

Khutbah jumat ini disampaikan pada 30 syawwal 1434 H, atau bertepatan dengan 6 September 2013 M.

dengan durasi sekitar 1 jam lebih, yang membahas pembunuhan demi kepentingan politik yang dilakukan IM.

Lihat : https://youtu.be/qgCPso_5DrE

Kalau mau langsung ke pembahasan pembunuhan atas motif politik yang dilakukan Ikhwanul Muslimin, maka silakan langsung menuju ke menit 14 :47

Awal awal khutbah lebih kepada menerangkan pondasi dan qoul ulama, mengenai pembunuhan karena motif politik dan perbedaan Ijtihad. Yang mana type pembunuhan ini lebih berbahaya dan lebih menyebarkan fitnah, dibandingkan pembunuhan karena motif umum lainnya.

Salah satu riwayat yang berkesan bagi saya, adalah pada menit 10 : 30 Syaikh Ruslan menyebutkan kisah ketika Sahabat Zubair bin Awwam sedang mengalami pertengkaran (khusumah) politik dengan Ali bin Abi Tholib.

Terdapat seseorang yang mengusulkan Zubair bin Awwam supaya membunuh Ali bin Abi Tholib saja. Namun Zubair menolak dengan tegas hal itu, sembari kemudian meriwayatkan hadits yang berasal dari Rasulullah Shalalloohu alaihi wa sallam.

***
Sekedar kisah episode yang berbeda.

Ketika Sayyid Quthb dihukum gantung pada tahun 1966, di Mesir. Setahun sebelumnya pada tahun 1965, di Suriah Muhammad Surur mengalami percecokan dengan anggota IM lainnya akan masalah “Toleransi” IM yang kebablasan terhadap kesesatan Sufi.

Padahal jika kita lihat cikal bakal IM yang didirikan Hasan Al banna, IM itu sebenarnya mengadopsi konsep ketaatan Sufi guna diterapkan dalam pembinaan ke-hizbiyyah an organisasi tersebut.

Akibat dari perselisihan itu, Muhammad Surur akhirnya memilih ikut hijrah bersama dengan anggota IM yang lainnya yang umumnya berasal dari Mesir, dari Suriah ke Saudi.

Iklim Saudi yang kontra dengan Aqidah Sufi mungkin dirasa cocok bagi Muhammad Surur. Terlebih lagi ternyata juga sudah ada komunitas IM di Saudi pada waktu itu. Jadi Hijrah nya Muhammad Surur ke Saudi memang cocok bagi kondisi dirinya.

Akan tetapi sayangnya di Saudi, Muhammad Surur ternyata mencoba menggabungkan antara ideologi revolusi takfiri IM dengan bungkus embel embel Salaf. Akibatnya pada tahun 1974, Muhammad Surur diusir dari Saudi karena berbagai usaha Makar dan subversive khas ala IM yang dilakukan nya.

Quote :
He was born in the Hawran.In the mid-1960s, while still a member of the Syrian Brotherhood, Surur started to criticise the group, e.g. for its toleration of Sufi Brotherhood members.This discord partly led to him settling in Saudi Arabia in 1965. After being expelled from Saudi Arabia in 1974 (due to received reports denouncing his activities as subversive)

Lihat : https://en.m.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Surur

IM aliran Muhammad Surur inilah yang di kemudian hari yang mengembangkan dasar pondasi takfiri ala Sayyid Quthb.

Usaha penyatuan manhaj Haroki hizbiyyah IM dan manhaj Salaf ini, di kemudian hari memunculkan istilah :
1. Salafi Haroki
2. Salafi Jihadi
3. Manhaj Muwazanah

Dan bola salju pun akan terus senantiasa bergulir….