Alhamdulillah,
Sepuluh hari terakhir ini kita diberikan kesempatan untuk melakukan 2 jenis ibadah yang sangat tinggi pahala nya :
1. I’tikaf
2. Menerangkan kepada Ummat mengenai kedok kebid’ahan dan bahaya Ikhwanul Muslimin

Ibnu Taimiyyah berkata dalam kitab nya Majmu’ Fatawa (28/231) – via aplikasi Maktabah Syamilah – :

ومثل أئمة البدع من أهل المقالات المخالفة للكتاب والسنة أو العبادات المخالفة للكتاب والسنة؛ فإن بيان حالهم وتحذير الأمة منهم واجب باتفاق المسلمين حتى قيل لأحمد بن حنبل: الرجل يصوم ويصلي ويعتكف أحب إليك أو يتكلم في أهل البدع؟ فقال: إذا قام وصلى واعتكف فإنما هو لنفسه وإذا تكلم في أهل البدع فإنما هو للمسلمين هذا أفضل

“Dan seperti imam imam pemuka kebid’ahan dari kalangan orang-orang yang memiliki pendapat-pendapat menyelisihi Al Kitab dan As Sunnah, atau (yang melakukan) ibadah-ibadah yang menyelisihi Al Kitab dan As Sunnah.

Maka menjelaskan keadaan mereka dan mentahdzir umat (memperingatkan ummat agar berhati-hati) dari mereka hukumnya wajib, berdasarkan kesepakatan kaum muslimin.

Bahkan sampai pernah ditanyakan kepada Imam Ahmad bin Hanbal, “Seseorang berpuasa, shalat, dan i’tikaf, lebih Anda sukai ataukah orang yang berbicara tentang ahli bid’ah?”

Beliau menjawab:
“Jika dia berdiri puasa, shalat, i’tikaf, itu untuk (kebaikan) dirinya sendiri.

Adapun jika dia berbicara tentang ahli bid’ah, maka itu hanyalah untuk (kebaikan) kaum muslimin. Maka tentu ini (membicarakan mengenai Ahlul Bid’ah) lebih utama.”

***
Sebagai “remahan-remahan”, tentu kita tahu bahwa para ulama dan para asatidz sebenarnya telah banyak menerangkan kedok dan jati diri dari Ikhwanul Muslimin ini.

Tapi menerangkan kedok dan jati diri Ikhwanul Muslimin itu kita juga harus hati-hati lho…. Kalau diibaratkan belut, Ikhwanul Muslimin itu seperti belut yang dikasih oli.

Sehingga ada ulama yang belum mengetahui hakikat IM menjadi terkecoh. Namun alhamdulillah kemudian akhirnya rujuk dan ikut mentahdzir Ikhwanul Muslimin.

IM itu paling jago kalo melintir melintir perkataan ulama.

Maka dari itu Syaikh Muqbil berkata mengenai Hizbiyyah, karena hizbiyyah ini adalah ciri paling menyolok diantara IM :

“Rukun Hizbiyyah itu ada 3 :
1. At Talbis (mencampur adukkan antara kebenaran dan kebatilan)
2. Al Khidaa’ (Tipuan atau tipu daya)
3. Al Kadzib (Berbohong)”

[Rihlaat da’awiyah lisy Syaikh Muqbil rohimahulloh, Abu Romzi, hal. 114]

***
Anyway, kita kan tahu.
Biasanya jargon andalan IM dan para pro pengikutnya itu adalah masalah teori konspirasi, Rheumason, Mamarika, dan Wahyudi kan?

Itu sebenarnya hanya jika dirasa tidak menguntungkan saja.

Tapi kalau dirasa menguntungkan Harokah organisasi nya dan kepentingan politik nya. Maka ya ayo ayo saja ada hubungan tersembunyi, karena yang penting itu adalah masalah kekuasaan.

Lihat bukti bukti yang dipaparkan oleh Syaikh Ruslan yang merupakan ulama asli Mesir itu sendiri.

Lihat : https://youtu.be/5uJ_GSbhtto

****
Demikian juga sikap mereka terhadap aliran aliran sesat, termasuk syi’ah sekalipun.

Demikian juga sikap mereka terhadap Yahudi dan Nashara.

Asalkan menguntungkan, maka ya “kompromistis” saja.

Kalau nggak menguntungkan dan bahkan cenderung menghalangi arah perjuangan dan politik, maka ya wasallam dan dijatuhkan sejatuh jatuh nya.

Lihat bukti rekaman tulisan sejarah Ikhwanul Muslimin yang dikumpulkan oleh Ustadz Abdullah Taslim.

Lihat :
https://saidnazulfiqar.files.wordpress.com/2008/04/hakikat-im.pdf

***
Jadi intinya adalah apa yang menguntungkan bagi IM dan arah perjuangan politik IM dalam meraih kekuasaan, maka apapun boleh.

Masalah manhaj, sunnah, dan yang semisal. Maka itu hanya diambil jika menguntungkan saja. Kalau nggak menguntungkan maka bisa “dinego” kok atas nama ukhuwah dan kejayaan Islam.

Advertisements