Dakwah Hizbiyyah dan ambisi kekuasaan “faksi pertama” :

1. Berusaha mencapai puncak kekuasaan di segala bidang.

Baik itu dengan cara merebut, ataupun dengan cara sikap yang opportunis. Yakni dengan tujuan berusaha menempatkan anggota-anggotanya pada posisi-posisi penting, di segala sektor. Baik itu ekonomi, politik, sosial Kemasyarakatan,dan lain lain.

Yang penting memiliki jabatan, kekuasaan, dan pengaruh agar bisa melancarkan kepentingan dan tujuan organisasi pergerakan.

2. Al-Wala’ dan al-Bara’ adalah semata mata karena kepentingan dan perjuangan kelompok organisasi (tandzim atau qiyadah).

Kata kata “Islam” dan “ukhuwah” hanya dijadikan kedok dan retorika belaka.

3. Tujuan dakwah dan manhaj hanya untuk mencapai kekuasaan, dakwah tauhid dan sunnah hanya dipergunakan sepanjang mendukung kepentingan nya untuk mencapai kekuasaan.

4. Berbicara tentang aib-aib penguasa demi menggalang dukungan, simpati, dan menjatuhkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah; adalah agenda utama nya. Sepanjang kekuasaan tidak di tangannya.

Adapun jika kekuasaan di tangan nya, maka 1000 udzur dan pembelaan akan senantiasa diberikan karena semangat hizbiyyah nya.

5. Menghindari pembicaraan tentang ilmu, tahdzir, dan nasihat atas kesalahan-kesalahan serta penyimpangan penyimpangan yang ada di masyarakat. Terutama yang berkaitan dengan masalah Aqidah dan manhaj, karena khawatir tidak akan memperoleh dukungan.

Andaikata berbicara, maka itu hanya sepanjang ada kepentingan, dukungan, dan keuntungan yang bisa diraih.

Tidak ada kawan dan lawan yang abadi. Yang ada hanya kepentingan yang abadi.

Advertisements