Lagi ramai Broadcast,

bahwa karena malam ini malam jumat, bertepatan malam pada tanggal ganjil (21 ramadhan), dan hari hari lain pada ramadhan tahun ini tidak ada yang seperti itu. Tidak ada tanggal malam ganjil, yang bertemu dengan malam jumat.

Maka “hampir pasti” bahwa malam nanti itu adalah malam Lailatul Qadr.

Dikatakan bahwa pendapat ini adalah qoul dari Ibnu Taimiyyah.

***
Berikut adalah isi Broadcast tersebut :

*Bismillah*

InsyaAllah
*malam 21 nanti, adalah malam jumat.* Setelahnya, malam2 ganjil tidak kena malam jumat.

Ibnu Taimiyah, berpendapat,
*”kalau malam ganjil ketemu malam jumat di 10 malam terakhir, maka ‘hampir pasti’ itu adalah malam Lailatul Qadr”.*

Jadi… Mari singsingkan lengan baju, kencangkan sarung, gulung kasur, dan bentangkan Sajadah.
Wakafkan 1 malam itu untuk Allah SWT untuk kuota 365 hari setahun yg kita punya.

_Wallahualam Bish shawab_

***
Al jawab :

Kalau menurut Syaikh Al Munajjid itu bukan qoul Ibnu Taimiyyah, tapi qoul Ibnu hubairoh yang dinukil oleh Ibnu Rojab dalam Kitabnya lathoiful ma’arif, pada halaman 203.

Tapi ini dibantah bahwa hal ini tidak ada dalilnya, tidak ada qoul sahabat juga dalam masalah ini, sehingga ini tidak boleh dipastikan secara syariat.

Ini juga yang difatwakan oleh Syaikh Sulaiman Al Majid, sebagaimana yang dikutip dalam penjelasan Syaikh Al Munajjid ini.

Lihat : https://islamqa.info/ar/222685

Jadi ya intinya, tetap saja penuhi saja semua 10 hari terakhir ramadhan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadr.

***

Tanya :

itikaf apa harus berdiam dimasjid selama 24 jam di sepuluh hari terakhir atau hanya beberapa saat di masjid (taruhlah 1jam) itu sudah termasuk itikaf?

Jawab :

Itu sudah termasuk i’tikaf

Tanya :

tiap hari apa hanya dimalam ganjil saja?

Jawab :

Semuanya boleh