Kita sekali khatam Al Qur’an sambil mentadabburinya di ramadhan, maka ini berarti mentauladani contoh dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Dua kali khatam, maka itu juga masih mentauladani Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Karena Rasulullah biasanya bertadarus menunjukkan bacaan Al Qur’an bersama Malaikat Jibril alaihis salaam, sekali khatam pada bulan ramadhan.

Pada tahun akhir Rasulullah meninggal, maka baru Rasulullah bertadarus Al Qur’an bersama Malaikat Jibril sebanyak 2 kali.

***
Jika lebih boleh nggak? Boleh saja asalkan jangan “ngoyo” dan faham apa yang dia baca.

Kalau ngoyo dan kurang faham makna apa yang dia baca, maka ya sebaiknya sekali atau dua kali khatam saja di bulan ramadhan tapi sembari difahami maknanya dan pesan yang disampaikan di dalam Al Qur’an.

Ummat zaman sekarang ini lebih butuh kepada faham akan makna Al Qur’an yang dia baca, dibandingkan hanya sekedar banyak banyakan dan cepat cepatan khatam Al Qur’an.

***
Jadi sebenarnya Islam itu enak. Nggak usah ngoyo, dan ada contoh dari Rasulullah lagi.

Yang penting itu kita faham akan makna yang kita baca.