Perdukunan pada zaman Jahiliyyah, yang pelakunya bertaubat dan tidak dibunuh, jika praktik perdukunannya tidak melibatkan sihir yang bisa sampai membunuh orang lain.

3629 حدثنا إسماعيل حدثني أخي عن سليمان بن بلال عن يحيى بن سعيد عن عبد الرحمن بن القاسم عن القاسم بن محمد عن عائشة رضي الله عنها قالت كان لأبي بكر غلام يخرج له الخراج وكان أبو بكر يأكل من خراجه فجاء يوما بشيء فأكل منه أبو بكر فقال له الغلام أتدري ما هذا فقال أبو بكر وما هو قال كنت تكهنت لإنسان في الجاهلية وما أحسن الكهانة إلا أني خدعته فلقيني فأعطاني بذلك فهذا الذي أكلت منه فأدخل أبو بكر يده فقاء كل شيء في بطنه

Dari ‘Aisyah rodhiyalloohu anhaa bahwa ayah beliau, Abu Bakar ash-Shiddiq radliallahu ‘anhu memiliki seorang budak yang setiap hari membayar setoran kepada Abu Bakar radliallahu ‘anhu (berupa harta atau makanan) dan beliau makan sehari-hari dari setoran tersebut.

Suatu hari, budak tersebut membawa sesuatu (makanan), maka Abu Bakar radliallahu ‘anhu memakannya. Lalu budak itu berkata kepada beliau:

“Apakah anda mengetahui apa yang anda makan ini?”.

Abu Bakar radliallahu ‘anhu balik bertanya: “Makanan ini (dari mana)?”.

Budak itu menceritakan:

“Dulu di jaman Jahiliyah, aku pernah melakukan praktek perdukunan untuk seseorang (yang datang kepadaku), padahal aku tidak bisa melakukannya, dan sungguh aku hanya menipu orang tersebut.

Kemudian (tadi) aku bertemu orang tersebut, lalu dia memberikan (hadiah) kepadaku makanan yang anda makanan ini”.

Setelah mendengar pengakuan budaknya itu Abu Bakar segera memasukkan jari tangan beliau ke dalam mulut, lalu beliau memuntahkan semua makanan dalam perut beliau”. (HR. Bukhari no. 3629)

Catatan :

Tidak disebutkan apakah budak dari Abu Bakar itu seorang muslim ataukah bukan.

Namun mafhum nya, dari perkataan nya ( كنت تكهنت لإنسان في الجاهلية) “Dulu aku melakukan praktik Perdukunan pada zaman Jahiliyyah”, menunjukkan bahwa dia masuk Islam setelah zaman jahiliyyah berlalu. Ini dibuktikan bahwa dia mengakui adanya zaman jahiliyyah. Walloohu A’lam.

Dari hadits ini, terdapat isyarat yang halus mengenai udzur bil jahl dalam masalah perdukunan. Walloohu A’lam

***

Tanya :

Kalau dukun yang menjual jasa pelet tidak dibunuh jika taubat ya?

Kalau dukun yang menjual jasa santet, apakah tetap dibunuh jika sudah bertaubat, akhi?

Jawab :

Dibunuh dengan berdasarkan hukum qishosh, karena dia sudah membunuh orang lain.

Ada khilaf ulama sebenarnya masalah ini seingat saya, mengenai dukun yang bertaubat.

Advertisements