Seseorang yang memiliki “kemampuan” yang besar, umumnya juga disertai memiliki kecenderungan mengikuti “hawa nafsu” yang besar.

Maka dari itu jangan heran ada jenis orang-orang yang memiliki kemampuan dan keahlian yang tinggi, namun dia memiliki kecenderungan menggunakan kemampuannya untuk membenarkan dan mendukung kecenderungan hawa nafsu nya.

Katakanlah dia menjadi agak “nyeleneh” dan kadang memiliki ego yang besar. Kecuali orang yang jujur terhadap kebenaran, mau menyalahkan dirinya sendiri, dan selalu berusaha untuk melawan hawa nafsu nya.

***
Di antara orang orang yang memiliki “spesifikasi yang tinggi” itu, sangat disayangkan ada yang memanfaatkannya hanya untuk kepentingan masalah duniawi dan kecenderungan hawa nafsu nya.

Dia tidak melirik sedikit pun untuk memanfaatkan kemampuannya untuk mempelajari, memperjuangkan, dan membela agama nya.

Kecuali orang orang yang Allah berikan kecenderungan dan hidayah dari Allah.

***
Bahkan di antara orang orang yang memiliki “spesifikasi yang tinggi” itu, yang walaupun dia menggunakan kemampuannya untuk masalah agama.

Dia tetap tidak terlepas juga dari godaan hawa nafsunya. Bukankah banyak juga orang memiliki kemampuan dalam memahami agama, namun membenarkan dan mendukung kecenderungan hawa nafsu nya atas nama agama?

Maka dari itu saya sangat salut terhadap orang yang memiliki “kemampuan dan spesifikasi yang tinggi”, yang dia menggunakannya untuk kepentingan agamanya, dan dia berusaha untuk berjuang sekuat tenaga melawan hawa nafsunya itu.

Dia jujur terhadap kebenaran, mau menyalahkan untuk dirinya sendiri jika dia memang bersalah.

Advertisements