Satu bagian dari rahmat Allah saja, yang Allah berikan di dunia ini, sudah mencakup banyak sekali hal yang tidak mungkin bisa kita hitung.

Maka bagaimana dengan 99 rahmat Allah lainnya, yang diberikan di hari kiamat bagi orang orang yang beriman?

***
Satu bagian dari rahmat Allah di dunia ini mencakup :

1. Nikmat kasih sayang yang dirasakan dan dimiliki oleh semua makhluq.

Baik itu rasa kasih sayang yang dimiliki oleh orang orang yang beriman, ataupun rasa kasih sayang yang dimiliki oleh orang orang kafir. Baik itu yang dimiliki hewan dan tumbuh tumbuhan sekalipun.

إن لله مائة رحمة أنزل منها رحمة واحدة بين الجن والإنس والبهائم والهوام، فيها يتعاطفون، وبها يتراحمون، وبها تعطف الوحش على ولدها، وأخر الله تسعا وتسعين رحمة يرحم بها عباده يوم القيامة

“Sesungguhnya Allah memiliki 100 rahmat. Salah satu di antaranya diturunkannya kepada kaum jin, manusia, hewan, dan tetumbuhan. Dengan rahmat itulah mereka saling berbelas kasih dan menyayangi. Dengannya pula binatang liar mengasihi anaknya. Dan Allah mengakhirkan 99 rahmat untuk Dia curahkan kepada hamba-hamba-Nya pada hari kiamat.”

(Muttafaq ‘alaih; dalam Shahih Bukhari no. 6104 dan Shahih Muslim no. 2725; lafal hadits ini dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

2. Keteraturan alam semesta dan seluruh makhluq ciptaan Nya ini adalah dikarenakan rahmat dan kasih sayang Allah yang Maha Pencipta dan Maha Pengatur. Termasuk dalam hal ini adalah kesempurnaan penciptaan manusia juga.

Barangsiapa yang mempelajari keteraturan alam semesta ini, dan yang memanfaatkan potensi manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna secara optimal.

Baik itu berupa hasil penelitian, pengamatan, ataupun hasil pemikiran teknologi manusia.

Maka yang memahami dan memanfaatkan potensi itu, dengan didasarkan pemahaman bahwa ini adalah rahmat dan kasih sayang yang Allah berikan kepada kita. Dia adalah orang yang beruntung dan lurus pemahaman nya.

Akan tetapi barangsiapa yang memahami dan memanfaatkan potensi itu hanya untuk semata kepentingan dunia nya saja.

Hanya untuk kepentingan memuaskan hawa nafsunya. Dan dia tidak berusaha untuk menyandarkannya kepada rahmat dan kasih sayang Allah.

Maka dia adalah orang yang celaka dan orang menyimpang pemahamannya.

***
Orang yang menyimpang dalam memahami jenis rahmat nomor satu, maka dia umumnya adalah orang yang mendewa dewa kan humanisme. Termasuk juga orang yang mendewa dewakan Pluralisme.

Dengan beralasan rahmat Allah berupa kasih sayang yang diberikan kepada seluruh manusia, baik itu orang beriman ataupun orang kafir.

Maka ditabrak lah, atau dipilah dan dipilih lah, ayat-ayat Allah, aturan syariat Nya, dan sunnah Rasul-Nya dengan alasan agar sesuai dengan humanisme dan pluralisme.

*
Orang yang menyimpang dalam memahami point nomer dua, maka dia adalah orang yang terjebak ke dalam hedonisme, yang menganggap dunia ini hanya tempat untuk bersenang senang dan memuaskan hawa nafsunya saja.

Dia tidak mempedulikan akan adanya akhirat sebagai hari pembalasan untuk mempertanggung jawabkan seluruh perbuatan nya. Yang penting dia senang, yang lainnya masa bodo!

Cukup banyak ayat-ayat yang memberikan peringatan akan hal ini, terutama berkaitan dengan hari akhir.

Dan ini sudah diturunkan sejak dakwah di fase Mekkah yang paling awal itu. Cermatilah ayat-ayat dan surat surat Makkiyah yang ada di dalam Al Qur’an.

*
Termasuk juga orang yang menyimpang dalam memahami point nomer dua ini, adalah orang yang terjebak di dalam sekulerisme, agnostik, dan Atheisme.

Termasuk juga orang yang mendewa dewakan akal dan filsafat.

Orang yang menganggap alam ini terjadi karena kebetulan, bukan karena diciptakan. Orang yang menganggap keberagaman hayati itu hanya semata mata karena evolusi, bukan karena diciptakan.

Dan orang yang berkata “cogito ergo sum” (saya berpikir, maka saya ada).

Itulah orang yang menyimpang dalam mempelajari keteraturan alam semesta ini. Itulah Orang yang menyimpang dalam memanfaatkan potensi manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna.

Biasanya ini banyak menimpa orang orang yang hidup di negara Sekuler.

Banyak juga menimpa para scientists (ilmuwan) dan engineer (insinyur), yang pondasi dasarnya menyimpang dalam memahami Keteraturan alam semesta dan seluruh makhluq ciptaan Nya

Cukup banyak ayat yang “menantang” dan memberikan petunjuk melalui “telegraphic message” untuk meluruskan orang orang yang “keblinger” seperti ini.

Dan hasilnya alhamdulillah, cukup banyak ilmuwan kafir yang akhirnya masuk Islam.

Yang mana akal dan hati mereka terketuk untuk bisa memahami, bahwa keteraturan alam semesta dan seluruh makhluq ciptaan Nya itu, adalah bukti salah satu rahmat dan kasih sayang Allah yang diturunkan di muka bumi ini.

***
Baik, mari kita lanjutkan lagi.

Bahwasanya satu bagian dari rahmat Allah di dunia ini juga mencakup :

3. Nikmat nikmat Allah yang sangat banyak kepada kita, yang mana kita tidak akan sanggup untuk menghitung nya

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).

Nikmat ini berlaku umum, baik kepada orang kafir, apalagi terhadap orang yang beriman.

Orang yang pondasi pemahaman nya benar dalam memahami dan memandang rahmat Allah, maka dia akan mudah mengenali dan mengakui rahmat Allah itu.

Namun orang yang pondasi pemahaman nya salah dan menyimpang dalam memahami dan memandang rahmat Allah, maka dia akan susah untuk mengenali dan mengakui rahmat Allah itu.

*
4. Melindungi dan menolak keganasan sebagian manusia kepada manusia yang lain. Atau melindungi alam semesta dari kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia.

وَلَوْلاَ دَفْعُ اللهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ اْلأَرْضُ وَلَكِنَّ اللهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ

“Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.” [QS Al Baqarah : 251]

Yakni dengan ditanamkan adanya kasih sayang di dalam diri manusia, maka sebagian manusia melindungi manusia yang lain dari kedzoliman, kerusakan, dan kejahatan yang ditujukan kepadanya.

Termasuk juga melindungi hewan, tumbuhan, dan seluruh alam. Baik itu dengan kasih sayang dan ilmu yang diberikan kepada manusia, baik itu kafir ataupun beriman.

Ataupun “self defense mechanism” atau “natural rehabilitation” yang dimiliki oleh alam semesta ini.

Ini juga adalah berkat dari rahmat Allah yang diberikan melalui mekanisme tersebut.

*
5. Hikmah dari memberikan cobaan agar manusia merasakan kerusakan yang disebabkan oleh diri mereka sendiri.

{ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ}

“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum:41)

Ini juga merupakan rahmat Allah dengan berdasarkan hikmah Nya, namun kebanyakan manusia kadang tidak memahami nya.

Berapa banyak orang yang bertaubat setelah dia “dijatuhkan” melalui taqdir Allah?.

Berapa banyak orang yang tergerak hati nya untuk melindungi orang lain dikarenakan rahmat Allah berupa kasih sayang yang ada di dalam hati nya, setelah melihat kedzoliman dan kerusakan yang diakibatkan oleh manusia itu sendiri.

Dan berapa banyak orang yang bisa mengambil pelajaran serta hikmah, dari berbagai macam peristiwa kerusakan yang terjadi?

Orang yang pondasi pemahaman nya benar dalam memahami dan memandang rahmat Allah, maka dia akan mudah mengenali dan mengakui rahmat Allah itu.

Namun orang yang pondasi pemahaman nya salah dan menyimpang dalam memahami dan memandang rahmat Allah, maka dia akan susah untuk mengenali dan mengakui rahmat Allah itu.

*
6. Dan termasuk juga rahmat kasih sayang Allah adalah diutusnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sebagai nabi dan Rasul, setelah sebelumnya beliau tidak mengetahui apa itu Kitab Allah dan Iman.

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحاً مِّنْ أَمْرِنَا مَا كُنتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَكِن جَعَلْنَاهُ نُوراً نَّهْدِي بِهِ مَنْ نَّشَاء مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (al Qur`an) dengan perintah Kami.

Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apa al Kitab (al Qur`an), dan tidak pula mengetahui apa iman itu?

Tetapi Kami menjadikan al Qur`an itu cahaya yang Kami tunjuki dengannya siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. [QS asy Syura ayat 52]

Untuk kemudian beliau dididik guna menjadi suri tauladan bagi seluruh manusia. Diangkat menjadi Nabi.

Serta dijadikan rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam) melalui ayat-ayat Allah yang disampaikan kepadanya, melalui penjelasan darinya akan ayat-ayat Allah, dan sunnah sunnah nya yang disampaikan kepada Ummat nya.
وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ

“Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)

***
Maka dengan seluruh tulisan ini, jelaslah apa yang dimaksud rahmat Allah itu. Dan jelas juga penyimpangan orang orang yang menyelewengkan pemahaman rahmatan lil alamin, guna membenarkan hawa nafsu nya.

Apa apa yang Rasulullah ajarkan dan sampaikan itulah yang merupakan rahmatan lil alamin, dan itulah juga irodah syar’iyyah Allah yang Allah cintai.

Maka bagaimana mungkin orang orang yang menyimpang itu melecehkan, menolak, atau mempelintir pelintir agar sesuai dengan hawa nafsu mereka terhadap ayat-ayat Allah, aturan syariat Nya, dan sunnah sunnah Nabi Nya dengan mengatas namakan rahmatan lil alamin?

Rahmat Allah secara mujmal (global) adalah irodah kauniyah Allah, yakni segala keputusan dan ketetapan taqdir Allah yang pasti terjadi sesuai dengan hikmah yang ditetapkan Nya. Baik itu hal yang Allâh cintai dan ridhoi dari sisi syariat, ataupun yang Allâh benci dan murkai dari sisi syariat.

Semua pasti terjadi sesuai dengan ketetapan taqdir dan hikmah Nya.

Adapun rahmat Allah yang berupa diutusnya Rasulullah sebagai rahmatan lil alamin, maka inilah irodah syar’iyyah Allah yang Allah cintai dan ridhoi.

Inilah juga yang dijadikan taklif, beban dan tanggung jawab kita, guna sebagai kunci di akhirat kelak untuk mendapatkan 99 rahmat Allah yang lain.

Bukan rahmat Allah yang berupa irodah kauniyah Allâh, yang menjadi tanggung jawab kita!

Alloohul musta’aan

* Lihat juga tulisan yang kami posting kemarin

Advertisements