Masyarakat itu,

sepertinya sedikit demi sedikit sudah mulai memahami nilai Tashfiyah (pembersihan dan pemurnian) dan nilai Tarbiyah (pembinaan dan pendidikan) yang benar, dalam kehidupan beragama mereka.

Alhamdulillah.

Kalau dulu itu masyarakat kalo cari Da’i atau ustadz, yang penting cara penyampaian nya menarik dulu.

Maknyes menyentuh hati. Lucu dan pandai menghibur kalau perlu.

Masalah ilmu itu nomer sekian. Yang penting senang, tersentuh hatinya, dan menghibur.

Adapun sekarang masyarakat sudah mulai berubah dan bermetamorfose.

Sekarang itu masyarakat sudah mulai mencari yang penting itu ada ilmunya dan dalil.

Masalah cara pembawaan menarik, menyentuh hati, dan bahkan lucu; itu hanya dianggap nilai tambah saja. Yang pokok itu ilmu yang disampaikan nya.

***
Jika itu adalah tahapan perubahan awal yang cukup menggembirakan. Maka tahap selanjutnya juga lebih menggembirakan lagi!

Masyarakat sedikit demi sedikit juga mulai tidak melihat dari ilmunya saja, tapi yang pokok adalah manhaj dan Aqidah nya dulu.

Sebab mereka mulai faham, ilmu itu jika disampaikan oleh Da’i dan Ustadz yang manhaj nya tidak benar. Maka nantinya akan digiring ke arah yang tidak benar juga.

***
Jadi jika dimisalkan masyarakat itu seperti penumpang. Maka ilmu itu seperti kendaraan yang akan mengantarkan nya sesuai dengan keinginan sang sopir.

Jika sang sopir alias para Da’i atau ustadz itu manhaj nya benar. Maka sang penumpang akan dibawa ke arah yang benar.

Namun jika sang Da’i atau ustadz itu manhaj nya nggak benar, maka kendaraan nya akan dibawa ke arah yang tidak sesuai tujuan.

Mau emang disopirin ke arah nyemplung jurang? Nggak mau kan?

***
Nah Rasulullah sendiri sebenarnya juga sudah mewanti wanti akan para Da’i penyeru ke pintu neraka. Dan hadits ini Shohih, sebagaimana yang diriwayatkan dari Shahabat Hudzaifah dalam haditsnya yang panjang itu.

Maka dari itu jangan asal terpukau sama sopir yang keahlian otomotif otak atik mobilnya canggih. Jangan asal terpukau sama sopir yang skill nyetir nya luar biasa, sampai bisa drifting drifting segala gitu.

Jangan terpukau sama semuanya itu.

Pastikan dulu aja arah tujuan dia nyetir alias manhaj nya sudah benar belum. Pastikan juga dia safety riding dan defensive driving nggak ketika bawa kendaraan.

Buat apa skill tinggi, namun membahayakan penumpang? Buat apa skill tinggi namun tidak sampai ke arah tujuan yang diinginkan?

Inilah yang namanya perlunya dan pentingnya manhaj itu!! Fahimtum?

Advertisements