Dengan berkedok “rahmatan lil ‘alamin”, ayat-ayat Allah, syariat-Nya, dan sunnah Nabi Nya, dilecehkan dan dimarginalkan karena dianggap tidak sesuai dengan qoidah rahmatan lil alamin.

Mereka pilah dan pilih pilih sendiri ayat-ayat itu, dan mereka definisikan sendiri rahmatan lil alamin itu sesuai dengan kemauan hawa nafsu mereka.

Ayat-ayat Allah dianggap “pasal karet” yang bisa mereka pelintir pelintir agar sesuai dengan hawa nafsu mereka.

Demikian keadaan orang orang munafiq, para Ahlul Bid’ah, dan para pengikut hawa nafsu.

Padahal ayat-ayat Allah, syariat-Nya, dan sunnah Nabi Nya, itu sebenarnya adalah rahmat dan kasih sayang dari Allâh itu sendiri!

***
Dianggapnya jika kita taat dan patuh kepada ayat-ayat Allah, aturan syariat-Nya, dan sunnah-sunnah Nabi Nya, maka itu dianggap Allah tidak sayang dan tidak bersikap rahmat kepada para hamba – Nya.

Kita dianggap kolot, jumud, tidak fleksibel, dan intolerant jika kita taat dan patuh mengikutinya.

Itulah yang terjadi, jika rahmat Allâh itu dianggap sama dengan apa apa yang mencocoki hawa nafsu manusia.

Jika cocok saya pakai, jika tidak cocok maka saya buang atau saya “pelintir pelintir” agar cocok.

***
Padahal rahmat Allah itu ada 100 bagian, dan hanya 1 bagian saja yang diturunkan di dunia ini. Yang mana dengan 1 rahmat itulah, maka seluruh makhluk saling berkasih sayang.

Dengan 1 rahmat itu, maka Allah turunkan ayat-ayat Nya, aturan syariat Nya, dan sunnah sunnah Nabi Nya.

Sedangkan 99 rahmat dan kasih sayang Allâh yang lainnya, akan diberikan di akhirat kelak bagi orang orang yang beriman dan bertaqwa. Yang mengikuti ayat-ayat Allâh, sunnah Rasulullah, dan syariat.

Yang mana mereka ber-i’tiqod, bahwa ayat-ayat Allah dan syariat Nya itu adalah bagian dari 1 kasih sayang dan rahmat Allâh, yang Allah turunkan di dunia ini.

Yang mana mereka ber-i’tiqod, dengan mengikuti 1 bagian dari rahmat Allâh yang berupa ayat-ayat Nya dan aturan syariat Nya, maka itu adalah kunci untuk mendapatkan 99 rahmat dan kasih sayang Allâh lainnya di Akhirat.

***
Inilah perbedaan antara orang yang memahami rahmat dan kasih sayang Allâh yang baru 1 bagian diturunkan di dunia ini, dengan orang orang yang menyimpang pemahaman dan Aqidah nya.

Satu fihak berusaha untuk memanfaatkan 1 rahmat Allâh ini guna mendapatkan 99 rahmat Allah lainnya di akhirat.

Sedangkan fihak yang lain berusaha untuk mempolitisir dan memanipulasi atas nama 1 rahmat Allah yang diturunkan di dunia ini, guna mengganti 99 rahmat Allâh lainnya di akhirat dengan adzab Nya yang pedih!

Jangan dekat dekat dengan orang yang seperti ini! Dekat dekat sajalah dengan orang yang memahami rahmat dan kasih sayang Allâh dengan benar.

***

وَهَـذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُواْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan Al Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.”

(Q.s. Al-An’am: 155)

إن لله مائة رحمة أنزل منها رحمة واحدة بين الجن والإنس والبهائم والهوام، فيها يتعاطفون، وبها يتراحمون، وبها تعطف الوحش على ولدها، وأخر الله تسعا وتسعين رحمة يرحم بها عباده يوم القيامة

“Sesungguhnya Allah memiliki 100 rahmat. Salah satu di antaranya diturunkannya kepada kaum jin, manusia, hewan, dan tetumbuhan. Dengan rahmat itulah mereka saling berbelas kasih dan menyayangi. Dengannya pula binatang liar mengasihi anaknya. Dan Allah mengakhirkan 99 rahmat untuk Dia curahkan kepada hamba-hamba-Nya pada hari kiamat.”

(Muttafaq ‘alaih; dalam Shahih Bukhari no. 6104 dan Shahih Muslim no. 2725; lafal hadits ini dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Advertisements