Ketika saya membaca salah satu dialog antara Kholifah Ali dan orang-orang Khowarij, Kholifah Ali menekankan dan mengajarkan cara diskusi yang ilmiah dan sehat.

Ini penting bagi kita, terutama dalam menghadapi orang-orang Khowarij, Takfiri, Takfir First, dan yang semisal yang kadang-kadang hanya modal kopas, kasih link-link artikel atau buku, sambil kemudian berusaha menjatuhkan lawan bicaranya dan melakukan diskusi yang tidak sehat dengan bermodalkan itu.

Kholifah Ali berkata kepada Khowarij,

وهذا القرآن إنما هو خط مسطور بين دفتين لا ينطق إنما يتكلم به الرجال

“Dan (mushaf) Al Qur’an ini hanyalah merupakan suatu teks tertulis yang diapit dua sampul. Al-Qur’an tidak bisa bicara sendiri. Manusialah yang berbicara melaluinya.”

[Tarikh Ath Thobari 3/110]

Untuk Teks lengkapnya, bisa dilihat di : http://islamport.com/w/tkh/Web/2893/1375.htm#

****
Perkataan kholifah Ali ini memberikan faedah yang sangat besar bagi kita. Saya sendiri masih sangat terkagum-kagum dengan kefaqihan Ali bin Abi Tholib ini.

Jadi yang namanya diskusi Ilmiah itu, bi fahmis salaf, harus mendiskusikan tiga hal :

1. Dalil yang digunakan
2. Wajhul Istidlal (cara berdalil) atau fahmud dalil (pemahaman dalil) dari dalil yang dia ajukan
3. Manhaj Salaf atau qoul ulama Salaf yang dia jadikan sandaran.

Point nomer 1 dan nomer 2, maka ini adalah domain daripada ilmu Ushul fiqh dan fiqh; karena ini berkaitan dengan hukum. Tafsir, mustholahul hadits, juga termasuk hal yang mendukung hal ini.

Point nomer 3, maka ini domain dari Manhaj dan Aqidah. Terutama riwayat perkataan para Ulama Salaf berkaitan dengan manhaj dan Aqidah.

Ini penting, karena Imam Ahmad pernah mewanti-wanti agar jangan sampai kita mengatakan suatu perkataan (berkaitan dengan Manhaj dan Aqidah) yang kita tidak memiliki Imam (pendahulunya) di dalamnya.

****
Maka dari itu, diskusi itu adalah “adu argumentasi” ilmiah seputar 3 hal itu.

Adapun jika seseorang tidak mau menunjukkan dan berdiskusi seputar 3 hal itu. Hanya modal kopas, kasih link-link artikel atau buku, sambil kemudian berusaha menjatuhkan lawan bicaranya.

Tidak “inline” antara apa yang kita tulis, dan apa yang dia tanggapi.

Dia tidak mau mendiskusikan pemahamannya dengan berdasarkan 3 hal itu, karena dia tidak mau disalahkan dan dipatahkan pemahamannya. Dia malah sibuk menuduh kita ini dan itu.

Maka ini hanyalah suatu diskusi yang sia-sia dan hanya merupakan logical fallacy.

Dan nasehat Kholifah Ali itu sepertinya sangat cocok untuk ditujukan kepada orang-orang Khowarij, Takfiri, Takfir First, dan yang semisal.

Yah, disabar-sabarin saja ya. Sabarlah sebagaimana sabarnya Kholifah Ali menghadapi Khowarij

Advertisements