Dalam kutipan QS Al Fath ayat 29 Allah berfirman,

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُم

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (QS Al Fath : 29)

Bolehkah memahami ayat tersebut untuk menyalahkan orang orang yang “Ganas” terhadap Ahlul Bid’ah dan orang yang menyimpang manhaj nya. Dan justru malah bersikap “Bisu” terhadap orang kafir?

Jawab :

Ini pendalilan yang tidak benar.

Para sahabat selaku orang yang disebut dalam ayat itu, yakni dalam perkataan ( وَالَّذِينَ مَعَه) “Dan orang-orang yang bersama nya”, juga bersikap keras dan membongkar kedok serta syubhat syubhat Ahlul Bid’ah.

Ini sebagaimana sikap Kholifah Ali dan sahabat Ibnu Abbas terhadap Khowarij. Sikap Ibnu Umar terhadap Qodariyah, dan lain lain.

Jadi jika benar framing orang yang memahami ayat tersebut untuk menyalahkan orang orang yang dianggap nya “Ganas” terhadap Ahlul Bid’ah, dan orang yang menyimpang manhaj nya.

Maka seharusnya sikap para sahabat juga salah donk?

Padahal sebenarnya kata kata “ganas” itu hanya framing dan hiperbola saja, yang dikatakan oleh orang orang yang baper (bawa perasaan) dan koper (korban perasaan).

Lalu bagaimana yg benar? Yang benar adalah dilihat lagi kelanjutan ayat tersebut, yakni pada kalimat ( رُحَمَاءُ بَيْنَهُم) “berkasih sayang sesama mereka”.

Siapa berkasih sayang di antara mereka yang dimaksud? Tentu saja di antara para sahabat.

Adapun jika dalam konteks kita sekarang, karena para sahabat sudah meninggal, maka siapakah yang dimaksud ayat itu? Tentu saja antara orang orang yang mengikuti jalan Rasulullah dan para sahabatnya. Alias sesama Ahlus Sunnah yang mengikuti manhaj Salaf.

Jadi bukan antara Ahlus Sunnah yang mengikuti manhaj Salaf dengan orang orang yang menyimpang dari Sunnah dan manhaj Salaf kan?

Kalau begitu yang diinginkan dari ayat itu, maka berarti para sahabat salah donk ketika bersikap “ganas” terhadap para Ahlul Bid’ah di zaman mereka?

Tidak, para sahabat tidak salah. Ayatnya benar, pemahaman nya saja yang salah.

Dan memang ini sengaja diframing untuk mempromosikan Pluralisme Manhaj, sengaja diframing agar para Haroki Takfiri dan Khowarij Modern itu mendapatkan legalitas kedok bisa ngaku ngaku sebagai Salafi juga.

***
Bisu terhadap orang kafir? Nah ini maksud framing nya apa dulu nih?

Apakah orang kafir itu maksudnya kaum Muslimin yang dikafirkan secara serampangan oleh para Haroki Takfiri dan Khowarij Modern itu?

Kalau itu maksudnya, maka kita jawab bahwa kita tidak sembarangan mengkafirkan seorang muslim dengan doktrin “otomatis kafir”, kecuali mengkafirkan dengan perincian dan pendetailan.

Apa maksudnya terhadap makar orang Kafir? Makar orang kafir itu bisa dikalahkan dengan membina Aqidah masyarakat, membersihkan nya, dan memahamkan manhaj Salaf.

Tashfiyah dan Tarbiyah kalo istilahnya. Dengan itu makar dan syubhat syubhat orang kafir akan terkalahkan. Jadi ini justru malah sibuk berbicara sebenarnya, bukan bisu

Apa maksudnya itu adalah perang jihad melawan orang Kafir secara sembarangan, dengan tanpa bersama di bawah komando pemerintah selaku waliyyul Amri?

Yang mana pemerintah itu sendiri punya perjanjian damai dan jaminan perlindungan kepada orang kafir yang memiliki hubungan diplomatik dengan nya?

Nah kalau itu yang dimaksud, maka itulah penyimpangan mu terhadap manhaj Salaf. Tidak semua orang kafir itu kafir harbi (yang diperangi). Ada juga kafir mu’ahd (yang terikat perjanjian) dan kafir musta’man (yang mendapatkan jaminan perlindungan).

Nah, jadi mana yang dimaksud?

Advertisements