Menarik juga topik Framing yang gagal, yang lalu dihapus postingan nya oleh takfir first itu setelah ketahuan. 😊

Namun kalau saya sih kasih udzur bil jahl aja…

Mungkin beliau nggak tahu.

************

A :
Kok si Fulan yang Haroki, yang tidak berani mengkafirkan mantan artis A yang sudah murtad itu. Kok tidak mendapatkan julukan dan ejekan “Murji’ah” dari teman temannya sih?

Mana postingan status framingnya malah dihapus lagi, setelah ketahuan si Fulan yang Haroki itu ternyata “teman sendiri”….. Walau dulu juga ikut demo bareng apa nggak, saya nggak tau.

B :
Mana ada Haroki yang Murji’ah? Gimana sih antum?

Koncoisme itu penting.

Murji’ah itu hanya sebutan bagi orang yang tidak setuju dengan sikap Haroki terhadap pemerintah, yang mana dia tidak setuju sambil bawa bawa dalil sunnah Rasulullah dan perkataan ulama Salaf.

Asal seseorang itu bukan pengikut manhaj Salaf, dan cenderung pro Haroki, maka dia aman.

Nah kalau pengikut manhaj Salaf, baru deh dapat kata kata mutiara “Khowarij ‘alad duat, Murji’ah ma’al hukkam”

************

Revisi tanggal 22 Mei 2017 :

Postingan yang saya tulis 21 Mei 2017 kemarin di atas itu, saya tulis dengan menggunakan diksi (pemilihan kata) “dihapus postingan nya”. Karena demikian lah yang saya lihat kemarin. Tulisan Framing tersebut hilang dan tidak bisa dilihat lagi.

Ternyata diksi (pemilihan kata) itu salah. Yang benar adalah di hide atau di private sementara agar tidak bisa dilihat, dan bisa dimunculkan lagi sesuai dengan kehendak empunya tulisan.

Dan tulisan Framing tersebut sudah muncul lagi sekarang ini, bisa kita lihat lagi.

Karena kita bukanlah politikus dakwah, maka klarifikasi ini memang sengaja saya tulis agar semua tahu bahwa saya telah salah memilih diksi kata.

Agar semua orang tahu bahwa itu ternyata bukan dihapus, tapi di hide dan di private sementara untuk kemudian dimunculkan lagi.

Terima kasih atas informasi yang telah diberikan kepada saya.

Advertisements