Kita itu harus berbicara sesuai dengan kadar akal dan pemahaman seseorang. Jika sekiranya apa yang kita katakan itu jelas apa maksudnya, dan mudah difahami. Maka 50% tanggung jawab kita selesai.

Kok cuman 50%?

Ya, karena 50% lainnya itu tergantung usaha dan kesabaran kita agar orang tersebut bisa menerimanya atau tidak.

***
Banyak kok orang yang faham apa yang dimaksud, jelas argumentasi ilmu dan hujjah nya, namun dia tetap nggak mau terima.

Nah inilah seni menasehati bilang “I love you” kepada saudara kita. Harus penuh perjuangan.

Banyak kan orang bilang “I love you” yang sebenarnya jelas apa maksudnya, namun ditolak oleh orang yang bersangkutan.

Maka dari itu jika kita menyampaikan nasehat “I love you” kepada saudara kita, terus tidak terima, dibilang nyinyir dan lain lain; ya kita harus sabar.

Ini bisa menyangkut apa saja. Baik dalam masalah munafiq yang menghalangi orang dari jalan Allah. Masalah Fans Club dan Team Management.

Masalah munafiq yang milih pemimpin kafir. Masalah bersabar terhadap pemerintahan yang dzolim, namun tetap harus kita akui sebagai Ulil Amri. Masalah demo yang berjilid jilid, hingga mengorbitkan tokoh yang dekat dengan syi’ah, yang pro sufi dan pendukung Quburiyyun atas nama Tawasul – Tabaruk.

Dan lain-lain yang bisa ditambahkan sendiri.

***
Demikianlah suka duka para pejuang cinta wahai saudaraku.

Namun walau begitu jangan pernah menyerah bilang “I love you” dengan jelas dan penuh perasaan kepada saudara kita yang membutuhkan kasih sayang.

Mau dibilang nyinyir dan tuduhan tuduhan yang lain, hal itu tetap tidak menyurutkan semangat “I love you” kepadamu.

Salam “I love you” Saudaraku
💖💖

Advertisements