Munafik itu ada dua jenis :
1. Munafiq I’tiqodi atau nifaq I’tiqodi (Munafik keyakinan Aqidah nya)

2. Munafiq Amali atau nifaq amali (munafik amalan perbuatannya).

***
Yang dikafirkan itu adalah orang yang nifaq I’tiqodi setelah terpenuhi syarat syarat pengkafiran nya.

Orang seperti inilah yang tidak boleh disholatkan jenazah jika meninggal, sebagaimana yang disebut dalam QS At Taubah ayat 84.

وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ

Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik. [QS At Taubah : 84]

Perhatikan dengan benar bahwa di situ Allah berfirman, كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِه (kafir kepada Allah dan Rasul-Nya).

Jadi yang tidak boleh disholatkan itu adalah orang munafik yang sudah dikafirkan.

***
Bagaimana dengan orang munafik yang tidak dikafirkan, alias nifaq amali? Apakah mereka disholatkan jika meninggal?

Ya, mereka disholatkan jika meninggal karena itu fardhu kifayah. Hanya saja ada perincian bahwa para tokoh atau ulama boleh untuk menolak mensholatkan sebagai pelajaran, akan tetapi umat Islam yang lain tetap wajib mensholatkan nya.

Ini sebagaimana Rasulullah menolak untuk mensholatkan jenazah yang masih punya utang, atau jenazah mujahid yang ternyata mencuri harta rampasan perang. Akan tetapi Rasulullah menyuruh agar para sahabat saja yang mensholatkan.

Jadi bukan berarti tidak disholatkan sama sekali.

***
Orang orang yang memilih pemimpin kafir itu hukum asalnya munafik. Yakni nifaq amali, bukan nifaq I’tiqodi.

Jadi masih wajib disholatkan, dan para tokoh beserta ulama boleh untuk menolak ikut mensholatkan sebagai peringatan dan pelajaran.

Adapun tidak boleh dan haram disholatkan sama sekali itu adalah jika sudah terpenuhi syarat syarat pengkafiran nya, tidak adanya udzur, dan dia sudah divonis secara personal sebagai orang munafik I’tiqodi yang kafir.

Walloohu A’lam

***

Tanya :

Kalau yakin bahwa halal memilih pemimpin non muslim apakah ia termasuk i’tiqadi atau ‘amali?

Jawab :

Jika penghalalannya karena ada syubhat di dalamnya, maka dia tidak dikafirkan.

Adapun dibenci, dihukum, dimusuhi, maka iya. Dan itu wajib.

Ini seperti sikap Kholifah Umar, Ibnu Abbas, dan sahabat yang lain ketika ada sahabat Alumni perang Badar yang menghalalkan khomr bagi dirinya, karena salah memahami ayat Al Qur’an sehubungan dengan status beliau sebagai Alumni perang Badar.

Setelah dihadapkan ke Kholifah Umar, dan dibantah syubhat serta kesalahannya dalam memahami ayat oleh Ibnu Abbas di hadapan sidang para sahabat.

Maka sahabat yang bersalah tersebut dihukum dan tidak dikafirkan.

Tanggapan :

Inilah yg mayoritas terjadi… syukran ustadz

 

Tanya :

Nifaq itiqodi diketahui lewat wahyu dong akh.

Jawab :

Nggak juga, semua ulama yang mendefinisikan nifaq I’tiqodi hidup pada zaman setelah wahyu terputus.

Kalau dia sudah mendhohirkan apa yang menjadi i’tiqod nya, baru kita bahas dan hukumi secara terperinci apakah ini masih hanya sekedar amali atau sudah i’tiqodi.

Walloohu A’lam

Tanggapan :

Oh iya, syukron Akh

 

Tanya :

setelah zaman wahyu berhenti bgmn kita tau nifaq i’tiqodi ust?

Jawab :

Diberlakukan sama seperti perincian hukum takfir dan tabdi’, Walloohu A’lam

Diskusi :

masalahnya nifaq i’tiqodi itu permasalahan hati ust, jadi bgmn kita tau sementara wahyu sdh tdk turun lg untuk menyingkap munafiqin?

Jawab :

Nggak juga, semua ulama yang mendefinisikan nifaq I’tiqodi hidup pada zaman setelah wahyu terputus.

Kalau dia sudah mendhohirkan apa yang menjadi i’tiqod nya, baru kita bahas dan hukumi secara terperinci apakah ini masih hanya sekedar amali atau sudah i’tiqodi.

Diskusi :

jadi maksudnya ketika munafiq i’tiqodi sdh menampakkan nifaq nya baru bisa kita hukumi?

Jawab :

Ya

Diskusi :

ketika sdh dzahir tdk kah berubah status dari munafiq menjadi kafir?

Jawab :

Berubah dari status munafiq muslim ke munafiq kafir

Advertisements