Tanya :

Akhi ad teman tyk bgini

“kl tauhid asyairah itu salah bukankah sholehudin al ayubi dan al fatih berakidah asyairah, bhkan alfatih salah seorg yg dkbrkan nabi akan kmunculan nya yg akan mnakhlukan konstatinovel, ini mnunjukan kl asyairah tdk salah”

ana bingung hrus blg ap akhi pd teman itu. Mhon bntuan utk jwbny akhi.

***
Jawab :

Ada dua cara untuk menjawab pernyataan itu :
1. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

َ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ

“Sesungguhnya Allah akan menguatkan dien ini dengan laki-laki fajir.”

Maksud yang kita inginkan dari hadits itu adalah bukan jaminan bahwa tiap orang yang membela agama ini, maka dia pasti shohih Aqidah dan manhaj nya.

Karena tidak ada yang ma’shum selain Rasulullah.

Dan yang benar semuanya harus ditimbang dengan berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah bi fahmi manhaj Salaf.

Jangankan Sholahuddin Al Ayyubi dan Muhammad Al Fatih. Anak Rasulullah saja Fathimah binti Muhammad jika beliau mencuri, maka Rasulullah sendiri yang akan memotong tangannya. Ini sebagaimana yang Rasulullah sebutkan dalam hadits nya yang shohih.

Kalau mau dibawa ke trik Logical fallacy, logical fallacy yang dia gunakan itu sebenarnya namanya “Appeal to Authority”.

Sehingga seakan akan karena Sholahuddin Al Ayyubi dan Muhammad Al Fatih diposisikan memiliki kedudukan yang tinggi dalam hati kaum muslimin (dan ini benar), maka ini menjamin bahwa Aqidah nya juga pasti benar (dan ini salah).

Dan yang benar semuanya harus ditimbang dengan berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah bi fahmi manhaj Salaf.

2. Kita bisa tanya balik,

kalau begitu para Imam mujtahid semisal asy-Syafii, Malik dan para imam Madzhab yg lain berarti “salah” donk karena tidak berfaham asy’riyyah?

Advertisements