Hadits di bawah ini, cukup sebagai salah satu pedoman untuk menjelaskan kesalahan manhaj suatu Firqoh.

Yang mana firqoh ini menjadikan Khuruj ke luar kota atau ke negara negara lain selama berhari hari, sebagai pondasi pemahaman dan amalannya dalam memahami Islam dan dakwah Islam, dengan meninggalkan anak istri dan orang-orang yang menjadi tanggungannya.

Dari Abdullah bin Amr radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

كفى بالمرء إثما أن يضيع من يقوت ( رواه أبو داود، رقم 1692 ، وحسَّنه الشيخ الألباني في ” صحيح الجامع، رقم 4481)

“Cukuplah seseorang dikatakan berdosa (tatkala) dia menyia-nyiakan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya.”

[HR. Abu Daud, no. 1692. Dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami, no. 4481]

***
Bahkan jika kita bandingkan dengan penjelasan di kitab fiqh mengenai Jihad.

Salah satu syarat dari orang yang wajib jihad adalah orang yang mempunyai kemampuan harta untuk mencukupi dirinya dan keluarganya, selama dia pergi jihad.

Adapun firqoh ini memutlakkan amalan khuruj tanpa perincian syarat. Baik syarat dia mampu secara harta dan ilmu ataupun tidak. Mampu memberikan jaminan harta bagi orang yang ditanggungnya atau tidak.

Tidak dipedulikan apakah keluarga nya kelaparan atau tidak selama khuruj. Dan juga tidak dipedulikan apakah penghasilan atau pekerjaan nya akan hancur atau dipecat atau tidak, selama dia ikut khuruj atas nama dakwah.

***

Tanya :

Mereka berdalil dgn Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam pergi meninggalkan Istri dan Anaknya meninggalkan Mekkah

 

Jawab :

Jawab saja bahwa mereka tidak mendapatkan wahyu seperti Nabi Ibrahim, yang mana hajar bertanya ketika ditinggalkan “Apakah ini perintah Allah?” dan Nabi Ibrahim membenarkan nya.

Adapun hadits Rasulullah diatas memansukh kan pemahaman mereka, yakni itu adalah kekhususan perintah Allah kepada Nabi Ibrahim saja. Bukan untuk semua orang. Hatta Rasulullah dan Ummat nya.

Tanyakan, kenapa antum hanya memilih perintah Allah kepada nabi Ibrahim untuk meninggalkan Hajar dan Nabi Ismail, dan meninggalkan perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya?

Jika manhaj antum dalam memahami agama benar, maka harusnya antum sembelih juga anak antum jika tidak mengakui bahwa itu adalah perintah Allah khusus kepada Nabi Ibrahim saja. Tidak untuk selainnya. Hatta tidak untuk Rasulullah sekalipun

 

Tanya :

Apakah mereka ttp ahlussunnah?

Jawab :

Manhaj nya bukan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah, organisasi atau perkumpulan nya bukan organisasi atau perkumpulan Ahlus Sunnah.

Adapun orang yang didalamnya :

– ada yang masih merupakan Ahlus Sunnah yang memiliki kebid’ahan, yang masih tidak mengeluarkan dari Ahlus Sunnah secara total. Hanya secara parsial saja. Yakni karena ada udzur bagi nya.

– Dan ada juga yang merupakan Ahlul Bid’ah yang telah keluar dari Ahlus Sunnah, yang mana dia sudah tidak memiliki udzur.

Walloohu A’lam

 

Tanya :

Pas banget nih postingan td jg baru aja diskusi sama org JT ba’da isya,,,

Mereka bilang “di JT juga ada Salafi nya”

Mereka bilang “Org ini pake fiqih salafi tp dia juga ikut tabligh”

Bagaimana nih?

Jawab :

Bilang saja Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا

“Jika seandainya Fathimah binti Muhammad (anak beliau sendiri) mencuri, sungguh akan aku potong tangannya ” (HR. Bukhari Muslim).

Mau yang ikut JT dan khuruj nya itu Salafi ataupun bukan Salafi, tidak ada bedanya. Semua ada hisabnya dan dimintai pertanggungjawaban nya.

Tidak ada kamus bahwa jika yang misalnya Fathimah mencuri, maka mencuri itu jadi halal. Demikian juga dengan hal yang antum tanyakan.

 

Tanya :

Tanya…jd hukumnya pergi ke negeri jauh(jahula/khuruj).. Gmn

Jawab :

Kalau yang dimaksud untuk tujuan berdakwah khuruj atau jaulah ala manhaj JT, tidak boleh

Tanya :

Ada kwnky jahula..orang2 ini berpndapat bahwa merekalah yg menyelamatkan keluarganya dr neraka dgn cara berjahula…gmn cr menasehatinya….dan kbanyakan org pd susah mo keluar dr jahula…rekan2 nya pd menahan dgn alasan spt itu…untung sepupuku bisa lepas…sekarg dah ikut salaf

Jawab :

Terangkan saja jika Jaulah itu adalah untuk menyelamatkan keluarga mereka dari api neraka, maka berarti keluarga Rasulullah juga tidak selamat dari api neraka.

Rasulullah berdakwah itu umumnya hanya sekitar Makkah dan Madinah saja. Tidak pergi keluar jauh jauh, sampai keluar negeri, seperti jaulah menurut manhaj mereka.

Jadi keyakinan bahwa jaulah itu untuk menyelamatkan keluarga mereka dari api neraka, adalah keyakinan batil yang mengada ada.

Advertisements