Haroki-haroki hizbiyyah yang berafiliasi ke Ikhwanul Muslimin (IM) dan Quthubi (fans berat pemikiran Pemberontakan dan Takfiri Sayyid Quthb) yang biasanya benci ke Saudi sebagai negara utama pendukung dakwah Salafiyyah, sekarang sedang “tiarap” dulu tampaknya.

Maklum, situasi masih belum menguntungkan.

Adapun HT yang memiliki akar sejarah yang sedikit berbeda dengan IM, tampaknya masih konsisten dengan tulisan Framing pendiskreditannya kepada Saudi.

Syi’ah nggak usah ditanya. Adapun Liberal, maka biarkan saja mereka dengan kemunafikan Framing nya.

***

Tanya :

Ada beberapa literatur orientalis yang anaa pernah baca kalau akar nya HT itu “sempalan” dari IM, tapi akhirnya HT punya metode tersendiri untuk menjadikan politik sebagai kendaraan dakwahnya. Mungkin Mas Amru punya referensi dr ulama terkait sejarah HT dan kaitannya dengan IM. Sehingga terlihat jelas oposisi nya HT dengan kingdom. Adapun IM karena ada metode tarbiyah dengan rasa politik, jadi terasa samar dengan dakwah salafiyyin. Tolong beri faedah

Jawab :

Kalau secara ormas mungkin nggak, tapi kalo founding father nya HT pernah berafiliasi ke IM hingga kemudian memisahkan diri dan membentuk HT, maka iya.

Lihat buku WAMY mengenai gerakan pemikiran keagamaan di bagian Hizbut Tahrir.

HT itu lebih konsisten dibandingkan IM yang bermain “dua kaki”.

IM mempunyai sikap mengakomodir demokrasi sebagai manhaj dakwah nya hingga membentuk partai. Adapun HT tetap konsisten bergerak di luar sistem dan anti demokrasi.

Pengkaderan IM biasanya sembunyi sembunyi ala gerakan underground pada umumnya, sedangkan HT terang terangan dalam penyebaran pemikiran serta pengumpulan massa nya.

Adapun jika sudah mempunyai kekuatan, maka tujuan nya sama saja. Mereka akan berusaha menguasai pemerintahan yang ada.

Hanya saja HT lebih murni perlawanannya, dan didukung organisasi HT internasional yang berada di bawah satu komando.

Sedangkan IM disesuaikan dengan kondisi politik dan kekuatan dari “cabang” masing masing wilayah wilayah atau negara. Jadi mereka lebih memiliki otonomi.

Walloohu A’lam

 

Tanggapan :

Setuju mas. Dlu skripsi anaa bahas HT dan IM. Tapi literatur IM cuman dari buku barat. Klo HT udh sempet wawancara sih sama pak Ismail yusanto (jubir HTI). Klo buat IM anaa dpt faedah menarik dari salah satu ustadz dr madinah. Beliau cerita bahwa salah satu syaikh di sana menjelaskan bagaimana metode dua kaki IM ini:

Pertama, mereka tempatkan satu kaki di garis oposisi untuk terus menggoyangkan pemerintahan, dan satu kaki sebagai pendukung pemerintah.

Ketika terjadi tindakan represif dari pemerintah ke pihak oposisi untuk disikat habis, maka kaki yang pro pemerintah akan dibiarkan pemerintah. Dengan itu mereka akan terus bertahan untuk kaderisasi kaki oposisi nya di manapun rezim berkuasa

Tanggapan :

Tapi setahu ana ada sebagian HT yang mendirikan partai juga

Tanggapan :

HT sendiri itu partai. Klaim mereka adalah partai (hizbut-partai, tahrir-pembebasan). Tapi partai ekstra parlementer, gak ikut masuk parlemen. Mereka mengambil posisi sebagai oposisi terus untuk challenge rezim.

Klopun terbukti ada anomali sebagian shabab HT bikin partai sendiri itu di luar code of conduct nya HT berarti

Advertisements