Karena dakwah Salafiyyah itu bukan dakwah hizbiyyah.

Dalam artian semua mudah untuk ber-intisab ke manhaj Salaf, karena sifat manhaj Salaf itu علانية (terbuka dan terang terangan). Tidak tertutup, tersembunyi, ataupun susah untuk dimengerti apa yang dimaksud.

Karena dakwah Salafiyyah adalah seruan manhaj dalam memahami Islam, bukan seruan untuk mencari kader dan anggota.

Maka semua bebas dan mudah untuk menerima ataupun menolak dakwah ini.

***
Di sisi lain, karena kemudahan memahami manhaj Salaf dan sifatnya yang bukan hizbiyyah.

Hal ini memudahkan para penyusup yang menyimpang dari manhaj Salaf, untuk menyusup di antara pengikut manhaj Salaf dan mengaku aku ber-intisab ke manhaj Salaf.

Karena kita hanya bisa menilai dari dhohir nya saja sebelum dia menampakkan penyimpangan nya, maka umumnya banyak orang yang kemudian tertipu.

Biasanya orang orang seperti ini baru menampakkan jati dirinya dan penyimpangan manhaj nya, ketika datang masa fitnah yang menguji seseorang untuk tetap teguh berpegang kepada manhaj Salaf atau tidak.

Para penyusup yang mengaku bermanhaj Salaf itu, akhirnya terbuka penyimpangan nya dari manhaj Salaf setelah datang fitnah yang melanda.

Seperti dengan munculnya :

– Istilah “Salafi Haroki”, dalam artian mengaku bermanhaj Salaf namun selalu menyerukan dan mengkoordinir perlawanan pemakzulan dan kudeta terhadap pemerintah yang dzolim.

– Pendukung manhaj muwazanah yang berusaha mentolerir dan menerima kebaikan firqoh firqoh yang menyimpang. Guna menggalakkan kerjasama “lintas manhaj” dengan mereka.

– Istilah Quthubiyyun, dalam artian mengaku sebagai pengikut manhaj Salaf namun mau menerima pemikiran Takfiri Sayyid Quthb dan menutup mata celaan Sayyid Quthb terhadap para Sahabat Rasulullah (terutama terhadap Utsman dan Muawiyah)

– Istilah Sururiyyun, yang mengadopsi manhaj perlawanan IM terhadap pemerintah yang dzolim, yang memiliki sikap muwazanah terhadap firqoh menyimpang yang bisa diajak kerja sama dalam usaha perlawanan, yang memiliki sikap Takfiri dan mencela ulama yang hanya menfokuskan diri kepada dakwah Tauhid dan ilmu yang dianggap tidak memahami waqi’ (kenyataan yang terjadi).

– Para pentakwil sifat sifat Allah dan sufi para penyembah Qubur (Quburiyun) dengan alasan untuk Tawasul dan Tabaruk

Dan lain-lain.

***
Maka karena mereka telah menunjukkan penyimpangan nya, Ummat harus diberikan penjelasan bahwa itu bukan manhaj Salaf.

Dijelaskan bahwa itu adalah penyimpangan dari manhaj Salaf, yang dilakukan oleh para penyusup yang mengaku ber-intisab kepada manhaj Salaf.

Dibantah syubhat syubhat nya, dan ummat diperingatkan akan bahaya mereka.

 

***

Tanya :

Wduh kayanya sy trmasuk yg muwazanah.. Msih suka tolerir sana sini, bijaksanasini. Bedanya sm y sururiyun pa an syekh?

 

Jawab :

Kalau nggak tau ya nggak apa apa. Maka dari itu kita saling nasehat menasehati. Kan manusia itu tempatnya salah dan nggak tau…

Beda tokohnya. Yang terpengaruh Sururiyyun biasanya lebih kuat dalam masalah menjelek jelekkan ulama yang berseberangan dengan mereka, dan suka melakukan “politik belah bambu”.

Politik belah bambu itu memuji muji ulama atau perkataannya yang dapat dimanipulasi sesuai kepentingan manhaj mereka. Dan menginjak injak atau menjelek jelekkan ulama yang berbahaya terhadap manhaj mereka.

Jadi persis kayak belah bambu tempoe doeloe. Yang satu diinjak, dan yang satu diangkat.

Walloohu A’lam

Advertisements