Alhamdulillah, karena semua faham bahwa saya bukan ustadz dan saya meminta agar jangan dipanggil ustadz. Cukup panggil mas BU (Bukan Ustadz) saja.

[Bukan BU butuh uang yaaa…. Hehee]

Maka otomatis bagi yang kadang ada yang suka nanya, paham bahwa saya itu hanya sekedar memberitahu menurut ilmu yang saya tahu. Atau yang saya pandang kuat menurut diri saya pribadi saja yaa….

***
Bagi saya kalau ada yang nanya, dan kebetulan saya faham jawabannya, ya saya jawab. Karena itu amanah ilmu.

Kalau saya nggak tau, maka ya saya bilang saya nggak tau.

***
Kenapa anda menjawab jawab pertanyaan kalau begitu?

Karena hadits Rasulullah menyebutkan bahwa permasalahan ilmu itu seperti hujan dan tanah. Jadi kalau saya tau ilmunya dan ditanya, ya saya jawab.

Jadi bukan karena ingin sok Ngustadz. Saya suka menulis juga karena saya suka, alhamdulillah, bukan karena ingin sok Ngustadz

Adapun jika anda lebih suka “kebijakan satu pintu” harus ustadz yang jawab, maka saya tidak melarang hal itu. Dan itu bagus kok

***
Maka dari itu, telitilah kembali apa yang saya tulis atau jawaban dari diskusi yang antum beri.

Jika sesuai dengan manhaj dan dalil, maka alhamdulillah. Silakan Antum ambil apa yang Allah titipkan amanah ilmiah berupa ilmu dan pemahaman tersebut kepada saya, jika antum berkenan.

Jika menyalahi, maka silakan buang saja di tong sampah. Karena hakikat dakwah itu adalah menyebarkan ilmu dan pemahaman yang Shohih berdasarkan manhaj Salaf Ahlus Sunnah. Bukan untuk mencari pengikut.

Dan jika anda mengkritik saya dengan alasan “kebijakan satu pintu” maka saya juga tidak keberatan, walau saya berbeda pandangan.

Dah gitu aja.

Advertisements