Itu biasa.

Khas orang orang yang menilai sesuatu hanya dari sekedar fenomena sosial yang multi tafsir.

Karena fenomena sosial itu multi tafsir, maka bisa digiring ke arah mana yang diinginkan oleh sang penulis.

Disitu point nya.

Tidak berusaha untuk dibahas secara ilmiah ke pokok permasalahan, dengan dikembalikan kepada Al Qur’an dan As Sunnah bi manhaj Salaf.

Yang biasa melakukan metode penulisan seperti ini setau saya :
1. Harokiyyun
2. Liberal Pluralis
3. Orientalis
4. Akademisi yang terpengaruh oleh manhaj analisa dari tiga golongan sebelumnya

Advertisements