Syahdan ada seorang penjual madu murni yang terkenal. Dia mempunyai saudara yang juga berjualan madu, namun sayang yang dijual itu madu palsu.

Karena hubungan persaudaraan, maka sang penjual madu itu kadang merekomendasikan toko madu palsu milik saudara nya. Akibatnya banyak orang yang tidak faham mengenai bedanya madu murni dan madu palsu pun akhirnya tertipu.

***
Demikian lah permisalan antara manhaj yang haq, dan manhaj yang batil beserta kondisi orang yang mendakwahkan nya.

Maka dari itu jika ada seseorang ustadz yang ma’ruf mengajarkan sunnah namun dia memberikan rekomendasi kepada suatu firqoh atau organisasi bid’ah. Maka dia tidak ada bedanya dengan orang yang menipu umat.

Dia menipu Ummat, walaupun dia tidak pernah mengajarkan kebid’ahan itu di dalam majlis ta’limnya.

Manhaj Ahlus Sunnah adalah membenci kebid’ahan dan tidak bermesra mesraan dengan orang yang menentang sunnah. Maka bagaimana lagi jika dia ternyata memuji dan memberikan rekomendasi kepada firqoh atau organisasi bid’ah itu?

Maka dari itu jangan tertipu oleh banyak nya jamaah nya yang suka mendengarkan kajian sunnah nya, jika ternyata dia memiliki sikap yang bertentangan dengan konsekuensi sunnah terhadap para pembawa kebid’ahan.

Advertisements