Ketika Syaikh Utsaimin hendak dipuji dengan Qosidah (semacam syair), beliau menghentikan ketika berada di tengah tengah Qosidah yang dibacakan itu.

Kalimat emas beliau adalah

“Janganlah kalian hubungkan (atau kaitkan, atau gantungkan, atau batasi) kebenaran itu dengan seseorang” [Al laa taj’aluul Haqqo tuqoyyidu bir rijaal]

Dan kemudian beliau mengatakan beberapa argumentasi nya seperti :

1. Seseorang itu akan mati. Maka jika kebenaran itu dihubungkan dengan seseorang, akan hilanglah harapan manusia jika orang tersebut meninggal.

2. Seorang manusia itu bisa jatuh ke dalam kesalahan, maka dari itu jangan hubungkan kebenaran dengan seseorang.

3. Seseorang itu tidak bisa selamat terlepas dari fitnah (yang akan menimpanya untuk mencobanya)

4. Setiap manusia itu adalah anak Adam, yang jika dia dipuji maka dia akan sombong. Dan jika dia sombong maka dia akan merasa setiap jalan yang dia tempuh adalah kebenaran. Inilah kehancuran.

***
Lebih lanjut silakan lihat :
https://youtu.be/iKldXr6NnqI

Adapun pelajaran bagi kita adalah hendaknya kita jangan ta’ashub terhadap seseorang.

Nilailah kebenaran benar benar sesuai dengan qoidah-qoidah ilmiah nya, jangan bergantung kepada ketokohan seseorang semata.

Demikian juga dengan gelombang fitnah yang sedang terjadi belakangan ini.

Advertisements