Manhaj Salaf itu mengajarkan untuk memiliki adab dan akhlak yang baik.

Namun manhaj Salaf juga membolehkan untuk berkata kata buruk jika didzolimi. Apa dalilnya?

Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman dalam awal QS An Nisaa : 148 mengenai kebolehan akan hal ini.

لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ

Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang-terangan kecuali yang diucapkan oleh orang yang terdzolimi… [QS. An Nisaa : 148]

Jadi jika anda didzolimi oleh seseorang, maka anda boleh mengatakan keburukan akan orang tersebut secara terang terangan, asalkan proporsional.

***
Jadi alangkah menggelikan ketika ada orang yang telah mendzolimi banyak orang dengan perkataan nya yang kasar dan gayanya yang preman, maka ketika orang lain membalas kedzolimannya dengan melontarkan perkataan yang buruk yang menjelaskan mengenai jati dirinya.

Dia malah melakukan Playing Victim dengan berkata,

“Apakah itu Akhlaq Salafi? Mana kata hikmah anda? Saya ingin belajar Akhlaq dari anda. Bukankah manhaj Salaf mengajarkan akhlak dan adab yang baik? ”

Untuk orang seperti ini maka kita katakan bahwa disinilah kedzoliman anda, dan disinilah keadilan perkataan buruk yang ditujukan kepada anda agar anda sadar dan mengetahui keburukan diri anda.

Sikap mengatakan keburukan anda secara terang terangan inilah justru Akhlaq yang baik, setimpal dengan kedzoliman, pelecehan, dan Akhlaq buruk yang anda tampilkan dan anda tidak merasa bersalah dengan itu.

Sikap ini sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berikut ini,

انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا نَنْصُرُهُ مَظْلُومًا فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا قَالَ تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ

“Tolonglah saudaramu yang menganiaya dan saudaramu yang teraniaya.”

Shahabat bertanya, “kami faham menolong orang yang teraniaya. Lalu bagaimana menolong orang yang zhalim?”

Rasul bersabda: “hendaklah kalian peggang tangan mereka (mencegah) agar jangan sampai berbuat zhalim lagi.” [Hr. al-Bukhari.]

Kadang memang ada orang yang diberikan isyarat dan tingkah laku yang lembut, maka dia akan langsung cepat tanggap dan merasa malu.

Dan ada pula orang yang bebal dan harus “dipukul” dulu baru dia faham.

Ada orang yang jika kita “ngalah”, maka dia akan sadar diri. Dan ada juga tipe orang yang jika kita “ngalah”, maka kita akan semakin diinjak injak.

Advertisements