Rukun Iman yang kedua adalah beriman kepada para Malaikat. Manhaj Salaf Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dalam I’tiqod nya terhadap Malaikat dibagi menjadi dua :

1. Beriman kepada para Malaikat secara global (umum).
2. Beriman kepada para Malaikat secara terperinci.

***
Beriman kepada para Malaikat secara global (umum) terdiri atas :

1. Beriman terhadap keberadaan malaikat

2. Beri’tiqod untuk mengimani dan membenarkan segala khabar yang datang dari Allah dan Rasul-Nya mengenai para Malaikat. (Baca : baik dia pernah mengetahui perincian khabar itu ataupun tidak. Yang jelas dia telah memiliki pondasi untuk mempercayai dan mengimaninya)

Beriman kepada para Malaikat secara umum sebagaimana di atas, adalah syarat minimal akan sahnya rukun Iman kepada Malaikat. Dan ini adalah fardhu ‘ain, atau kewajiban minimal, yang dituntut setiap kaum Muslimin.

***
Sayangnya, beriman kepada para Malaikat dengan cara umum seperti ini hanya :

1. Merupakan keimanan yang lemah, karena ini adalah syarat minimal.

2. Memberikan manfaat yang sedikit dalam memahami dan menjalankan kehidupan beragama. Karena orang fasiq pun juga mengimani para Malaikat dengan cara global seperti itu, akan tetapi keimanan itu tidak membantu mereka untuk menghilangkan kefasiqan mereka.

3. Tidak memberikan buah yang optimum sebagai hasil keimanan seorang Muslim kepada para malaikat, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para Sahabatnya (selaku Salaf yang paling utama). Padahal kita diwajibkan untuk mencontoh dan mengikuti manhaj mereka

[Lihat juga perkataan Syaikh Muhammad Al ‘Aqil mengenai hal ini]

***
Tiga point di atas kadang kurang difahami oleh kaum Muslimin. Sikap mencukupkan diri untuk beriman secara global saja kepada para Malaikat, membuat mereka “terlena” dalam memahami rukun Iman kepada para Malaikat.

Padahal rukun iman kepada para Malaikat itu baru akan memberikan pengaruh yang kuat, jika seorang Muslim itu sudah mulai mempelajari ilmu dan khabar mengenai para Malaikat secara terperinci.

Kajian ta’lim-kajian ta’lim yang berkaitan dengan Aqidah dan Manhaj, memang seharusnya dituntut untuk mengajarkan dan memberikan ilmu mengenai para Malaikat dengan lebih terperinci. Agar kaum Muslimi bisa mendapatkan faedah pemahaman, serta buah dari pengaruh beriman kepada para Malaikat.

Jadi tidak hanya berkesan “hanya sekedarnya” saja……

Ini adalah manhaj penting yang harus kita fahami terlebih dahulu.

***
Beriman kepada para Malaikat secara terperinci itu meliputi I’tiqod dalam 9 hal berikut ini :

1. Masalah penciptaan Malaikat dan hikmah Allah menciptakan Malaikat

2. Masalah Khabar mengenai jumlah dan nama-nama para Malaikat

3. Masalah Khabar mengenai fisik dan kemampuan para Malaikat

4. Masalah Khabar mengenai Akhlaq dan sifat para Malaikat

5. Masalah macam-macam Ibadah yang dilakukan para Malaikat

6. Masalah tugas-tugas para Malaikat

7. Masalah hak-hak para Malaikat atas kaum Muslimin.

8. Masalah buah-buah keimanan kepada para Malaikat

9. Masalah penyimpangan i’tiqod firqoh-firqoh Islam, Ahlul Kitab, dan kaum Musyrikin kepada para Malaikat.

***
Kesembilan point perincian beriman kepada para Malaikat itu, akan kita bahas secara ringkas dalam serial “Kemudahan dalam memahami Manhaj Salaf Ahlus Sunnah Wal Jama’ah” ini ke depan.

Insya Allah.

Advertisements