Yang coba saya fahami dan yang saya coba kompakan sama istri :

1. Mendidik dan mengajarkan agama kepada anak itu tanggung jawab utama dari orang tua.

Bukan tanggung jawab yang dialihkan ke sekolahan ataupun gurunya. Bukan tanggung jawab yang selesai jika sudah berhasil memasukkan anaknya ke sekolahan yang bagus pendidikan agamanya.

Itu cuma wasilah saja.

Zaman Rasulullah dan para sahabat nggak ada tuh pesantren atau sekolahan Islam. Tapi para anak sahabat tetap menjadi orang yang hebat, sholeh, dan faqih karena didikan orang tua mereka.

Maka dari itu orang tua ya harus tetap selalu belajar dan memperbaiki diri, agar bisa mengajari anaknya.

2. Anak jangan sampai menjadi korban obsesi orang tua. Memotivasi dan mengarahkan gak masalah.

Tapi kalau memaksa sebaiknya jangan. Kasihan anaknya….

Biarkan keinginan dan motivasi itu timbul dari dirinya sendiri karena dia memang mau.

Paling tidak ini yang saya pelajari dari orang tua saya. Beliau berdua selalu full support namun tidak pernah memaksa.

***
Paling tidak dua pedoman itu yang saya coba kompakan sama istri…

Advertisements