Alhamdulillaah, bi idznillah Free Ebook kami yang terbaru sudah selesai kami kerjakan. ebook ini berjudul :

“Kumpulan 106 Hadits larangan keluar dari ketaatan dalam hal yang ma’ruf dan menghasung pemberontakan kepada pemerintahan Muslim yang dzolim”

Ebook ini hanya bersifat terjemahaman.

Silakan download di sini :

https://kautsaramru.files.wordpress.com/2017/01/kumpulan-106-hadits-larangan-keluar-dari-ketaatan-dalam-hal-yang-maruf-dan-menghasung-pemberontakan-kepada-pemerintahan-yang-dzolim.pdf

****

MUQODDIMAH

Sembari menyelesaikan ebook saya “Meninggalkan Syubhat dan kembali kepada ilmu yang jelas dan tegas”, yang membahas mengenai ilmu yang berkaitan dengan masalah pemerintahan yang dzolim dan banyak kekufuran di dalamnya.

Saya diminta oleh istri saya, untuk membuat quiz berhadiah (makanan berupa cake, risoles, onde-onde, dll) yang merupakan handmade istri saya, untuk para akhwat dan ummahat guna disebar di medsos istri saya.

Untuk memenuhi “tugas negara” itu, saya buat pertanyaan yang berhubungan dengan tema yang berhubungan dengan ebook yang sedang saya buat, karena mumpung masih lagi anget-angetnya. Dan juga karena pesan istri saya agar pertanyaannya dibikin agak susah, jangan gampang-gampang, karena hadiahnya lumayan. Maka saya bikin pertanyaannya agak sedikit susah.

Pertanyaan itu adalah,

“Sebutkan minimal 30 dalil dan terjemahannya, hadits-hadits yang berhubungan dengan kepada pemerintah Islam yang dzolim dalam hal yang ma’ruf, yang secara dhohir masih terlihat melakukan sholat. Yang memberikan dalil paling banyak, maka dia yang menang”

Quiz berhadiah dengan tenggat waktu sekitar 3-4 hari itu ternyata cukup banyak diminati, dan menggembirakan hasilnya.

Pemenangnya berhasil menyebutkan sampai dengan 40 dalil. Walau setelah diteliti ternyata hanya 38 yang merupakan dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, sedangkan 2 sisanya adalah qoul dari Al Hasan Al Bashri, ulama Salaf dari kalangan tabi’in. Akan tetapi ini adalah hasil yang sudah sangat bagus dan patut di acungi jempol.

Adapun dalil-dalil mengenai haramnya khuruj (keluar dari ketaatan dalam hal yang ma’ruf, ataupun menghasung keluar untuk memberontak) kepada pemerintahan yang dzolim itu sebenarnya total berjumlah 106 hadits, menurut referensi yang saya ketahui. Dan berikut ini adalah terjemahan kumpulan 106 hadits tersebut yang saya terjemahkan.

Sekedar sedikit catatan, Rasulullah sebenarnya memberikan banyak variasi kata yang kembali kepada arti yang sama kepada arti : pemimpin, penguasa, atau pemerintahan.

Ini seperti : Amir (atau Umaro’ untuk versi jamaknya), Imam (atau aimmah untuk versi jamaknya), Sulthon, Al Jama’ah (atau jama’atul Muslimin), Kholifah (atau khulafa’ untuk versi jamaknya), Dzu amrukum (yang secara harfiah berarti “pemilik urusan kalian”), Malik (raja), dan lain-lain. Untuk melihat perinciannya, silakan lihat teks asli arab yang saya sertakan sebelum terjemahan. Adapun untuk terjemahan, saya terjemahkan dengan pemimpin, penguasa, atau pemerintah secara berganti sesuai dengan makna yang dimaksud.

Banyaknya hadits hingga berjumlah 106 hadits ini, membuktikan bahwa permasalahan haramnya “khuruj” dari pemerintahan Islam yang dzolim merupakan hadits yang mutawatir ma’nawi. Maka dari itu tidak heran, jika para Ulama Ahlus Sunnah, menjadikan ini sebagai salah satu dari ushul (pokok) dari manhaj Salaf Ahlus Sunnah wal Jama’ah, di dalam kitab-kitab induk mereka mengenai manhaj dan aqidah.

Faedah dari bersabar terhadap pemerintahan yang dzolim ini, selain dari mengikuti sunnah yang tegas dan jelas, adalah agar tidak terjadi madhorot yang lebih besar dan tertumpahnya darah rakyat akibat penentangan dan pemberontakan.

Petunjuk Sunnah Nabawiyah memberikan kita arahan agar memilih madhorot yang lebih kecil, bersabar, memberikan nasehat kepada pemerintah untuk perbaikan, dan memperbaiki kerusakan yang terjadi di masyarakat itu sendiri.

Karena munculnya pemerintahan yang dzolim itu tentu berasal dari masyarakat yang rusak. Dari masyarakat yang seperti itulah pemegang kekuasaan yang asal mulanya juga berasal dari rakyat, dipilih dan berkuasa.

Maka dari itu pola pandang dalam memahami petunjuk Sunnah Nabawiyah dalam masalah pemerintahan yang dzolim ini, sangat bertolak belakang paradigma-nya dengan yang dituduhkan para penentangnya sebagai penjilat, murji’ah, dan yang semisal.

Akhirul kalam, semoga terjemahan 106 hadits yang berhubungan dengan haramnya “khuruj” dari pemerintahan yang dzolim ini bermanfaat bagi kita semua. Ebook 106 hadits ini juga dimaksudkan untuk melengkapi ebook kami “Meninggalkan Syubhat dan kembali kepada ilmu yang jelas dan tegas” yang terdahulu.

Tangerang Selatan dan Jakarta, Januari 2017 M / Robi’ul Akhir 1438

Abu Maryam Kautsar Amru bin Syamsudin bin Muhammad Ja’far

 

Advertisements