Memahami Islam itu jangan berdasarkan kajian filsafat dan ilmu ilmu sosial kemanusiaan. Karena pondasi dalam memahami Islam ini bukan itu.

Apa bedanya orang orang yang menggunakan filsafat dan ilmu ilmu sosial kemanusiaan sebagai dasar dalam memahami Islam, dibandingkan orang orang Islam Liberal dan Orientalis yang juga menggunakan pondasi dasar ilmu yang sama, kecuali hanya perbedaan point of view saja?

***
Padahal Rasulullah dan para sahabat nya tidak mengajarkan pondasi pemahaman Islam (baca : Manhaj), dengan berdasarkan point of view filsafat dan ilmu ilmu sosial kemanusiaan itu.

Bangun dulu pondasi dan manhaj dengan benar, sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah dan para sahabat nya.

Baru kemudian jadikan filsafat dan ilmu ilmu sosial kemanusiaan itu sebagai “nice to know” saja, sekedar “abang abang lambe” agar orang tertarik, namun bukan sebagai argumentasi dasar.

***
Orang orang yang menjadikan filsafat dan ilmu ilmu sosial kemanusiaan sebagai pondasi dasar dan argumentasi pokoknya dalam memahami Islam, terlepas dia cenderung kepada Liberalisme dan hasil kajian Orientalis, ataupun kontra terhadap Liberalisme dan hasil kajian Orientalis dan mempergunakan nya untuk membela Islam.

Maka pada dasarnya mereka masih belum memahami dan mempelajari manhaj serta pondasi Islam dengan benar.

Maka dari itu mereka walau membela Islam, namun tetap agak alergi jika diingatkan terhadap sunnah Rasulullah dan mengikuti manhaj Salaf apa adanya.

Apalagi kalau diingatkan terhadap sunnah dan manhaj terhadap pemerintah Islam, yang walau pemerintah itu dzolim dan tidak pro Islam serta kental dengan Sekulerisme Pluralisme nya.

Maka akan terlihat bahwa pondasi dasar dan manhaj mereka ternyata tidak dibangun di atas sunnah dan manhaj Salaf, walaupun mereka mengaku membela Islam dari musuh musuhnya

Advertisements