Bhinneka Tunggal Ika ternyata berasal dari slogan sinkretisme agama Hindu Siwa dan agama Buddha.

Wikipedia mencatat :

Kutipan ini berasal dari pupuh 139, bait 5. Bait ini secara lengkap seperti di bawah ini:

Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,
Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,
Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

Terjemahan:

Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda.
Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?
Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal
Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.

Terjemahan ini didasarkan, dengan adaptasi kecil, pada edisi teks kritis oleh Dr Soewito Santoso.

Lihat : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bhinneka_Tunggal_Ika

***
Kalau padanannya di filsafat Barat, adalah istilah yang disebut sebagai “Perennial philosophy”

Perennial philosophy adalah,

a perspective in the philosophy of religion which views each of the world’s religious traditions as sharing a single, universal truth from which all esoteric and exoteric knowledge and doctrine has grown.

Lihat : https://en.m.wikipedia.org/wiki/Perennial_philosophy

Advertisements