Dakwah itu memiliki beberapa perangkat yang harus kita miliki :

1. Pemahaman yang jelas mengenai Tauhid dan manhaj dalam memahami Islam yang benar.

Inilah bekal kita yang utama. Wajib untuk dimiliki oleh setiap muslim, apalagi yang hendak berdakwah.

2. Ilmu dan Hujjah
Yakni argumentasi dan dalil

3. Bayan
Penjelasan yang tepat, dengan berdasarkan ilmu, dan mudah untuk dipahami

4. Bashiroh
Kedalaman ilmu dalam memberikan pandangan yang jelas dan jauh ke arah yang dituju. Karena akhirat itu tidak berada di hadapan kita sekarang.

5. Hikmah
Perwujudan sikap adil yang bisa menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Yang diukur dengan berdasarkan ilmu dan mashlahat-madhorot dalam lisan, sikap, dan perbuatan.

6. Keahlian dalam berdebat
Yakni keahlian untuk menyampaikan pesan yang bisa difahami dan mematahkan argumentasi ketika ada orang yang membantah.

Yang mana dilakukan dengan cara meninggalkan perbincangan setelah pesan tersampaikan, dan bisa difahami. Karena perdebatan itu bukan untuk mengalahkan, menjatuhkan, mempermalukan, dan memaksa.

Sedangkan orang yang berdebat faham bahwa hidayah dan yang membolak balikkan hati adalah kewenangan Allah semata.

Jika lewat debat yang terstruktur dan terarah, Allah memberikan hidayah, maka Alhamdulillah. Jika tidak, maka jangan ngotot dan terkesan memaksakan pendapat.

7. Akhlakul Karimah
Yakni Menjaga diri dengan bersikap baik kepada orang lain dalam kadar yang sesuai syariat.

Menjaga diri dan bersabar untuk tidak menyakiti orang lain dalam hal yang tidak diperbolehkan syariat.

Dan bersabar terhadap gangguan dan hal-hal menyakitkan yang dilakukan oleh orang orang lain.

Yang mana semua itu dilakukan dalam rangka mencari ridho Allah, bukan semata mata mencari ridho manusia.

***
Demikianlah idealnya, tapi faktanya tidak semua bisa memiliki dan menguasainya. Termasuk sang muallif (penulis).

Namun paling tidak kita memiliki panduan dan pemahaman akan hal ini terlebih dahulu. Sehingga jika suatu saat kita melenceng atau melakukan kesalahan, kita mudah untuk kembali.

Orang yang tahu bahwa dia “tahu dan tidak tahu”. Itu berbeda dengan orang yang tidak tahu bahwa dia “tidak tahu”.

Inilah bedanya orang yang mempunyai peta yang jelas, dan yang asal main terabas saja.

***

Tanya :

Kalau mengetahui medan dakwah/kondisi yg didakwahi masuk ke mana?

Jawab :

Dimasukkan ke nomor 2 boleh, dijadikan nomer tersendiri nomor baru ke nomor 8 juga ok

Advertisements