Ebook : Meninggalkan Syubhat dan Kembali kepada Ilmu yang jelas dan tegas mengenai Pemerintahan

Leave a comment

Alhamdulillaah, bi idznillah Free Ebook kami yang terbaru sudah selesai kami kerjakan. ebook ini berjudul :

“Meninggalkan Syubhat dan Kembali Kepada Ilmu yang Jelas dan Tegas Mengenai Pemerintahan yang Dipimpin Seorang Muslim Pada Zaman ini. Yang mana pemerintahan dan sistemnya dipenuhi dengan ketidak idealan, kedzoliman, dan kekufuran”

Silakan download di sini :

https://kautsaramru.files.wordpress.com/2016/12/meninggalkan-syubhat-dan-kembali-kepada-ilmu-yang-jelas-dan-tegas-mengenai-pemerintahan1.pdf

***

Berikut adalah sedikit pengantar dari kami mengenai buku ini :

Pembuatan buku ini mulai terpikir ketika saya hampir menyelesaikan tulisan berseri saya yang berjudul :
“Syubhat perlawanan dan pemberontakan kepada pemerintah yang dzolim atas nama sejarah dan fitnah yang menimpa sebagian Salaf”.

Ketika itu saya berpikir, alangkah baiknya jika tulisan berseri ini saya kumpulkan menjadi satu buku dengan digabungkan dengan tulisan-tulisan saya yang lain yang memiliki kaitan tema yang sama, yang dulu pernah saya tulis. Berikut juga sebagian tulisan asatidz yang bermanfaat yang pernah saya ikut menshare nya.

Atas dasar pemikiran itu maka saya mulai “bongkar-bongkar” dan menyusun ulang tulisan-tulisan saya terdahulu, berikut juga sebagian tulisan asatidz yang bermanfaat yang pernah saya ikut menshare nya, untuk dijadikan sebuah buku berupa free ebook yang insya Allah semoga bermanfaat.

Buku ini kemudian saya berikan judul :
“Meninggalkan Syubhat dan Kembali Kepada Ilmu yang Jelas dan Tegas Mengenai Pemerintahan yang Dipimpin Seorang Muslim Pada Zaman ini. Yang mana pemerintahan dan sistemnya dipenuhi dengan ketidak idealan, kedzoliman, dan kekufuran”

Dari penelusuran tulisan saya yang terdahulu, dan juga sebagian tulisan asatidz yang bermanfaat, saya kemudian menetapkan 14 bab yang relevan dan sesuai alur pemahamannya dengan tema dari judul buku ini. Untuk kemudian saya turunkan tulisan-tulisan yang sesuai dengan bab tersebut.

Ketiga belas bab yang saya susun dalam buku ini adalah :
1. Dalil-dalil yang jelas dan tegas mengenai pemerintahan Islam yang jaa-ir (Bengkok. Yakni tidak adil, sewenang-wenang, dan dzolim)

2. Syubhat perlawanan dan pemberontakan kepada pemerintah yang dzolim atas nama sejarah dan fitnah yang menimpa sebagian Salaf

3. Bahaya faham pengkafiran dan fanatisme golongan Jama’ah akibat salah memahami Hadits masalah Bai’at

4. Bagaimana cara pemimpin terpilih dalam pandangan Syariat Islam dan Manhaj Salaf

5. Hubungan dakwah Islam berdasarkan manhaj Salaf dengan Politik

6. Teori konspirasi bukanlah dasar untuk memahami agama

7. Perincian masalah berhukum tidak dengan hukum Allah, Undang-undang buatan, dan konstitusi

8. Memelintir perkataan umum ulama untuk menghukumi masalah khusus

9. Tuduhan Murji’ah

10. Menjelaskan faham-faham kufur dan bid’ah yang masuk ke dalam pemerintahan dan masyarakat

11. Haroki, Takfiri, Khowarij, dan Terorisme

12. Pluralisme Manhaj, manhaj muwazanah, Hizbiyyah, dan polemik Ukhuwah

13. Serial Logical Fallacy (Kesalahan logika atau gagal faham) yang digunakan sebagai alasan untuk menolak Sunnah

14. Kemudahan dalam memahami Agama dengan berdasarkan Sunnah dan manhaj Salaf

Pembagian empat belas bab diatas kiranya cukup mewakili judul yang diketengahkan, dan –insya Allah- semoga buku ini ringan serta mudah untuk difahami.

Diperkenankan untuk men-share free ebook ini, kepada orang yang antum rasa memerlukan ilmu atau nasehat seputar masalah ini.

Kami sendiri menyadari besarnya fitnah yang menimpa ummat seputar masalah ini, dan pentingnya ummat untuk meninggalkan syubhat serta kembali kepada Ilmu yang jelas dan tegas. Yakni kembali kepada sunnah Rasulullah shalalloohu ‘alaihi wa sallam, dan mengikuti manhaj Salaf yang dipraktekkan oleh para Sahabat beserta orang-orang yang mengikuti mereka dengan Ihsan.

Semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua, dan dapat menjadi pemberat amal timbangan kami di akhirat kelak. Baarokalloohu fiik

Tangerang Selatan dan Jakarta, akhir Desember 2016 M / Robi’ul Awwal 1438

Abu Maryam Kautsar Amru bin Syamsudin bin Muhammad Ja’far

Kebaikan yang sering diremehkan

Leave a comment

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengingatkan kita agar jangan meremehkan sekecil apapun kebaikan yang diberikan oleh saudara kita, walau itu hanya sekedar senyum dan muka yang berseri seri.

Namun ternyata, ada kebaikan yang lebih besar daripada hanya sekedar senyum dan muka yang berseri seri yang suka kita remehkan.

Apakah itu?

Yakni kebaikan mengingatkan agar bersabar terhadap pemerintah yang dholim, tidak keluar dari ketaatan kepada nya dalam hal yang ma’ruf, dan tidak melakukan perlawanan untuk menjatuhkan nya; sebagaimana inilah sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah untuk menghindari terjadinya madhorot yang lebih besar.

***
Kebaikan yang lebih utama ini sering diremehkan, bahkan kadang jika diberikan nasehat suka dibilang “nyinyir”.

Padahal orang yang memberikan nasehat dengan muka masam akan sunnah yang benar, lebih baik dibandingkan orang yang mengajak kepada kebid’ahan dengan muka penuh senyum berseri seri.

Tentu saja memberikan nasihat untuk mengikuti sunnah dengan muka masam itu salah, akan tetapi itu lebih baik dari mengajak kepada bid’ah dan kerusakan serta pertumpahan darah dengan muka ramah penuh senyum berseri seri.

Berdakwah kepada Ahlul Kitab itu harus dengan cara yang baik dan ilmiah

Leave a comment

Sekedar mengingatkan kepada teman teman, berdakwah kepada Ahlul Kitab itu harus dengan baik dan berdasarkan ilmu serta argumentasi yang ilmiah.

Yang berkata seperti ini bukan saya, akan tetapi petunjuk Allah dalam QS Al Ankabut ayat 46. Silakan coba dibuka lagi Mushaf Al Qur’an nya.

Untuk kekhususan dakwah kepada Ahlul Kitab ini, saya sebenarnya pernah menulis Risalah Tauhid jilid 3 yang insya Allah cukup untuk memenuhi perintah Allah dalam QS Al Ankabut ayat 46 itu.

Jika berkenan dan ingin mengetahui apa yang saya maksud, silakan lihat buku tersebut dan mulai lihat dari daftar isinya saja dulu.

Lihat : https://kautsaramru.files.wordpress.com/…/risalah-tauhid-ji…

Semoga bermanfaat bagi Ahlul Kitab, ataupun bagi ikhwah yang mempunyai teman Ahlul kitab dan ingin berdakwah kepada mereka

Kebanyakan doa kita itu dikabulkan oleh Allah

Leave a comment

Kalau kita merenung, maka banyak sekali doa doa kita pada masa lalu yang telah dikabulkan oleh Allah.

Maka mengapa kita tidak bersabar kepada doa kita pada masa sekarang, yang belum terkabul?

Bersabarlah dan teruslah berdoa.

Ingat, permintaan yang langsung dikabulkan itu bukan hanya berlaku bagi para Nabi dan orang Sholeh saja. Permintaan Iblis agar ditangguhkan hidupnya hingga hari kiamat juga langsung dikabulkan oleh Allah.

Maka dari itu bersabarlah, Allah tahu apa yang terbaik buat kita

Bergaul itu tidak harus dengan menuliskan ilmu terus

Leave a comment

Rasulullah berkata “sa’atan”, “sa’atan”. (Sesekali waktu, sesekali waktu).

Jadi kalau Ahlus Sunnah atau pengikut manhaj Salaf itu kadang menulis bercanda yang tidak haram, maka itu normal dan wajar. Maksudnya adalah dalam tema tema kemanusiaan dan sosial yang wajar dalam masalah muamalah.

Seorang Ahlus Sunnah atau pengikut manhaj Salaf itu tidak dituntut harus menulis terus masalah manhaj, atau hadits, atau ilmu dalam status status nya.

Bercanda, sharing info umum, dll itu wajar dalam suatu waktu. Sedangkan waktu yang lain diisi kembali dengan ilmu, sunnah, dan semisal.

Saya aja juga pernah tanya masalah “sandal gunung” hehee.

Bahkan jika ditarik lebih jauh, sikap ini sebenarnya justru yang sesuai sunnah dari perkataan Rasulullah “sa’atan”, “sa’atan”. (Sesekali waktu, sesekali waktu)

****
Kenapa status ini saya tulis?

Karena saya lihat, bahwa seakan akan ada orang yang berusaha menyudutkan Ahlus Sunnah atau pengikut manhaj Salaf yang bercanda masalah fenomena “Telolet”.

Padahal sikap ringan seperti ini justru sesuai sunnah. Asal jangan keterusan tentu saja, dan kembali lagi ke masalah ilmu, sunnah, dan semisal pada waktu yang lain 🙂
Rasulullah berkata “sa’atan”, “sa’atan”. (Sesekali waktu, sesekali waktu).

Agenda Aktivis Cyber?

Leave a comment

Citizen Journalism played a role in the uprisings of the Arab Spring*

Citizen journalism is unregulated, too subjective, amateur, and haphazard in quality and coverage.

*protest, riot, and government overthrown in several Arabic country

Menyambut syubhat Pluralisme pada hari Natal

Leave a comment

Karena sebentar lagi adalah hari besar agama lain.

Bagi yang memiliki syubhat Abrahamic Faith yang berpemahaman bahwa ada pecahan 3 agama samawi, yang dianggap pecahan agama ini sama-sama bersumber kepada nabi Ibrahim (Abraham).

Yang mana ini adalah salah satu argumentasi Pluralisme untuk “meridhoi” hari besar Agama lain tersebut, atas nama toleransi yang melampaui batas.

Maka nasehat kami, silakan Download dan baca buku Risalah Tauhid jilid 4 yang salah satu bab nya khusus membahas masalah syubhat Abrahamic Faith ini.

Lihat : https://kautsaramru.files.wordpress.com/…/risalah-tauhid-ji…

Atau boleh juga ebook ini dihadiahkan kepada orang lain, teman, atau kerabat yang kiranya membutuhkan sehubungan dengan event ini.

Older Entries