Demi memenuhi nasehat “tahdzir lah dirimu sendiri dulu”, maka saya mentahdzir orang orang yang suka memanggil saya ustadz.

Saya bukan ustadz, dan tidak pernah mengambil jenjang pendidikan formal untuk menjadi ustadz.

Panggil saja saya Mas, Akh, bro, atau yang semisal.

Yang boleh memanggil saya “ustadz” itu hanya keluarga saya. Yang mana disitu saya memang mempunyai posisi sebagai “ustadz” karena saya kepala keluarga. Yang mempunyai kewajiban untuk mendidik mereka, istri saya dan anak-anak saya.

Jadi jangan coba coba panggil saya ustadz, kecuali kalau siap menjadi yang kedua.

Eh salah….

Maksud saya jangan coba coba panggil saya ustadz, karena saya memang bukan ustadz.

Dah gitu aja

Advertisements