Saya coba melihat sisi lain dari demo masyarakat Amerika paska terpilih nya Trump.

1. Demo besar besaran ini tampaknya “spontan” dalam tanda kutip, karena hanya dalam waktu singkat ribuan masyarakat bisa kompak demo anti Trump secara bersama sama.

Apalagi baru sehari kemarin Trump menenangkan pemilihan presiden. Mustahil hal ini sudah direncanakan jauh jauh hari

2. Hal ini adalah bukti, bahwa demo sudah menjadi kebiasaan atau bagian hidup dari warga Amerika.

****
Dua point ini memberikan faedah bagi kita :

1. Hadits “man tasyabbaha bi qoumin fahuwa minhum” jelas berlaku dalam hal ini, bahwa demo itu adalah budaya orang kafir.

Dusta orang orang yang berkata bahwa demo itu bukan budaya orang kafir.

2. Fiqh “ngeles” mereka bahwa demo itu diqiyaskan seperti strategi perang Khondaq, yang meniru strategi barikade parit seperti cara Persia atas saran Salman. Maka ini jelas Qiyas ma’al fariq atau qiyas fasid yang batil.

Dalam perang itu “everything is legal”, entah itu meniru strategi orang kafir ataupun orang muslim. Terlebih karena Rasulullah berkata “Al Harbu khud’ah” (perang itu tipu daya).

Dan yang jelas demo itu bukan perang yang bunuh bunuhan.

3. Demo itu jelas bukan jihad dan tidak bisa disamakan dengan jihad bi ma’na qital, yang artinya berperang.

Sehingga jika ada orang muslim Amerika yang ikut mendemo Trump di Amerika sana, tidak bisa dikatakan bahwa dia sedang perang jihad.

***
Demikian kurang lebih faedah yang bisa kita ambil, dari demo masyarakat Amerika paska terpilihnya Trump.

Advertisements