Bagaimana solusinya? Kita jawab Rasulullah telah memberikan solusinya.

Rasulullah kan bilangnya “tarji’uu ilaa diinikum” (kembali kepada agama kalian).

Rasulullah nggak bilang “tarji’uu ilaa mudzooharootikum” (kembali kepada demo demo kalian).

****
Oleh karena itu, solusinya ya mari kita kembali belajar agama lagi yang benar. Hidup sehari hari aja banyak melanggar aturan agama.

Dibilang itu riba, ngeyel. Dibilang itu Aqidah yang salah, ngeyel. Dibilang itu manhaj yang bathil, ngeyel. Dibilang jangan syirik, ngeyel. Dibilang jangan berbuat bid’ah, ngeyel.

Hayo ngeyel apa lagi? Apa jangan jangan solusi yang telah diberikan oleh Rasulullah juga mau dieyelin?

Yang penting sudah dilaporkan secara hukum, tinggal kuatkan saja tuntutan dan dukungan secara hukum.

Sembari itu kita lakukan solusi yang telah diberitahukan oleh Rasulullah,

agar kita tidak hina,

agar tidak banyak jumlahnya namun seperti buih di lautan,

dan agar tidak menjadi hidangan yang siap disantap.

“tarji’uu ilaa diinikum” (kembali kepada agama kalian).

***
Eh, hadits yang antum maksud itu maksudnya hadits yang mana ya?

Jawab, wis sinau kono ae sek lah.

Advertisements