Apakah mungkin ada ikhwah di sini yang dulu terjebak di filsafat dan liberalisme di sini, lalu kembali ke pangkuan sunnah atau kembali memahami Islam dengan normal ?

Sekedar tertarik dan tidak mendalami terlalu dalam akan filsafat dan liberalisme juga tidak mengapa.

Saya ingin sedikit survei,

Sebenarnya proses yang lebih dominan ketika mendapatkan hidayah kembali ke pangkuan sunnah,

atau proses hidayah kembali menjadi orang yang berusaha memahami Islam dengan “cara yang normal”,

Proses apakah yang dominan dari hal itu ?

***
Opsi proses yang dominan yang saya maksud ada dua :

1. Apakah proses mengetahui cara memahami agama yang benar itu, melalui pengaruh dakwah manhaj untuk memahami agama kembali ke sumber asalnya?

Atau istilah lainnya tertarik karena pengaruh “dakwah pemurnian”, atau “dakwah back to nature” in understanding Islam.

Sehingga akibat hal itu, terjadi “natural healing” dan memahami dengan sendirinya bahwa filsafat dan liberalisme itu bukan jalan yang benar dalam memahami Islam.

Jadi tidak perlu melewati bantahan khusus terhadap filsafat dan liberalisme dengan terlalu terperinci dan “tirik – tirik”.

Cukup dengan bantahan secara umum saja, dan ditunjukkan cara memahami Islam yang benar dan murni itu seperti ini.

2. Ataukah memang setelah melalui penelaahan secara khusus terhadap bantahan bantahan terhadap filsafat dan liberalisme secara terperinci.

Setelah melalui perenungan, kontemplasi, dan pemikiran yang sangat mendalam terhadap spesial treatment yang khusus untuk membantah syubhat syubhat filsafat dan liberalisme.

****
Kenapa hal ini saya tanyakan atau ingin survey?

Karena perkembangan Islam di negeri Barat yang “mbahnya filsafat itu”, bukan karena model pengaruh dakwah bantahan terhadap filsafat dan liberalisme.

Mereka tertarik masuk Islam ya gara gara belajar Islam langsung dari sumbernya. Baca Al Qur’an, tanya tanya kepada Muslim di sana mengenai ajaran ajaran pokok Islam, dan hal hal sederhana yang lain.

Mereka umumnya tidak tertarik dan menjadi muslim, setelah ikut kursus atau membaca buku bantahan terhadap filsafat Barat.

Faktanya yang terjadi seperti itu, sejauh yang saya tahu. Dakwah terhadap bantahan filsafat Barat, entah itu sekulerisme, liberalisme, dan lain lain bukan metode utama dakwah Islam disana.

Dakwah Islam dengan cara memahamkan Islam adalah alternatif yang benar dalam memahami dan menjalani kehidupan, lebih laku disana.

Tidak ada dakwah di barat, sewa billboard untuk ditulis “Bantahan terhadap filsafat Barat secara terperinci dalam Islam”.

Atas hal inilah maka saya tertarik, dan kemudian ingin bertanya kepada antum semua. Siapa tahu ingin Share….

Advertisements