1. Pastikan ruangan masjid nya cukup lebar. Jangan sampai anak ikut berdesak desakan dengan orang dewasa.

2. Siapkan makanan, minuman, mainan, atau hp tablet untuk anak. Biarkan mereka makan minum atau main, karena memang itu dunia mereka. Asal jangan ribut saja.

Mereka itu masih belum faham isi kajian, jadi jangan dipaksa untuk diam dan mendengarkan isi kajian.

3. Hindari ikut kajian Syaikh, ustadz kibar, atau ustadz kondang yang favorit. Karena biasanya masjid akan penuh sesak, dan kasian anak anak.

Jika mencium hajar aswad ketika thowaf saja tidak boleh berdesak desakan atau mendzolimi diri sendiri serta orang lain, dan bisa diganti dengan memberikan isyarat tangan dari kejauhan.

Maka apalagi hanya sekedar ikut kajian Syaikh, ustadz kibar, atau ustadz kondang yang favorit. Jangan dzolimi anak anda, apalagi yang masih balita.

Ganti saja ikut kajian dengan cara lihat lewat tv dakwah jika disiarkan live, atau radio, atau streaming live via YouTube.

Atau dengar saja rekamannya baik dengan download, atau lihat di youtube setelah ada yang mengunggah file nya.

4. Ikut kajian itu jangan hanya yang kajian Syaikh, ustadz kibar, atau ustadz kondang yang favorit saja. Apalagi sambil bawa anak.

Yang penting itu ilmunya, bukan popularitas nya. Ikut kajian yang tidak terlalu ramai, namun ilmu yang diajarkan Shohih, maka ini lebih afdhol dalam membawa anak dan keluarga untuk ikut kajian itu, dibandingkan ikut kajian yang ramai dan penuh sesak sambil bawa anak.

Advertisements