Paling menenangkan itu sebenarnya “piknik” di buku buku induk, yang menerangkan mengenai Aqidah dan pokok pokok manhaj Salaf.

Isinya sebenarnya ya sama – sama saja.

Tapi ada yang “dikuatkan” di dalam dada dan pemahaman, dengan mengulangi membacanya. Atau membaca melalui buku yang berbeda penulisnya, namun sejenis tema nya.

****
Fiqh itu sebenarnya juga sama, paling ya itu itu aja.

Tapi memahami fiqh lagi, setelah apa yang di dalam dada dan pemahaman dikuatkan kembali dengan murojaah Aqidah dan manhaj. Maka ini akan berbeda hasilnya.

Memang idealnya, fiqh itu dibangun setelah pondasi Aqidah dan manhaj nya mapan. Atau juga bisa berbarengan sambil menguatkan Aqidah dan manhaj.

Bukan Aqidah dan manhaj itu dibangun, setelah puas piknik fiqh kesana kemari.

Salah salah nanti malah Aqidah dan manhaj “dipolitisir” atas nama fiqh.

Advertisements