Mencari kebenaran itu beda dengan mencari pembenaran.

Kalau mencari kebenaran itu, maka “The truth is out there”. Yakni dengan mengembalikan kepada Al Qur’an, As Sunnah, dan mengikuti manhaj Salaf.

Kita mengikuti hal tersebut, baik itu mendukung kita ataupun itu menyalahkan kita.

Karena tolak ukur kebenaran itu bukan kita, tapi Al Qur’an, As Sunnah, dan manhaj Salaf yang berada di luar kita.

Kita hanya berusaha mengikutinya semampu kita saja.

****
Adapun kalau mencari pembenaran, maka “The truth is in here”. Yakni pada kecenderungan kita, keinginan kita, selera kita, dan hawa nafsu kita.

Lain lain, entah itu Al Qur’an, As Sunnah, manhaj Salaf, ataupun Qoul ulama harus bisa “diotak atik” agar sesuai dengan keinginan kita.

Kebenaran itu hanya berputar pada apa apa yang kita rasa baik saja.

Yakini dulu, baru nanti kita cari carikan dalilnya. Atau Devil’s advocate kalau istilah baratnya.

Ironisnya, orang alim yang munafik dan fasih lisannya seperti ini banyak. Kasihan ummat yang terkecoh dengan flowery words mereka.

Mereka merasa bahwa mereka mengikuti The truth is out there, padahal sebenarnya yang mereka ikuti itu hanyalah The truth is in here.

Advertisements