Saya perhatikan, “gaya-gayanya” orang yang terkontaminasi pluralisme agama dan orang yang terkontaminasi pluralisme manhaj itu kok “mirip-mirip” ya?

***
Pluralis agama itu sukanya bilang “jangan sok suka merasa benar sendiri”.

Suka menyudutkan dengan contoh atau hal-hal yang berkaitan dengan akhlak.

Suka posting atau share gambar gambar, foto, dan meme meme, baik yang itu berkaitan dengan akhlak yang baik jika “ukhuwah pluralisme” itu terjadi.

Ataupun tulisan, gambar, foto, atau meme yang bertujuan untuk menyindir atau menyudutkan dari contoh arogansi sok merasa benar sendiri, ataupun contoh akhlak buruk yang terjadi dari hal itu.

Nah Pluralis manhaj pun juga sama mirip-mirip kayak gini gayanya.

Coba perhatikan deh.

***
Dan habis itu, biasanya mulai deh sok petentang petenteng. Bijaksana bijaksini.

Merasa sebagai tokoh pemersatu, dan merasa yang paling memahami duduk permasalahan.

Pluralis agama gaya-gayanya seperti ini, demikian juga Pluralis manhaj. Sama.

Perhatikan deh gaya-gayanya orang yang benci terhadap manhaj Salaf dan pengikut manhaj Salaf.

***
Hanya saja bedanya,
Pluralis agama itu ingin menyamakan antara orang Islam dengan orang Kafir.

Ingin menyamakan agama Islam dan agama kafir.

Sedangkan Pluralis manhaj itu ingin menyamakan antara Ahlus Sunnah dengan Ahlul Bid’ah.

Ingin menyamakan manhaj Salaf dengan Manhaj Bid’ah.

***
Dan tentu saja kadar penyimpangan pluralisme agama dan pluralisme manhaj itu jauh bedanya.

Yang satu mengajak kepada kekafiran dan kemunafikan.

Sedangkan yang satunya lagi hanya mengajak kepada kebid’ahan dan pengkaburan terhadap sunnah.

Advertisements