Para ulama menerangkan, kenapa dalam hadits yang menerangkan mengenai keutamaan Khodijah itu disebutkan:

“disediakan baginya istana di surga yang terbuat dari emas permata, dan tidak ada KEBISINGAN di dalamnya ”

Para ulama menjelaskan, karena selama hidupnya Khodijah tidak pernah mengangkat suaranya di hadapan suaminya, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

[Faedah yang kami dapat dari kajian ustadz Ridho hafidzahulloh, dalam kajian syarh riyadhus sholihin]

****
Sekedar menambahkan lagi,

ada juga faedah yang kami dapatkan dari kajian ustadz Kholid Syamhudi hafidzahulloh yang dulu pernah kami ikuti.

Di kajian, beliau menyalahkan anggapan “stigma negative” masyarakat ataupun “self blaming” dari sang wanita yang menganggap “perceraian itu adalah akhir dari segalanya”.

Beliau berkata, “bahwa bisa jadi, perceraian itu adalah awal yang indah dari babak kehidupan yang baru. Jadi jangan selalu menganggap itu adalah akhir dari segalanya”.

Dan beliau kemudian mencontohkan para shohabiyah serta para ummahatul mukminiin, yang sebelumnya adalah wanita yang pernah bercerai dan kemudian Allah beri ganti dengan suami yang lebih baik.

Ibunda Khodijah juga termasuk seorang janda, sebelum akhirnya menikah lagi dengan baginda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Advertisements