Tauriyah, permainan kata yang mengatakan perkataan yang menyelisihi kebenaran (dusta) namun di satu sisi ada benarnya.

Hadits dan contoh masalah Tauriyah itu ada dan jelas.

Kan memang organisasi nya itu yang resmi, yang dari pemimpin sebelumnya yang sudah meninggal itu, memang sudah nggak ada. Dia juga tidak pernah menunjuk pengganti resminya.

Sahabat atau wakilnya yang ikut menemani lari ke negeri jiran dulu, juga tidak mau meneruskan organisasi itu. Malah bikin organisasi baru.

Sehingga yang ada hanya organisasi ANASIR saja, bukan organisasi RESMI.

Jadi ya nggak bohong donk, kalau saya bilang saya bukan anggota organisasi resmi. Masalah saya nggak bilang saya anggota organisasi anasir, ya itu masalah kamu sendiri yang kurang cerdas

***
Khud’ah, tipu daya untuk mengecoh lawan. Dibolehkan jika dalam kondisi perang, sesuai dengan hadits al harbu khud’ah (perang itu tipu daya).

Lha wong kita perang dengan pemerintahan thoghut kok. Maka dusta dan sumpah demi tipu daya itu nggak masalah.

***
Dusta mediator dibolehkan jika untuk islah atau mendamaikan orang yang bertikai. Hadits nya jelas.

Namun jika ternyata dusta dan janji sang mediator terbongkar, dan fihak yang berselisih tidak menjadi berdamai dengan terbongkar pengkhianatannya. Maka ini bukan usaha untuk rekonsiliasi, ini hanya usaha untuk menjebak saja.

Lho tapi kan ini secara fiqh nggak salah kan?

Iya secara fiqh nggak salah, karena saya faham antum kan “jagoan” fiqh.

Bani Israel yang masang jaring perangkap ikan pada hari jumat, karena hari sabtu dilarang kerja dan harus full untuk ibadah. Harusnya juga nggak salah donk secara fiqh.

Advertisements