Ketika berbicara dalam suatu topik, mungkin ada orang yang keahlian nya hanya memaki – maki dan menjatuhkan pribadi seseorang.

Dia berharap dia bisa menang,
jika dia bisa memanfaatkan kelemahan pribadi lawan bicara nya, atau menjatuhkan pribadi lawan bicaranya, atau bisa menghina lawan bicaranya.

Dia berharap lawan bicaranya akan sibuk “membela dirinya sendiri” dari tuduhan aib aib atau hinaan atau kelemahan pribadi yang dilontarkannya, daripada fokus untuk membicarakan argumentasi ilmiah dari topik yang dibicarakan.

Bahasa ilmiah akan hal ini adalah : trick logical fallacy Argumentum ad hominem dan trick logical fallacy tu quoque.

Kalau bahasa prokemnya : diskusi model preman, atau diskusi model emak emak Baper.

****
Komen saya ketika menghadapi orang dengan tipikal teknik seperti ini, biasanya hanya simple saja. Kalau memang sudah keterlaluan, maka saya hanya katakan :

“Orang yang sudah kehabisan argumentasi itu memang bisanya hanya akan menghina dan mencela saja.”

Sesudah itu saya diam dan biarkan dia marah marah. Begitu dia mulai menghina lagi, maka saya ulangi perkataan saya itu lalu saya diam lagi.

Lama kelamaan akhirnya orang ini malu sendiri dan undur diri sendiri.

Kalau dia akhirnya tidak malu dan tidak mau undur diri gimana?

Ya sudah, kita saja yang diam dan undur diri karena ini sudah termasuk diskusi tidak sehat, atau Miro’ kalau bahasa haditsnya.

Kita diam dan undur diri, bersiap untuk menyambut jaminan rasulullah akan rumah di surga bagi orang orang yang meninggalkan debat semacam ini.

Rasulullah itu memang mengajarkan, bahwa diskusi itu harus “elegan”.

****
Nah, apakah anda pernah menemui tipikal orang seperti itu?

Apa yang anda lakukan?

Advertisements